Ekonomi
Terima Ketua Dewan Pembina APRINDO, Mendag Busan Nyatakan Ritel Motor Penggerak Penciptaan Lapangan Kerja Indonesia

Menteri Perdagangan, Budi Santoso (Mendag Busan) menerima kunjungan Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Abdul Latief, dan pengurus APRINDO yang berlangsung di Kantor Kemendag Jakarta, Rabu (16/7/2025) (Kemendag)
FAKTUAL INDONESIA: Ritel merupakan motor penggerak distribusi barang, pemerataan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja di seluruh wilayah Indonesia. Ritel juga merupakan wadah kolaborasi konkrit antara pelaku ritel dengan UMKM lokal.
Demikian dikemukakan Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) saat menerima kunjungan Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Abdul Latief, dan pengurus APRINDO di Kantor Kemendag Jakarta, Rabu (16 Juli). Kunjungan dalam rangka membicarakan kolaborasi ekspor dan pengembangan ritel di Indonesia.
Baca Juga : Sidak Minyak Goreng di Malang, Gubernur Jatim Minta Pemda Berkoordinasi Dengan Aprindo
Produk UMKM semakin banyak masuk ke jaringan ritel modern, memperoleh akses pasar lebih luas, serta meningkatkan daya saing di pasar domestik dan ekspor. Ritel juga sebagai sarana kampanye cinta produk Indonesia, misalnya melalui Gerakan Kamis Pakai Lokal (GASPOL).
Mendag Busan menambahkan bahwa Kementerian Perdagangan terus mendorong transformasi digital di sektor ritel, termasuk adopsi teknologi digital untuk meningkatkan layanan, pemasaran, dan efisiensi operasional.
Pada kesempatan ini, Pengurus APRINDO meminta kesediaan Mendag menghadiri dan mengisi sesi diskusi panel pada acara puncak Hari Ritel Nasional (HRN) Tahun 2025. Pada tahun ini, launching HRN akan diselenggarakan pada tanggal 17 Juli 2025 bertempat di Auditorium Kementerian Perdagangan. Puncak acara HRN 2025 akan diselenggarakan pada tanggal 8 – 11 November 2025.
Baca Juga :Untuk Ciptakan Lapangan Kerja, Menteri ESDM Bahlil Harap Pembangunan Transmisi dan Gardu Maksimalkan TKDN – Faktual Indonesia
Pada pertemuan ini, Mendag didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Sofwan; Sekretaris Ditjen PEN, Arief Wibisono; Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Bayu Wicaksono; dan Direktur Bina Usaha Perdagangan Septo Soepriyatno. ***














