Ekonomi
Pengaruh China di Balik Melemahnya Rupiah dan IHSG, Emas Antam Melonjak

Persaingan dagang China dengan Amerika Serikat mempengaruhi melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/4/2025) sore ketika harga emas PT Antam melonjak
FAKTUAL INDONESIA: Ada pengaruh China di balik melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam penutupan perdagangan Rabu (16/4/2025) sore.
Pengamat menilai, pelemahan kurs rupiah dipengaruhi penolakan China atas pengiriman pesawat Boeing dari AS.
Pengaruh China yang dalam proses negosiasi dengan AS membayangi pelaku pasar sehingga IHSG BEI ditutup melemah.
Sementara itu harga emas PT Aneka Tambang (Antam) Tbk melonjak dalam situasi harga emas menembus angka 3.300 dolar AS per troy ounce untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Baca Juga : Sentimen Positif Penundaan Tarif Amerika, Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Menguat, Emas Antam Melonjak
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta melemah sebesar 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.837 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.827 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp16.845 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.815 per dolar AS.
Dalam pantauan media online seperti yang dilansir laman berita antaranews.com, pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi penolakan China atas pengiriman pesawat Boeing dari AS.
“China telah memerintahkan maskapai penerbangannya untuk tidak menerima pengiriman jet Boeing lebih lanjut sebagai tanggapan atas keputusan AS untuk mengenakan tarif 145 persen pada barang-barang China,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Investor disebut sedang berjuang menemukan katalis untuk mendorong pemulihan lebih berarti mengingat pertumbuhan ekonomi global secara luas diperkirakan melambat seiring kebijakan tarif AS terhadap berbagai negara, terutama China yang diberlakukan tarif sebesar 145 persen dalam berbagai sektor.
Trump yang telah menaikkan tarif pada barang-barang China ke tingkat sangat tinggi, kata Ibrahim, mendorong China mengenakan bea balasan atas impor AS dalam perang dagang yang semakin intensif antara dua ekonomi terbesar dunia. Situasi ini dikhawatirkan pasar akan menyebabkan resesi global.
Baca Juga : Trump Tunda Penerapan Tarif Amerika, Kurs Rupiah Menguat dan IHSG Melesat
Melihat sentimen dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2025 diprediksi melambat menjadi kisaran 4,9-5 persen. Proyeksi ini melambat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat 2024 yang mencapai 5,02 persen.
Tantangan reformasi struktural dan efektivitas belanja pemerintah, perlunya peningkatan produktivitas sektor riil, efektivitas kebijakan fiskal dan moneter, dan urgensi penguatan fundamental ekonomi domestik dianggap menjadi penghambat laju perekonomian.
IHSG Melemah 0,65 Persen
IHSG ditutup melemah 41,63 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.400,05. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,96 poin atau 0,82 persen ke posisi 717,25.
“Pasar tampaknya dibayangi ketidakpastian proses negosiasi AS dan China sehubungan dengan tarif dagang terkait posisi kedua negara yang bersikeras dengan posisi masing-masing sehubungan perang tarif dagang,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico di Jakarta, Rabu.
Pelaku pasar menilai proses negosiasi antara AS dan China berpotensi akan sulit, pasar khawatir sikap keras kepala kedua negara dapat menghambat proses negosiasi.
Dari dalam negeri, rencana aksi yang akan dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan akan menambah porsi portofolio investasi di pasar modal sebesar 20 persen tentunya memberikan optimisme pelaku pasar terhadap pasar modal dalam neger.
Baca Juga : IHSG Dibuka Turun Lebih dari 9 Persen, BEI Bekukan Sementara Perdagangan
Selain itu, sejumlah emiten melakukan aksi buyback, sehingga dapat memperkuat kepercayaan investor, serta menyesuaikan diri dengan kondisi pasar dalam mengurangi tekanan, yang dapat menopang pasar keuangan dalam negeri.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu sektor kesehatan dan sektor energi yang masing-masing naik sebesar 0,30 persen dan 0,23 persen.
Sedangkan, sembilan sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam minus sebesar 1,20 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing turun sebesar 0,74 persen dan 0,69 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CENT, DOSS, DWGL, KJEN dan BOAT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BTEK, MDRN, ASBI, ECII dan XSSI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.162.563 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,12 miliar lembar saham senilai Rp21,11 triliun. Sebanyak 250 saham naik 331 saham menurun, dan 220 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 347,14 poin atau 1,01 persen ke 33,920,40, indeks Shanghai menguat 8,34 poin atau 0,26 persen ke 3.276,00, indeks Kuala Lumpur melemah 3,94 poin atau 0,27 persen ke 1.476,92, dan indeks Strait Times menguat 26,59 poin atau 0,73 persen ke 3.651,31.
Baca Juga : Sambut Libur Panjang Idul Fitri, IHSG BEI Ditutup Menguat meskipun Sempat Melemah saat Pembukaan Perdagangan
Emas Cetak Sejarah
Harga emas naik 2 persen pada Rabu, menembus angka 3.300 dolar AS per troy ounce untuk pertama kalinya dalam sejarah, menurut data perdagangan yang dirilis pada Rabu.
Pada pukul 04.57 GMT, harga emas untuk kontrak berjangka bulan Juni di bursa New York Comex naik sebesar 61,22 dolar AS menjadi 3.301,62 dolar AS per troy ounce.
Dalam kondisi itu harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia Rabu (16/4) mengalami kenaikan Rp20.000 dari semula Rp1.896.000 menjadi Rp1.916.000 per gram.
Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik menjadi Rp1.765.000 per gram.
Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.
PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Baca Juga : Perdagangan Sempat Dibekukan setelah Turun 5 Persen, IHSG Ditutup Melemah
Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Rabu:
– Harga emas 0,5 gram: Rp1.008.000.
– Harga emas 1 gram: Rp1.916.000.
– Harga emas 2 gram: Rp3.772.000.
– Harga emas 3 gram: Rp5.633.000.
– Harga emas 5 gram: Rp9.355.000.
– Harga emas 10 gram: Rp18.655.000.
– Harga emas 25 gram: Rp46.512.000.
– Harga emas 50 gram: Rp92.945.000.
– Harga emas 100 gram: Rp185.812.000.
– Harga emas 250 gram: Rp464.265.000.
– Harga emas 500 gram: Rp928.320.000.
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.856.600.000.
Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.
Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. ***














