Internasional
Gertak Sambal NATO Hadapi Invasi Perampok Putin di Ukraina, Tambah Pasukan di Eropa Timur

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengadakan konferensi pers dari markas aliansi pertahanan di Brussels.
FAKTUAL-INDONESIA: NATO hanya bisa mengeluarkan gertak sambal untuk menambah pasukan di Eropa Timur dalam menanggapi makin mengganasnya gerakan Invasi Perampok Vladimir Putin menyerbu Ukraina.
Hanya menggertak. No Action Talking Only.
Itulah langkah NATO yang merupakan sekutu Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat yang mengaku sebagai pengawal demokrasi dan kebebasan di kala demokrasi dan kebabasan itu sendiri terang-terangan dirampok oleh perintah hanya seorang Putin.
Dari sejak perintah perampokan Putin ke Ukraina diumumkan sampai ke serangan pasukan Rusia ke Ukraina, para pejabat negara-negara NATO hanya bisa bicara koar-koar soal sanksi.
Amerika, Inggris, Prancis dan Jerman kebingungan dilecehkan oleh seorang Putin.
Bahkan para pemimpin NATO hanya bisa gertak sambal dengan mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka mengerahkan lebih banyak pasukan ke Eropa timur setelah Rusia menginvasi Ukraina, dengan mengatakan bahwa Moskow telah berbohong tentang niatnya.
“Tidak seorang pun boleh tertipu oleh rentetan kebohongan pemerintah Rusia,” kata 30 pemimpin itu dalam sebuah pernyataan bersama setelah pertemuan puncak virtual yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg.
“Kami sekarang membuat pengerahan pasukan pertahanan tambahan yang signifikan ke bagian timur aliansi itu,” kata pernyataan itu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Dia mengatakan bahwa invasi tersebut telah menyebabkan penderitaan yang sangat besar dan berpendapat bahwa para pemimpin Barat harus “siap untuk berbuat lebih banyak, bahkan jika itu berarti kita harus membayar harga, karena kita berada dalam masalah ini untuk jangka panjang”.
Dia menambahkan: “Dunia akan meminta pertanggungjawaban Rusia dan Belarusia atas tindakan mereka. Rusia sebagai agresor, Belarusia sebagai enabler.”
Stoltenberg mengatakan bahwa “Tujuan Kremlin tidak terbatas pada Ukraina” dan mencatat bahwa Rusia telah menuntut perjanjian yang mengikat secara hukum untuk menghentikan ekspansi NATO lebih lanjut.
Dia berbicara setelah pertemuan perwakilan NATO dan mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia telah “menghancurkan perdamaian di Eropa”. Dia menambahkan: “Pikiran kami bersama mereka yang tewas terluka dan terlantar.”
Dia meminta Rusia untuk segera menghentikan serangannya, menarik pasukannya dari Ukraina dan memasuki kembali dialog damai.
“Krisis ini mempengaruhi kita semua.”
NATO menyerukan Moskow untuk menarik semua pasukannya dari Ukraina dan “untuk kembali dari jalan agresi yang telah dipilihnya”.
“Keputusan Presiden Putin untuk menyerang Ukraina adalah kesalahan strategis yang mengerikan, di mana Rusia akan membayar harga yang mahal, baik secara ekonomi maupun politik, untuk tahun-tahun mendatang,” kata pernyataan itu.
Saat mengirim pasukan ke Eropa timur, NATO mengatakan “akan membuat semua pengerahan diperlukan untuk memastikan pencegahan dan pertahanan yang kuat dan kredibel”.
“Langkah-langkah kami adalah dan tetap preventif, proporsional dan tidak meningkat,” tambahnya.***














