Connect with us

Hukum

Ratu Properti Truong My Lan Dijatuhi Hukuman Mati, Ini Sepak Terjangnya Mengambil Rp 200 T Uang Negara

Diterbitkan

pada

Ratu properti Vietnam yang merugikan negara hingga Rp 200 triliun, terbesar sepanjang sejarah Vietnam. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Taipan real estate, Truong My Lan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Vietnam pada Kamis (11/4/2024) karena terbukti melakukan penipuan keuangan negara senilai 304 triliun dong atau sekitar US$ 12,5 miliar, setara Rp 200 triliun (kurs Rp 16.000). Kasus ini merupakan penipuan keuangan terbesar di negara tersebut.

Kasus ini cepat diputuskan setelah memulai persidangan pada 5 Maret lalu. Hal ini sesuai janji pemimpin Partai Komunis yang berkuasa, Nguyen Phu Trong untuk melawan korupsi di Vietnam.

Lan yang merupakan pimpinan pengembang real estate Van Thinh Phat Holdings Group, dinyatakan bersalah melakukan penggelapan, penyuapan dan pelanggaran peraturan perbankan pada akhir persidangan di pusat bisnis Kota Ho Chi Minh. Ratu properti itu akan mengajukan banding atas hukuman mati tersebut.

Siapa Truong My Lan?
Dalam laporan yang pernah dipublikasikan media pemerintah setempat, Tien Phong, diketahui Truong My Lan yang lahir pada tahun 1956 dan mulai membantu menjual kosmetik bersama ibunya, seorang pengusaha China, di pasar tertua di kota Ho Chi Minh.

Dia dan keluarganya mendirikan perusahaan Van Thinh Phat pada tahun 1992, ketika Vietnam meninggalkan perekonomian negaranya dan beralih ke perekonomian yang lebih berorientasi pasar dan terbuka bagi orang asing. Selama bertahun-tahun VTP tumbuh menjadi salah satu perusahaan real estat terkaya di Vietnam.

Advertisement

Mengutip APNews, saat ini perusahaan tersebut terhubung dengan beberapa properti paling berharga di pusat kota Ho Chi Minh termasuk Times Square Saigon 39 lantai yang berkilauan, Windsor Plaza Hotel bintang lima, gedung perkantoran Capital Place 37 lantai, dan hotel bintang lima Sherwood Residence di mana Lan hidup sampai penangkapannya.

Lan bertemu suaminya, investor Hong Kong Eric Chu Nap-kee, pada tahun 1992. Berbeda dengan Lan, suaminya hanya dijatuhi hukuman penjara 9 tahun.

Melansir dari Aljazeera pada Sabtu (13/4/2024), Truong My Lan diketahui telah mengendalikan Bank Komersial Saham Gabungan Saigon atau Saigon Commercial Bank (SCB) secara ilegal selama 2012-2022 untuk menarik dana melalui ribuan perusahaan ‘hantu’ serta menyuap pejabat pemerintah.

Lewat akal bulusnya, Truong My Lan secara ilegal menguasai dan mengendalikan SCB. Sebenarnya, dalam hukum yang berlaku di Vietnam, kepemilikan saham bank dibatasi hanya 5% untuk 1 orang.

Namun, dalam persidangan jaksa penuntut mengungkap bahwa Lan memiliki lebih dari 90% saham SCB. Aksi liciknya bisa berjalan karena Lan memborong saham bank tersebut lewat ratusan perusahaan ‘hantu’ yang ia kendalikan.

Advertisement

Dengan kuasanya, Truong disebut berhasil menyelipkan antek-anteknya sebagai manajer. Setelah berhasil menguasai SCB, Lan bisa leluasa meminta pimpinan bank tersebut mengeluarkan uang dalam bentuk pinjaman.

Lan memerintahkan antek-anteknya yang telah ia susupkan untuk menyetujui ratusan pinjaman ke jaringan perusahaan cangkang yang ia kuasai. Berkat kuasanya, uang tersebut bisa cair meski dokumen belum lengkap.

Untuk menghindari kecurigaan, Lan mengajukan pinjaman atas nama orang lain atau perusahaan. Total ada 1.284 pinjaman yang pada akhirnya uang tersebut mengalir ke Lan.

Singkat Cerita, SCB bangkrut pada Oktober 2022! Pemerintah turun tangan. Penyebab kebangkrutan, tentu saja, diselidiki. Dari sana, mulai terkuak aksi ilegal Lan.

Dalam pengusutan, Lan tak bertindak sendiri. Kementerian Keamanan Vietnam merekomendasikan penuntutan terhadap 85 orang lainnya, termasuk 24 pejabat pemerintah dan rekanan perusahaan properti tersebut serta pihak Saigon Commercial Bank.

Advertisement

Kasus Lan merupakan skandal korupsi terbesar dalam sejarah Asia Tenggara. Lan didakwa atas berbagai kejahatan, mulai penyuapan hingga pelanggaran peraturan perbankan. Hukuman mati dinilai pantas untuknya.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement