Connect with us

Nasional

BNPB Imbau Warga Banten dan Lampung Tak Panik Hadapi Erupsi Anak Krakatau

Diterbitkan

pada

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat di pesisir Banten dan Lampung tetap tenang menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) malam.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan kekhawatiran masyarakat terkait potensi tsunami menjadi perhatian pemerintah. Kekhawatiran tersebut tidak terlepas dari pengalaman tsunami pada 22 Desember 2018 yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun, berdasarkan evaluasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau setelah erupsi 2018 masih relatif kecil. Kondisi tersebut dinilai tidak berpotensi menyebabkan keruntuhan masif yang dapat memicu tsunami.

“Oleh sebab itu, masyarakat di Banten dan Lampung diharapkan tidak panik,” kata Berton di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi menerus sejak Jumat pukul 23.07 WIB hingga Sabtu pagi. Aktivitas tersebut ditandai dengan lontaran lava air mancur atau lava fountain pada malam hari serta satu kali gempa letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi 21.600 detik.

Lontaran material vulkanik bahkan berdampak pada perangkat pemantauan. Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan material erupsi merusak kamera atau CCTV pengamatan hingga perangkat tersebut berhenti beroperasi.

Advertisement

Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer

Meski BNPB mengimbau masyarakat tidak panik, Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Karena itu, BNPB bersama PVMBG meminta masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

BNPB juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Salah satunya memastikan zona bahaya tetap steril melalui patroli pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain itu, kesiapsiagaan jalur evakuasi dan titik kumpul di wilayah pesisir menjadi perhatian. Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan gunung hanya untuk mengambil foto atau video erupsi.

Berton menekankan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Advertisement

Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut dan mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement