Connect with us

Hukum

Polri Konfirmasi Kabar Bunker Rp900 M Ferdy Sambo, Soal Isu LGBT Makin Mencuat

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo (kiri) memberi keterangan soal bunker uang Rp 900 M di rumah Ferdy Sambo dan mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara yang menyinggung soal LGBT

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo (kiri) memberi keterangan soal bunker uang Rp 900 M di rumah Ferdy Sambo dan mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara yang menyinggung soal LGBT

FAKTUAL-INDONESIA: Belum terungkapnya motif pembunuhan Brigadir J membuat berbagai informasi bermunculan terkait dengan kasus yang berkaitan dengan citra Kepolisian Republik Indonesia itu setelah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka.

Informasi diwarnai berbagai kemungkinan seperti pelecehan, perselingkuhan, pengungkapan rahasia bisnis haram,  timbunan uang simpanan Ferdy Sambo dan bahkan mencuat kabar psikopat serta LGBT.

Pihak Polri pun kerja keras untuk memberikan informasi untuk menepis hal-hal yang tidak benar terkait berbagai kabar yang muncul menyelubungi kasus yang menggerkan masyarakat di Tana Air ini.

Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengonfirmasi kabar penemuan bunker berisi uang Rp900 miliar di rumah tersangka Irjen Pol. Ferdy Sambo adalah tidak benar.

“Berdasarkan informasi dari tim khusus yang melakukan penggeledahan di beberapa tempat Irjen FS, info soal bungker Rp900 miliar tidaklah benar,” kata Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis seperti dipantau dari media antaranews.com di Jakarta, Minggu.

Advertisement

Menurut Dedi, tim khusus Polri memang melakukan penggeledahan di beberapa tempat tinggal Irjen Pol. Ferdy Sambo dan menyita beberapa barang bukti. Namun, tambahnya, tidak ada bungker berisi uang Rp900 miliar sebagai barang bukti yang disita Polri.

“Apa saja yang disita itu untuk pembuktian nanti di persidangan. Timsus melakukan penyidikan dengan langkah pro justitia,” tambahnya.

Dia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga kini, tegasnya, Polri terus berkomitmen mengusut perkara penembakan Brigadir J dengan profesional, akuntabel, dan transparan.

“Tim khusus terus bekerja. Mohon sabar dan dukungannya. Komitmen kami sejak awal mengusut perkara ini sampai tuntas dengan mengedepankan pendekatan scientific crime investigation,” jelasnya.

Sebelumnya, dia mengatakan Polri fokus untuk menuntaskan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, khususnya terkait pembuktian pasal yang sudah diterapkan.

Advertisement

“Timsus saat ini fokus untuk pembuktian pasal yang sudah diterapkan adalah 340 subsider 338 juncto 55 dan 56, fokus di situ. Pembuktian secara materiil baik secara formil,” kata Dedi di Jakarta, Kamis (18/8).

Timsus Polri juga fokus untuk membuktikan perkara tersebut secara formil maupun materiil sehingga untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Isu LGBT

Kini makin mencuat beredar kabar, Ferdy Sambo terjerat kasus LGBT.

Dari pantauan media ayosemarang.com, isu soal LGBT atau hubungan suka sesama jenis berhembus di kasus kematian Brigadir J yang diotaki Ferdy Sambo.

Advertisement

Awalnya, isu LGBT di kasus Ferdy Sambo ini diungkapkan mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, dalam wawancara TV One.

Sayangnya, Deolipa tidak menjelaskan secara detail siapa cowok suka cowok atau gay yang dimaksud.

“Ya, kita serah terima perasaan. Untung saja saya sama dia (Bharada Eliezer) bukan LGBT, bukan cowok sama cowok, ya, kan. Mangkanya, saya nggak jatuh cinta sama siapa ini (Bharada Eliezer),” kata Deolipa Yumara, dalam potongan pernyataan Deolipa itu diunggah akun TikTok @holtemontea84.

Lantas apa kata Polri soal isu LGBT Ferdy Sambo?

Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Polri soal dugaan kasus LGBT tersebut.

Advertisement

Kabag Penum Polri, Kombes Nurul Azizah menjelaskan, pihaknya belum bisa membenarkan adanya dugaan LGBT dalam kasus Ferdy Sambo.

“(Soal kasus LGBT) Timsus masih bekerja,” ujar Kombes Nurul seperti dikutip dari pojoksatu.id, Jumat 19 Agustus 2022.

Menurut Nurul, jika ada perkembangan baru dalam kasus Ferdy Sambo termasuk adanya kasus LGBT, nantinya yang akan menyampaikan Timsus langsung.

“Jadi mohon bersabar dan kita tunggu update dari Timsus ya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Mahfud MD menyatakan kasus dan motif pembunuhan Brigadir J ini sangat sensitif dan hanya bisa dikonsumsi orang dewasa.

Advertisement

Bahkan, menyebut motif tersebut dengan istilah mengerikan campur menjijikan.

“Cerita-cerita laporan pemeriksaan itu yang mengerikan. Mengerikan campur menjijikkan juga. Makanya saya bilang sensitif,” kata Mahfud MD saat menjadi tamu podcast Deddy Corbuzier.

Mahfud MD menjelaskan jika motif mengerikan dan menjijikkan sama sekali tidak terkait dugaan pelecehan Putri Candrawathi. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca