Connect with us

Ekonomi

Kasus TPPO Marak, Menteri P2MI Mukhtarudin Geram dan Gregetan, Tancap Gas Melakukan Penegakan Hukum

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kasus TPPO Marak, Menteri P2MI Mukhtarudin Geram dan Gregetan, Tancap Gas Melakukan Penegakan Hukum

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Menteri P2MI), Mukhtarudin memaparkan strategi komprehensif yang kini tengah dijalankan oleh kementeriannya guna memutus rantai sindikat perdagangan orang. (Foto : Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan sikap geram dan gregetannya  terhadap maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Saya juga sudah gregetan sama TPPO ini. Dan kebanyakan yang dipulangkan ini rata-rata non-prosedural,” kata Mukhtarudin menegaskan sikap geramnya terhadap maraknya kasus TPPO dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta.

Menanggapi berbagai sorotan dan apresiasi dari para anggota dewan terkait pemulangan pekerja migran, Menteri Mukhtarudin mengakui bahwa mayoritas kasus yang ditangani oleh kementeriannya bersumber dari keberangkatan jalur tidak resmi.

Baca Juga : Canangkan Gerakan Nasional Migran Aman dari Hulu ke Hilir, Menteri P2MI Mukhtarudin Ketuk Hati Tokoh Agama

Guna memutus rantai sindikat perdagangan orang, Mukhtarudin memaparkan strategi komprehensif yang kini tengah dijalankan oleh kementeriannya, yang terbagi ke dalam dua fokus utama.

Fokus pertama yakni upaya preventif (pencegahan), di mana Menteri Mukhtarudin menjelaskan bahwa benteng utama dalam melawan TPPO adalah edukasi massal untuk memberikan pemahaman serta menyebarkan informasi seluas-luasnya di tingkat akar rumput.

Advertisement

“Melalui langkah ini, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran tinggi sehingga tidak mudah tergiur oleh bujuk rayu penempatan ilegal yang berujung pada perbudakan modern,” tandas Mukhtarudin.

Dia melanjutkan, fokus kedua bertumpu pada upaya represif dan pelindungan. Meski menghadapi tantangan besar berupa keterbatasan infrastruktur pendukung, KP2MI tetap tancap gas dalam melakukan penegakan hukum dan pengawasan di lapangan melalui instrumen strategis.

Langkah represif ini diwujudkan melalui pelaksanaan Patroli Siber (Cyber Patrol) untuk memantau, melacak, dan memblokir pergerakan akun-akun perekrut ilegal di dunia maya, serta tindakan pencegahan di lapangan.

Baca Juga : 252.419 Sisa Lowongan Kerja Luar Negeri, Menteri P2MI Mukhtarudin: Peluang Emas Bagi Lulusan Perguruan Tinggi

“Ini guna mengintervensi langsung dan menggagalkan pemberangkatan non-prosedural di berbagai titik keberangkatan sebelum pekerja migran kita keluar dari wilayah Indonesia,” imbuh Mukhtarudin.

Melalui komitmen dan sinergi ini, Mukhtarudin optimistis bahwa ruang gerak para pelaku TPPO dapat semakin mempersempit, sekaligus memastikan kepulangan para pekerja migran yang bermasalah di luar negeri dapat terfasilitasi dengan baik.

Advertisement

Sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif dalam rapat kerja KP2MI dengan Komisi IX DPR RI ini mempertegas komitmen bersama untuk melindungi segenap pekerja migran Indonesia.

Melalui apresiasi dari Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama, apresiasi pemulangan pekerja dari Kamboja dan Libya oleh Yahya Zaini, serta ketegasan Menteri Mukhtarudin dalam memberantas TPPO lewat strategi preventif dan represif, seluruh pihak sepakat bahwa perlindungan diaspora tidak boleh surut meski di tengah keterbatasan anggaran.

Baca Juga : Di LPK Mediterranean Bali Menteri P2MI Mukhtarudin Ungkap Lebih dari 250 Ribu Peluang Kerja Menunggu

Kasus Kamboja dan Konflik Libya

Keberhasilan Kementerian P2MI dalam mengusut dan memulangkan sejumlah Pekerja Migran Indonesia non-prosedural dari luar negeri mendapat apresiasi tinggi dari parlemen.

Anggota Komisi IX DPR RI Yahya Zaini, secara khusus memuji langkah cepat kementerian dalam menyelamatkan para pekerja di Kamboja dan Libya.

Advertisement

Yahya Zaini mengawali tanggapannya dengan memberikan ucapan selamat atas konsistensi pengelolaan keuangan kementerian yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Setelah itu, ia menyoroti aksi nyata KP2MI dalam melakukan pemulangan darurat.

“Pertama, saya memberikan apresiasi atas pencapaian WTP 16 kali. Yang kedua, apresiasi saya atas keberhasilan Kementerian P2MI memulangkan pekerja ilegal korban TPPO dari Kamboja yang berasal dari Kalimantan Tengah, kebetulan kampung Pak Menteri sendiri,” ujar Yahya hangat.

Selain kasus di Kamboja, Yahya juga menggarisbawahi keberhasilan evakuasi pekerja migran non-prosedural dari wilayah konflik di Libya. Menurutnya, penyelamatan di zona berisiko tinggi tersebut merupakan buah dari kolaborasi solid antarlembaga.

“Yang kedua, apresiasi juga atas keberhasilan pemulangan pekerja ilegal dari Libya. Ini tidak terlepas dari kerja sama yang luar biasa dari Kementerian P2MI dengan Kementerian Luar Negeri beserta jajaran KBRI di sana” beber Yahya.

Baca Juga : Negara Kawal Tuntas! Menteri P2MI Pastikan Hak dan Asuransi PMI Meninggal di Korsel Terbayar

WTP Ke-16

Advertisement

Dalam raker tersebut, Dewan menyoroti dua isu krusial yakni apresiasi atas opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-16 kalinya dari BPK RI serta nasib Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga disekap di Kamboja.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ade Rezki Pratama memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja keuangan Kementerian P2MI. Ade memuji efektivitas jajaran kementerian dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah keterbatasan fiskal.

“Pertama, yang ingin kami sampaikan adalah apresiasi terkait dengan kinerja keuangan Pak Menteri, Bapak, Ibu Wamen, dalam menjalankan tupoksi yang ada di Kementerian P2MI ini. Terkait dengan penggunaan APBN yang diberikan kepada KP2MI pada hari ini dan juga sudah 16 kali mendapatkan apresiasi dan achievement dari Badan Pemeriksa Keuangan BPK RI dengan pengelolaan anggaran Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ujar Ade Rezki.

Baca Juga : Apresiasi Aksi Heroik Pekerja Migran Sugianto di Korea Selatan, Menteri P2MI Mukhtarudin Janji Berikan Tabungan Anak

Meski kondisi anggaran Kementerian P2MI saat ini tergolong minim, Ade berharap hal tersebut tidak menyurutkan capaian target (outcome) kerja, terutama dalam mengoptimalkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan pos belanja lainnya.

Melihat dinamika global yang dihadapi oleh para pekerja migran dan diaspora Indonesia saat ini, Ade mendorong agar anggaran kementerian ini dinaikkan secara signifikan pada tahun mendatang.

Advertisement

“Kita berharap bahwa di tahun anggaran tahun 2027, ini bisa menjadi perhatian dari Kementerian Keuangan dan Bappenas agar belanja untuk KP2MI ini semakin besar, dengan melihat berbagai situasi dinamika yang terjadi pada hari ini bagi Warga Negara Indonesia yang ada di luar negeri sebagai diaspora,” tegas legislator asal Sumatera Barat tersebut.

Rapat kerja ini ditutup dengan kesepahaman kuat untuk memperketat pengawasan di lapangan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi memastikan tidak ada lagi warga negara yang menjadi korban sindikat penempatan ilegal di masa depan.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement