Selebritis
Dimas Anggara Fokus Belajar Bahasa Jepang Demi Film Horor ‘Jikobukken’

Dimas Anggara siap lakukan syuting film di Jepang pada 28 Mei 2026. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Dunia perfilman Indonesia akan kembali berkolaborasi dengan Perfilman Jepang. Kali ini aktor Dimas Anggara bakal menghadapi tantangan berat dalam proyek film horor terbaru yang berjudul Jikobukken.
Pasalnya, dalam film arahan sutradara Billy Christian ini, Dimas dituntut untuk fasih berdialog menggunakan bahasa Jepang. Tentu saja, ini bukan hal mudah bagi suami Nadine Chandrawinata ini.
Selain dia tidak mengerti huruf Kanji, dia juga mengaku susah melafalkan bahasa Jepang. Ia merasa ada hambatan teknis yang membuat proses belajarnya menjadi sangat menantang.
“Kebetulan lidah saya ternyata karena agak mungkin pendek kali ya atau gimana, bahasa Jepang tuh susah banget. Jadi banyak kata-kata yang kalau saya mau ucapin tuh antara otak, lidah, sama hati enggak sinkron,” ujar Dimas Anggara dalam konferensi pers di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026).
Baginya, bobot kesulitan belajar bahasa Jepang untuk kebutuhan film ini berada di level tertinggi.
Meski ia menyukai budaya populer Jepang seperti anime, mengucapkan bahasa Jepang secara formal di depan kamera adalah hal yang berbeda.
“Kalau skala 1 sampai 10, ya (susahnya) 10 lah ya. Sampai saat ini pun masih terus belajar,” imbuhnya.
Untuk memastikan kualitas akting dan kefasihan dialognya, Dimas bersama jajaran pemain Indonesia lainnya didampingi oleh seorang guru bahasa yang merupakan warga negara asli Jepang. Tantangan Dimas tidak berhenti pada bahasa.
Dalam film Jikobukken, ia memerankan karakter Hilman, seorang CEO muda yang didiagnosis menderita penyakit parah dan umurnya tidak akan lama lagi.
Hilman diceritakan sebagai seorang yatim piatu yang tumbuh besar dengan kecintaan pada anime. Menjelang akhir hayatnya, ia memutuskan pergi ke Jepang untuk menyewa sebuah rumah tradisional dan menggunakan jasa “sewa keluarga” demi merasakan kehangatan rumah tangga yang diimpikannya sejak kecil.
“Tantangannya adalah karakter Hilman ini dia punya depth acting yang dalam karena banyak inner struggle. Dia tumbuh besar tanpa guidance orangtua, tapi bisa sukses karier. Itu kekuatan mentalnya diuji banget,” tutur Dimas.
Produser Andreas Sullivan memastikan bahwa seluruh proses pengambilan gambar akan dilakukan sepenuhnya di Jepang, mulai dari prefektur Niigata hingga daerah lainnya.
“Kita 100 persen di Jepang. Pemainnya nanti akan berkolaborasi juga dengan pemain dari Jepang, termasuk kru di sana,” jelas Andreas.***














