Internasional
Malaysia dan Thailand Dapat Izin Iran Melintas Selat Hormuz di Tengah Ketegangan, Indonesia Kapan?

Selat Hormuz hingga kini masih menjadi perdebatan di dunia. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Malaysia dan Thailand mendapat izin dari Iran untuk melintasi Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia yang sempat terganggu akibat konflik di Timur Tengah. Kepastian ini menjadi angin segar bagi kedua negara di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Namun sayangnya, hingga kini Indonesia belum dapat kepastian kapan diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz.
Mengutip laporan media Malaysia, sebanyak tujuh kapal tanker milik perusahaan energi nasional Malaysia, termasuk Petronas dan Sapura Energy, telah memperoleh lampu hijau untuk melintas. Meski demikian, kapal-kapal tersebut masih menunggu giliran untuk melanjutkan perjalanan secara aman.
Baca Juga : Akhirnya Kelompok Houthi Beraksi, Hizbullah dan Iran Tingkatkan Gempuran, Israel dan Amerika Makin Terkurung
Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyatakan bahwa pemerintah Iran telah memberikan sinyal positif terhadap permintaan Malaysia. Ia menegaskan komunikasi intensif telah dilakukan antara kedua negara untuk memastikan keselamatan pelayaran.
“Tidak ada masalah bagi kapal-kapal kami untuk melanjutkan perjalanan, namun tetap harus menunggu giliran karena kondisi lalu lintas yang padat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa situasi di Selat Hormuz masih sangat sensitif. Kepadatan kapal yang hendak keluar dari kawasan tersebut meningkatkan risiko insiden jika tidak diatur dengan baik.
Baca Juga : Semakin Ngawur, Serangan Israel Tewaskan Tiga Wartawan di Lebanon, Hantam Klinik di Iran
Sementara itu, Thailand juga berhasil mencapai kesepakatan serupa dengan Iran. Wakil Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyampaikan bahwa kapal tanker negaranya kini dapat melintasi Selat Hormuz dengan jaminan keamanan.
“Kesepakatan telah dicapai untuk memastikan kapal tanker minyak Thailand dapat melintas dengan aman,” ujarnya.
Menurutnya, kesepakatan ini memberikan kepastian bagi pasokan energi Thailand, setelah sebelumnya sejumlah kapal tanker tertahan sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026.
Baca Juga : Korps Garda Revolusi Islam Siapkan Serangan Balasan Hebat setelah Israel Bom Fasiltas Nuklir Iran
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima distribusi minyak global. Ketegangan di kawasan tersebut sempat memicu kekhawatiran luas terkait gangguan pasokan energi dan lonjakan harga minyak dunia.
Dengan adanya izin dari Iran kepada Malaysia dan Thailand, tekanan terhadap rantai pasok energi di kawasan Asia diharapkan dapat berkurang, meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah masih belum sepenuhnya stabil.
Pengamat menilai langkah diplomatik yang dilakukan kedua negara menjadi kunci dalam menjaga kelancaran distribusi energi di tengah dinamika konflik yang masih berlangsung.***














