Connect with us

Ekonomi

Omset Turun Hingga 50 Persen, Penjual Durian Kalibata Harapkan Disentuh Program UMKM

Diterbitkan

pada

 

Darmin, salah satu pedagang durian di Kalibata. (Farhan

FAKTUALid – Penjual durian di Kalibata masih berjuang menghadapi pandemi virus corona yang menyebabkan penurunan omset hingga 50 persen dari sebelum muncul ‘bencana’ Covid-19. Sayangnya, jeritan mereka ini belum disentuh program pemerintah dalam membantu UMKM.

Pandemi Covid-19 ini mempunyai dampak yang cukup besar bagi seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Bukan hanya pengusaha kelas atas saja, tetapi kelas bawah juga terkena dampak seperti UMKM mengalami kemosotan omset yang cukup signifikan.

Salah satunya Pak Darmin, salah satu pedagangan durian di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan. Ia menuturkan bahwa pandemi sangat berpengaruh terhadap penjual duriannya tersebut.

“Sekarang ya lagi merosot memang, hampir separuh dibanding pendapatan sebelum pandemi. Dulu s ebelum pandemi bisa menghasilkan uang Rp 5 juta sampai Rp 6 jutaan hari-harinya. Malah kalau lagi libur bisa sampai Rp 10 juta,” ujar Pak Darmin salah satu penjual durian.

Menurut Pak Darmin, penurunan omset hingga 50 persen membuatnya hanya cukup untuk menutup biaya harian. Dirinya tak seperti hari-hari sebelum pandemi yang bisa menyisihan uang untuk ditabung.

Advertisement

“Jadi sekarang ya pasrah dan jalani aja. Begitu ada pandemi terasa banget penjualan duriannya,” kata Par Darmin. “Belum lagi saya juga mikirin buat bayar gaji anak buah delapan orang, dimana gaji per harinya Rp 100 ribu bersih dan biaya makan dan lain-lain masih harus saya sediakan. Pokoknya uang Rp 2 juta mah abis untuk satu hari itu doang” sambung pak Darmin.

Turunnya omset penjualan durian, lanjut Pak Darmin, juga akibat karena kalangan menengah kelas atas enggan untuk keluar rumah lantaran takut terpapar Covid-19. “Banyak orang takut atau segen keluar rumah karena takut terpapar Covid-19,” ucap Pak Darmin. “Apalagi keluar hanya buat beli durian ke sini. Itulah yang sedang kita hadapi sekarang ini,” imbuhnya.

Untuk mengatasi minimnya penjualan, kata Pak Darmin, sedikit banyak dia dan pedagang durian sejawadnya terbantu dengan hadirnya aplikasi ojek online seperti Go-Jek dan Grab untuk pemesanan atau pembelian dengan online. “Jujur sedikit terbantu dengan adanya layanan ojek online dimana pembeli tak perlu datang untuk memesan dan mendapatkan durian yang kami jual,” aku Pak Darmin. “Layanan ojek online sedikit banyak cukup membantu penjualan dunia yang tengah menurut sejak pandemi ini,” jelas Pak Darmin.

Pak Darmin berharap pemerintah sudi turun tangan meringankan jeritan pedagang durian di Kalibata melalui program UMKM, untuk membantu kesulitan yang dihadapan di masa pandemi ini. Karena dirinya yakin melalui perhatian memajukan pedagang durian lewat program UMKM, hal tersebut akan menggerakan perekonomian nasional atau paling tidak membantu meringankan kesulitan ekonomi yang dihadapi para penjual durian. (Farhanzuhdi)

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement