Connect with us

Internasional

Iran Makin Merangsek, IRGC Hancurkan Pesawat Amerika dan Gempur Kompleks Industri Israel

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Api berkobar dengan asap tebal mengepul ke udara dari sebuah pabrik di Israel yang terkena hantaman serangan rudal dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)

Api berkobar dengan asap tebal mengepul ke udara dari sebuah pabrik di Israel yang terkena hantaman serangan rudal dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)

FAKTUAL INDONESIA: Iran makin merangsek pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam peperangan yang kini sudah memasuki hari yang ke-30. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berhasil menghancurkan pesawat-pesawat Amerika dan terus menggempur pabrik Israel dengan rudal-rudal andalannya.

Dalam keterangannya Minggu atau Senin (30/3/2026) dini hari WIB, IRGC mengatakan bahwa mereka telah menghancurkan sepenuhnya pesawat E-3 Sentry buatan AS yang dilengkapi dengan sistem peringatan dan kendali udara (AWACS) dalam operasi rudal dan drone baru-baru ini terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi. Dalam pernyataan yang dipublikasikan di media resmi Sepah News, IRGC mengatakan operasi tersebut dilakukan oleh Divisi Dirgantara mereka. Pesawat-pesawat lain di dekat lokasi kejadian juga mengalami kerusakan serius selama serangan itu, tambah laporan tersebut.

Pada hari Jumat, IRGC menyerang Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang terletak sekitar 96 km (60 mil) di sebelah tenggara ibu kota Saudi, Riyadh, merusak beberapa pesawat tanker pengisian bahan bakar udara KC-135 dan menghancurkan satu pesawat sepenuhnya.

Sementara itu, militer Iran mengatakan pada hari Minggu bahwa sistem pertahanan udaranya menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak MQ-9 Reaper yang melakukan invasi di sebelah timur Selat Hormuz, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita resmi IRNA.

Menurut laporan tersebut, pasukan pertahanan udara negara itu telah menembak jatuh 138 pesawat tak berawak sejak awal perang.

Advertisement

Garda Revolusi Iran mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka menyerang kompleks industri di Israel selatan dengan rudal balistik. Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah, Garda Revolusi mengatakan serangan itu sebagai tanggapan terhadap “serangan poros Amerika-Zionis terhadap pusat-pusat industri” di republik Islam tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel memperingatkan bahwa sebuah rudal atau pecahan rudal yang menghantam sebuah pabrik di dekat kota Beersheba di Israel selatan telah menyebabkan kebakaran besar dan statusnya ditingkatkan menjadi insiden bahan berbahaya.

Pihak berwenang mengevakuasi orang-orang di area terdekat, tetapi tidak ada korban luka.

Dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan Israel mengatakan pecahan tersebut membakar tangki pestisida, mengirimkan kepulan asap tinggi ke seluruh kota Beersheba, kota terbesar di gurun Negev Israel. Gelombang peluncuran rudal tambahan dari Iran menghantam lebih dari 20 lokasi di Beersheba tetapi tidak menimbulkan kerusakan besar atau cedera, menurut layanan penyelamatan darurat Israel, Magen David Adom.

Sementara itu Iran juga makin lincah menggedor kekuatan Amerika di Suriah. Sebuah lembaga pemantau perang melaporkan bahwa drone dan roket yang diduga milik Iran menargetkan pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS di Suriah timur laut pada hari Minggu, menyebabkan kerusakan material tetapi tidak ada korban jiwa.

Advertisement

Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan sebuah roket menghantam pangkalan Qasrak di provinsi Hasakah, diikuti oleh serangan pesawat tak berawak sekitar tengah malam dan saat fajar. Pertahanan udara AS mencegat beberapa pesawat tak berawak, sementara proyektil lain menghantam lokasi tersebut, menyebabkan kerusakan, kata observatorium itu.

Lembaga pemantau tersebut mengatakan pangkalan Kharab al-Jir dekat Rmeilan juga dihantam oleh beberapa roket pada Minggu pagi, beberapa di antaranya berhasil dicegat dan yang lainnya mencapai target, tanpa laporan langsung tentang korban jiwa. Dua drone tambahan ditembak jatuh di dekat daerah pemukiman di Hasakah, tambahnya. Serangan-serangan tersebut memicu peningkatan kewaspadaan dan aktivitas udara.

Bersumpah Serang Abraham Lincoln

Dalam bagian lain Angkatan Laut Iran bersumpah akan menyerang kapal induk AS Abraham Lincoln begitu berada dalam jangkauan rudal pantai untuk membalaskan dendam atas tenggelamnya kapal perang Iran IRIS Dena, demikian dilaporkan ANI, mengutip media pemerintah Iran, Press TV.

Menurut Press TV, Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, mengatakan bahwa Iran memantau pergerakan kapal induk Abraham Lincoln secara langsung dan real-time.

Advertisement

“Begitu gugus tempur kapal induk Abraham Lincoln memasuki jangkauannya, gugus tempur tersebut akan menjadi sasaran rudal pantai untuk membalaskan dendam para martir Dena. Semua pergerakan dan posisi gugus tempur, serta permintaannya kepada negara-negara regional, dipantau secara real-time,” katanya.

“Selat Hormuz bagian timur dan Laut Oman—gerbang menuju Selat dan Teluk Persia—sepenuhnya berada di bawah kendali angkatan laut Iran,” tambahnya.

Kapal IRIS Dena tenggelam di selatan Sri Lanka pada tanggal 4 Maret setelah dihantam torpedo kapal selam AS sekitar 20 mil laut di sebelah barat Galle.

Dari sekitar 180 awak kapal IRIS Dena, lebih dari 80 pelaut dilaporkan tewas, sementara korban selamat lainnya diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka dan dirawat di rumah sakit di Galle. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement