Internasional
Iran Peringatkan, Pasukan Darat Amerika akan Disambut Hujan Tembakan, Rumah Diplomat AS – Israel Sah Diserang

Iran sudah menunggu dan siap untuk menyambut pasukan Amerika Serikat yang akan melakukan invasi darat dengan hujan tembakan
FAKTUAL INDONESIA: Iran tidak gentar menghadapi invasi pasukan darat Amerika Serikat. Bahkan Iran sudah menantikan kedatangan pasukan darat AS itu. Iran akan menyambut pasukan itu dengan hujan tembakan.
Bukan itu saja peringat Iran terhadap musuh besarnya, AS dan Israel yang telah memporakporandakan negara itu dalam perang yang sudah berlangsung 30 hari. Iran juga bersumpah, Minggu atau Senin (30/3/2026) WIB, untuk menyerang rumah-rumah pejabat AS dan Israel yang tinggal di Timur Tengah, seiring meluasnya perang di seluruh wilayah tersebut bahkan ketika para diplomat mengadakan pembicaraan untuk mencoba meredakan konflik.
Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan bahwa rumah-rumah tersebut kini menjadi target yang sah bagi Iran setelah AS dan Israel mulai menargetkan kediaman warga Iran di berbagai kota di seluruh negara itu.
Dalam bagian lain, Iran memperingatkan akan adanya eskalasi setelah serangan udara Israel menghantam beberapa universitas, termasuk universitas yang menurut Israel digunakan untuk penelitian dan pengembangan nuklir. Iran akan menganggap universitas-universitas Israel dan cabang-cabang universitas AS di kawasan itu sebagai “target yang sah”
Eskalasi tersebut terjadi ketika Pakistan mengumumkan bahwa mereka akan segera menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran, meskipun belum ada tanggapan langsung dari Washington atau Teheran, dan tidak jelas apakah diskusi tentang perang yang telah berlangsung selama sebulan itu akan dilakukan secara langsung atau tidak langsung.
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengecam pembicaraan di Pakistan sebagai kedok setelah sekitar 2500 Marinir AS yang terlatih dalam pendaratan amfibi tiba di Timur Tengah . Ia mengatakan pasukan Iran “sedang menunggu kedatangan pasukan Amerika di lapangan untuk menghujani tembakan kepada mereka dan menghukum mitra regional mereka selamanya,” menurut media pemerintah.
“Musuh memberi sinyal negosiasi di depan umum, sementara secara diam-diam mereka merencanakan serangan darat,” demikian bunyi pernyataan dari Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
Dalam pesannya, Ghalibaf memperingatkan bahwa pasukan Iran sudah “menunggu tentara Amerika memasuki wilayah tersebut agar mereka dapat menghujani mereka dengan tembakan”. Tanpa unsur kejutan, operasi darat AS, bahkan dengan daya tembak yang jauh lebih unggul, dapat dengan cepat berubah menjadi pertumpahan darah.
Universitas Target Sah Juga
Garda Revolusi paramiliter mengatakan Iran akan menganggap universitas-universitas Israel dan cabang-cabang universitas AS di kawasan itu sebagai “target yang sah” kecuali jika diberikan jaminan keamanan bagi universitas-universitas Iran, demikian dilaporkan media pemerintah.
“Jika pemerintah AS ingin universitas-universitasnya di kawasan itu terhindar dari bahaya, mereka harus mengutuk pemboman universitas-universitas Iran paling lambat Senin siang,” kata Garda Revolusi.
Perguruan tinggi AS memiliki kampus di Qatar dan UEA, termasuk Universitas Georgetown, New York, dan Northwestern. Universitas Amerika di Beirut memindahkan kelas ke daring dan menyebutnya sebagai tindakan pencegahan.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan puluhan universitas dan pusat penelitian telah terkena serangan, termasuk Universitas Sains dan Teknologi Iran dan Universitas Teknologi Isfahan. ***














