Ekonomi
Apresiasi Aksi Heroik Pekerja Migran Sugianto di Korea Selatan, Menteri P2MI Mukhtarudin Janji Berikan Tabungan Anak

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (MenP2MI) Mukhtarudin menggelar video call penuh kehangatan dengan Sugianto yang berada di Korsel serta istrinya, Indah 30 tahun, di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). (KemenP2MI)
FAKTUAL INDONESIA: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin memberikan apresiasi atas aksi kemanusiaan pekerja migran Indonesia, Sugianto di Korea Selatan (Korsel).
Pada Maret 2025 lalu, Suagianto melakukan aksi heroik menyelamatkan tujuh lansia dari kebakaran hutan dahsyat di Yeongdeok, Gyeongsang Utara.
Atas aksinya itu Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung secara langsung menganugerahi Sugianto penghargaan tertinggi atas nilai kemanusiaannya, 2 Januari 2026. Ini menjadi pengakuan internasional atas dedikasi Pekerja Migran Indonesia.
Baca Juga :Gandeng ILO Susun Roadmap Reintegrasi PMI Pasca Kepulangan, Wamen P2MI Christina Aryani: Kepastian Masa Depan
Sugianto kini menjadi representasi nyata Pekerja Migran sebagai duta bangsa, bekerja prosedural, berintegritas, dan membawa nilai universal kemanusiaan.
Menteri P2MI Mukhtarudin mengemukakan, Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sugianto atas aksinya yang menempatkan keselamatan sesama di atas segalanya. Sikap gotong royong dan empati ini mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia, tanpa memandang batas negara.
Kisah Sugianto menjadi inspirasi bagi seluruh Pekerja Migran dan CPMI untuk bekerja profesional, menjunjung kemanusiaan, dan menjadi teladan di negara penempatan.
Peristiwa ini juga memperkuat diplomasi kemanusiaan Indonesia, menunjukkan pekerja Migran bukan hanya tenaga kerja, tapi pembawa nilai etika dan kehormatan bangsa di dunia internasional.
Ketika menggelar video call penuh kehangatan dengan Sugianto yang berada di Korsel serta istrinya, Indah 30 tahun, di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026), sebagai bentuik apresiasi, Mukhtarudin berjanji memberikan tabungan pendidikan untuk anak Sugianto yang berada di Indramayu. “Nanti Kepala Balai BP3MI Jawa Barat akan koordinasi langsung dengan Ibu,” kata Muktarudin seperti dilansir laman KemenP2MI.
Baca Juga : KP2MI Pastikan 110 WNI yang Terancam Kasus Online Scam di Kamboja, Aman
Mukhtarudin pun menawarkan informasi program pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) subsidi untuk perumahan. “Kalau ada rezeki lebih, bisa disisihkan untuk program kredit perumahan dari pemerintah,” sarannya.
Muktarudin juga membahas perusahaan tempat Sugianto bekerja, menawarkan presentasi dan koordinasi untuk penempatan pekerja Migran lebih lanjut. “Hubungan Indonesia-Korea Selatan sangat baik, jadi hal seperti ini tidak masalah,” tegas Mukhtarudin.
Kemudian, Sugianto menyampaikan permohonan langsung kepada Menteri P2MI agar memfasilitasi pimpinanan perusahaan untuk dibantu dalam pembuatan visa kunjungan ke Indonesia, guna untuk melihat perkembangan sektor fishing setiap tahun.
Baca Juga : Langkah Reformasi Kementerian P2MI Dapat Dukungan Berbagai Asosiasi, Mukhtarudin Percepat Integrasi Sistem Digital Pelindungan PMI
Mukhtarudin langsung merespons positif. “Nanti Kementerian P2MI fasilitasi koordinasi, bila perlu kita buat study banding agar bisa saling berbagi pengalaman di sektor perikanan,” responsnya.
Selain itu, Sugianto juga berpesan kepada CPMI agar bekerja secara prosedural dengan kontrak kerja yang jelas.
“Dan khusus sektor fishing agar mempersiapkan mental dan tidak mudah menyerah dengan kondisi pekerjaan yang nanti akan dihadapi, jangan kabur sebelum selesai kontrak,” beber Sugianto.
Pertemuan virtual ini menjadi momen apresiasi Kementerian P2MI atas aksi kemanusiaan Sugianto. Dalam video call tersebut, Mukhtarudin menyampaikan rasa terima kasih mendalam.
“Terima kasih banyak, Ibu, juga Bapak Sugianto tetap ingat anak dan istri di tanah air. Doa dari istri selalu menyertai agar Bapak bekerja selamat dan sehat,” ujar Mukhtarudin di Jakarta.
Obrolan berlanjut hangat tentang kehidupan keluarga. Indah mengaku tinggal berdua dengan anak di Indramayu, tanpa orang tua.
Baca Juga : Bahas Perluasan Penempatan dan Perlindungan PMI di Jepang, Menteri P2MI Karding Bertemu Wamen Yoici dan Menkeh Suzuki
“Alhamdulillah sudah punya rumah sendiri,” katanya bangga.
Modus Surat Pernyataan
Mukhtarudin kembali menegaskan komitmen Pemerintah memperkuat pelindungan Pekerja Migran termasuk martabat, keselamatan, dan penghargaan atas kontribusi mereka. Dia mengingatkan pentingnya keberangkatan Pekerja Migran secara prosedural melalui SISKOP2MI untuk perlindungan optimal.
Menurut Mukhtarudin yang menjadi kendala adalah jika pekerja migran berangkat secara non-prosedural.
Baca Juga : Kunjungi Sekolah Rakyat, Wamen P2MI Christina Aryani Takjub Melihat Semangat Anak-anak Keluarga Miskin
“Kami tidak tahu posisinya di mana, bekerja apa, dan dengan siapa. Biasanya baru diketahui setelah terjadi masalah,” imbuh Mukhtarudin.
Sekarang, lanjut Mukhtarudin, marak modus menggunakan surat pernyataan, seperti pernyataan orang tua atau wali yang menyatakan tidak akan menuntut apa pun jika terjadi sesuatu.
“Perlu kami tegaskan, praktik seperti itu adalah ilegal dan merupakan bagian dari sindikat penempatan non-prosedural. Jika menemukan hal-hal seperti itu, mohon segera dilaporkan kepada kami. Tolong bantu kami untuk mencegah praktik-praktik ilegal tersebut,” beber Mukhtarudin.
Ke depan, Mukhtarudin menegaskan bahwa Kementerian P2MI akan terus melakukan pendampingan melalui program Desa Migran Emas.
“Desa Migran Emas akan menjadi pusat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana menjadi Pekerja Migran Indonesia yang aman dan prosedural, sehingga negara dapat hadir secara optimal dalam memberikan perlindungan,” pungkas Mukhtarudin. ***











