Hiburan
Konser ‘Winter is Coming’ Hadirkan 9 Musisi dari Jepang dan Emma Hochschild

Konser ‘Winter is Coming’ sangat ditunggu-tunggu para penikmatnya. (Foto : Amadeus Indonesia)
FAKTUAL-INDONESIA : Yayasan Musik Amadeus Indonesia kembali membuat gebrakan dengan terpilihnya Amadeus Symphony Orchestra sebagai perwakilan Indonesia dalam Asia Project milik Tokyo Symphony Orchestra (TSO).
Mereka menggelar konser bertajuk ‘Winter is Coming’ pada Sabtu, 3 Mei 2025 di Aula Simfonia Jakarta dengan mendatangkan 9 musisi dari Jepang. Konser ini sangat ditunggu-tunggu penikmatnya di Indonesia.
Konser juga menampilkan konduktor Prof. Henrik Hochschild, associate concert master Leipzig Gewandhaus Orchestra, profesor biola di Hochschule für Musik und Theater (HMT) “Felix Mendelssohn-Bartholdy” dari Jerman dan solois flute Emma Hochschild yang sudah memenangkan berbagai kompetisi flute di Jerman dan seluruh dunia.
Baca Juga : Konser Taeyeon di Jakarta, “Terima Kasih Sudah Menonton”
Pada kesempatan ini, ASO dan TSO mengajak penikmat musik klasik Indonesia untuk menjelajahi karya-karya komponis Skandinavia seperti Grieg, Sibelius dan Nielsen, juga karya komponis Jerman yang pernah tinggal di Denmark, Reinecke.
Program konser antara lain: “Suite for Strings” Op. 1 karya Carl Nielsen, “Pelléas & Mélisande”” Op. 46 JS 147, “Flute Concerto in D major” Op. 238, ICR 25 karya Carl Reinecke dengan solis flute Emma Hochschild, “Peer Gynt” Op. 23 karya Edvard Grieg,dan “Scènes Historiques II” Op. 66, JS 82 karya Jean Sibelius. Tidak ketinggalan ditampilkan 2 encore: Largo dari Concerto No. 4 in F minor “Winter” Op. 8, RV 297 karya Vivaldi dan Abba Medley.
“Agungnya alam Skandinavia tergambarkan dalam musik daerah ini, seperti dalam karya Grieg dan Sibelius yang kita dengarkan malam ini,” kata Prof. Hochschild dalam keterangan persnya pada Sabtu (3/5/2025).
“Pada awalnya, tema dan melodinya terdengar sederhana, seperti dipetik dari pohon atau tumbuh sendiri di tengah hutan. Kemudian berubah warna dan mood-nya sesuai dengan instrumentasi dan harmoni yang berkembang. Kedalaman dan dimensinya juga berubah melalui kontras dinamik, dengan penggambaran alam yang terus hadir dalam pola yang berulang pada iringan. Sungguh, semua ini berbeda dan baru, karya dari seniman-seniman luar biasa,” lanjut dia.
Sementara itu, Managing Director Tokyo Symphony Orchestra, Yositaka Hirooka mengaku senang mendapat kesempatan konser bersama Amadeus Symphoni Orchestra.
“Kami senang mendapat kesempatan untuk mengadakan konser bersama Amadeus Symphony Orchestra dan ini adalah penampilan pertama kami di Indonesia. Kami juga senang karena dapat berkomunikasi dengan musisi Indonesia melalui musik,” ujar Yoshitaka Hirooka.
Baca Juga : D’MASIV Bakal Konser di Tiga Kota Besar Jepang pada 18-20 April 2025
Di sisi lain, solois flute Emma Hochschild tampil memukau dalam pertunjukkan tersebut. Dia mulai mempelajari flute di Guildhall School of Music and Drama di London dan menyelesaikan studi S1nya pada tahun 2022 di Universitas Musik Nuremberg.
Saat ini, ia sedang menyelesaikan studi S2-nya di bawah bimbingan Prof. Anna Garzuly-Wahlgren di Universitas Musik dan Teater di kota asalnya, Leipzig. Ia telah memenangkan berbagai penghargaan, antara lain di International Friedric Kuhlau Competition di Jerman pada tahun 2019 dan 2023.
Pada tahun 2023, ia merupakan pemenang kedua dalam International Flute Competition, Ittervoort. Pada tahun 2024, ia merupakan pemenang pertama dalam International Ferdinand Ness Competition. Saat ini, ia juga sedang menantikan live round dari Kobe International Flute Competition di Jepang pada akhir 2025 setelah berhasil lolos seleksi awal.***














