Home Ekonomi BPJAMSOTEK Berikan Bantuan Senilai Rp30 Juta Untuk Para PMI

BPJAMSOTEK Berikan Bantuan Senilai Rp30 Juta Untuk Para PMI

oleh Dwipraya

Foto: Istimewa

FAKTUALid – BPJAMSOSTEK memberikan bantuan senilai Rp30 juta untuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) Jatim yang hendak pulang ke kampung halamannya. Bantuan yang diwujudkan dalam bentuk masker medis, hand sanitizer, multi vitamin dan susu diberikan saat mereka sedang menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Menurut Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Deny Yusyulian, pihaknya akan terus berkomitmen meningkatkan perlindungan bagi para tenaga kerja Indonesia (TKI) berupa perlindungan jaminan sosial. “Para PMI ini merupakan peserta Program BPJAMSOSTEK, sehingga kami harus memastikan manfaat perlindungannya,” ujarnya, Rabu (16/6/2021).

Sesuai aturan protokol kesehatan perjalanan internasional pada masa Pandemi Covid-19, seluruh pelaku perjalanan luar negeri yang tiba di Indonesia wajib menjalankan karantina selama 5 hari sebelum kembali ke daerah masing-masing. Termasuk para PMI yang baru tiba di Tanah Air tersebut.

Bagi mereka yang sudah terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan, pihaknya akan memastikan apakah mereka sudah menerima hak-haknya.  “Misalnya  masih adakah jaminan hari tuanya di BPJAMSOSTEK, sehingga sebisa mungkin sebelum balik ke daerah asal sudah kami bayarkan,” ujarnya.

Hingga 15 Juni 2021, BPJAMSOSTEK Jatim sudah melakukan pembayaran klaim untuk PMI sebesar Rp42 juta untuk 5 kasus kecelakaan kerja. Mereka juga sudah membayarkan klaim kematian untuk 2 kasus  sebesar Rp182 juta.

Dia menjelaskan, seluruh warga yang menjadi PMI legal, secara otomatis diikutkan sebagai peserta BPJAMSOSTEK. Mereka yang hanya dikenai iuran Rp370 ribu itu, sudah diberikan jaminan perlindungan sejak 5 bulan sebelum keberangkatan hingga 1 bulan setelah kembali lagi di kampung halaman.

Menurut Deny, selama ini kasus kecelakaan para PMI kebanyakan terjadi saat mereka sedang dalam tahapan pelatihan di balai latihan kerja, atau sebelum berangkat. Hingga saat ini jumlah peserta segmen PMI aktif di  Jawa Timur sebanyak 52.773 orang.

Sementara prosesi penyerahan bantuan BPJAMSOSTEK diserahkan Deny Yusyulian, bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo dan Kepala UPT BP2MI Jawa Timur Happy Mei Ardeni.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Satgas Repatriasi WNI/PMI, Kepala UPT P2TK Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur, dan Kepala Asrama Haji Sukolilo Surabaya .

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Himawan Estu Bagijo menyebut, kehadiran BPJAMSOSTEK itu merupakan bukti kehadiran negara di kalangan para pahlawan devisa tersebut. “Kebanyakan PMI yang pulang kali ini karena habis kontrak atau sebab lainnya. Mayoritas enggan berangkat lagi terutama ke Malaysia saat pandemi seperti sekarang,” ujarnya.

Pihaknya berharap, total sebanyak 40 ribu  PMI yang pulang ke Jatim kali ini, agar berkoordinasi dengan Disnaker supaya bisa mendapatkan pelatihan usaha mandiri. “Karena tanpa kompetensi apa-apa, uang banyak yang dibawa pulang PMI itu akan habis dalam 1-2 tahun ke depan,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, baru Hongkong yang sudah mulai membuka peluang bekerja bagi para PMI. Pihaknya berharap, mereka yang berminat berangkat ke Hongkong, agar mendaftar secara legal supaya memiliki jaminan perlindungan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.(Akbar Surya)***

Tinggalkan Komentar