Olahraga
JAPFA Chess Festival 2026: Unggul Tie-break Tipis atas Juara Bertahan IM Fabian Glen, IM Gilbert Elroy Rebut Juara Kategori Open

Gilbert Elroy Tarigan merebut juara kategori Open. (Foto: Bambang)
FAKTUAL-INDONESIA: Pecatur putra International Master (IM) Gilbert Elroy Tarigan merebut juara kategori Open JAPFA Chess Festival 2026, setelah unggul tipis tie-break atas juara bertahan IM Fabian Glen Mariano usai keduanya menuntaskan babak kesembilan, Sabtu (6/9/2026) malam, di Wisma Serbaguna GBK, Senayan, Jakarta.
Gilbert sempat tak yakin dirinya bakal juara setelah hanya bermain remis lawan IM Arif Abdul Hafiz pada babak kesembilan. Sebab pesaing terdekatnya Fabian justru berhasil menang pada duel habis-habisan melawan IM Shafira Devi Herfesa.
“Aku ditikung,” ucap Gilbert ketika ditanya awak media tentang peluang juara.
Tapi kenyataan lain, setelah lewat penghitungan akhir justru Gilbert unggul tipis tie-break 53,5 lawan 51,5 atas Fabian.
Gilbert tampil konsisten sepanjang turnamen, dan hingga menyelesaikan babak kesembilan mengoleksi 7,5 poin. Koleksi poin dirinya memang sama dengan Fabian tapi ia unggul sangat tipis di hitungan tie-break.
Gilbert hingga babak kedelapan pertandingan mampu bertengger sendirian di puncak klasemen dengan 7 poin. Posisinya ini sedikit menguntungkan setelah memasuki babak kesembilan atau babak terakhir.
Pada babak penentuan tersebut, Gilbert berhadapan dengan sesama pecatur bergelar IM, yakni Arif Abdul Hafiz, yang berada di kelompok pengejar dengan 6,5 poin.
Pertandingan keduanya berlangsung ketat. Dalam posisi yang masih berimbang, Gilbert mulai menunjukkan penguasaan terhadap sentrum permainan sehingga peluangnya untuk mengamankan hasil positif semakin terbuka. Tapi Gilbert v Arif bersepakat bermain remis di langkah ke-16.
Kesempatan juara Gilbert sedikit goyah karena ternyata di meja lain Fabian tampil habis-habisan menghadapi Shafira. Fabian butuh kemenangan untuk bisa juara. Dan pecatur Bali ini berhasil mewujudkannya.
JAPFA Chess Festival kali ini memang persaingan memperebutkan posisi juara memang sangat ketat dari awal. Silih berganti pecatur duduk memuncaki klasemen, mulai dari Shafira, IM Anjas Novita, hingga Gilbert.
Menariknya, Gilbert justru datang dengan posisi awal yang tidak terlalu diunggulkan dari sisi rating. Dalam daftar awal JAPFA Chess Festival 2026, Gilbert tercatat dengan rating 2310 dan ditempatkan sebagai unggulan ke-11.
Di atasnya terdapat sejumlah nama dengan rating lebih tinggi, antara lain Fabian Glen Mariano 2425, IM Nayaka Budhidharma 2384, NM Ishak Rianjar 2380, IM Anjas Novita 2351, serta IM Arif Abdul Hafiz 2332.
Namun Gilbert sendiri merupakan salah satu pecatur muda Indonesia yang telah lama diperhitungkan di level nasional dan internasional.
Gilbert Elroy Tarigan lahir pada 2003 dan menyandang gelar International Master. Basis data catur internasional mencatat rating klasiknya saat ini berada di kisaran 2420, dengan FIDE ID 7108133. Ia juga memiliki pengalaman menghadapi lawan-lawan kelas dunia.
Salah satu pencapaian pentingnya terjadi pada Desember 2021 ketika Gilbert meraih norma Grandmaster (GM) pertamanya di Sunway Sitges International Chess Festival VIII di Barcelona setelah mengalahkan GM Karthik Venkataraman dari India. Dalam turnamen itu ia menghadapi tiga GM, empat IM, satu FM dan satu pecatur tanpa gelar.
Performa Gilbert di berbagai ajang internasional juga menunjukkan bahwa ia bukan pecatur yang asing dengan pertarungan melawan pemain kuat.
Pada Asian Individual Chess Championships 2026 di Mongolia, Gilbert mencatat 5 poin dari sembilan babak, termasuk hasil remis melawan GM Aditya Mittal yang memiliki rating 2619.
Kini, pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Gilbert untuk menyelesaikan misinya di JAPFA Chess Festival 2026 dengan tampil meraih juara. Gilbert mampu mempertahankan ketenangan dan kematangan bermain untuk tampil merebut juara Kategori Open.

Coaching Clinic GM Utut Adianto
Sementara itu legenda hidup catur Indonesia si pemegang GM Super yang belum juga berhasil disamain pecatur Indonesia hingga sekarang ini , GM Utut Adianto, kembali berbagi ilmu lewat Coaching Clinic kepada generasi penerus pecatur anak-anak di JAPFA Chess Festival ini.
Kali ini GM Utut membedah dua partai kejuaraan catur dunia, dimana membuat langkah berani korban perwira untuk berbuah kemenangan.
Sejumlah anak-anak generasi catur masa depan Indonesia mampu menjawab langkah tepat, ketika GM Utut memberikan kesempatan untuk maju ke depan.
“Generasi catur anak-anak Indonesia cukup menjanjikan,” kata GM Utut. “Tidak mustahil ke depan hari akan lahir Juara Dunia catur dari Indonesia,” ucap GM Utut. ****














