Connect with us

Ekonomi

Trump Tunda Penerapan Tarif Amerika, Kurs Rupiah Menguat dan IHSG Melesat

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Trump Tunda Penerapan Tarif Amerika, Kurs Rupiah Menguat dan IHSG Melesat

Penundaan penerapan kebijakan tarif terhadap sebagian besar negara di dunia kecuali China oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpengaruh positif pada nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/4/2025).

FAKTUAL INDONESIA: Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda penerapan kebijakan tarif terhadap sebagian besar negara di dunia kecuali China berpengaruh positif pada nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/4/2025).

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Kamis pagi di Jakarta menguat sebesar 40 poin atau 0,24 persen menjadi Rp16.833 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.873 per dolar AS.

Sedangkan IHSG dibuka menguat signifikan 302,62 poin atau 5,07 persen ke posisi 6.270,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 44,78 poin atau 6,69 persen ke posisi 714,15.

Secara mengejutkan setelah membuat guncang pasar dunia, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba-tiba menunda penerapan kebijakan tarif selama 90 hari kecuali terhadap China, Rabu waktu setelampat atau Kamis (10/4/2025) pagi.

Baca Juga : IHSG Dibuka Turun Lebih dari 9 Persen, BEI Bekukan Sementara Perdagangan

Trump mengumumkan penundaan itu kepada sebagian besar negara namun justru tetap memberlakukan tarif kepada China bahkan menaikkannya lebih tinggi lagi.

Advertisement

Keputusan itu jelas makin meningkatkan perang dagang dengan China yang sebelumnya melakukan pembalasan keras terhadap rencana penerapan tarif Trump kepada negara itu.

Trump menulis di media sosial sesaat sebelum pukul 1:30 siang bahwa ia mengambil keputusan tersebut karena lebih dari 75 mitra dagang tidak melakukan pembalasan dan telah menghubungi Amerika Serikat untuk “membahas” beberapa masalah yang telah diajukan.

Faktor Global

Seperti dilansir laman berita antaranews.com,  Analis Bank Woori Saudara Rully Nova melihat penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi penundaan penerapan kebijakan tarif oleh Donald Trump.

“Rupiah hari ini diperkirakan ditutup menguat di kisaran Rp16.775-Rp16.870 yang dipengaruhi oleh faktor global, yaitu penundaan penerapan tarif oleh Presiden Trump,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Advertisement

Baca Juga : Kebijakan Tarif Amerika Berlaku Rabu Ini, Presiden Donald Trump Perdalam Perang Dagang Global

Untuk faktor domestik, sentimen positif berasal dari level inflasi yang rendah sebesar 1,03 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada Maret 2025.

Selain itu, juga adanya harapan penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).

“Ruang penurunan suku bunga oleh BI cukup besar karena inflasi masih sangat rendah. Alasan yang mendasar lebih pada menjaga momentum pertumbuhan agar tidak terjadi stagnasi ekonomi,” kata Rully.

Naik Signifikan

Pelaku pasar merespon positif penundaan implementasi tarif impor oleh Presiden Donald Trump sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi bergerak naik signifikan

Advertisement

IHSG dibuka menguat signifikan 302,62 poin atau 5,07 persen ke posisi 6.270,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 44,78 poin atau 6,69 persen ke posisi 714,15.

“IHSG hari ini berpotensi rebound mengikuti pergerakan bursa AS karena melemahnya tensi perang dagang setelah Presiden Trump menunda pengenaan tarif 90 hari, kecuali untuk China,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman di Jakarta, Kamis.

Baca Juga : Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden: Menko Airlangga Sampaikan Strategi China dan Indonesia Respons Tarif Amerika

Pada perdagangan Rabu (9/4), bursa AS Wall Street berhasil rebound dengan indeks S&P 500 melonjak 9,5 persen, indeks Dow Jones naik 7,69 persen, indeks Nasdaq naik 12,16 persen, serta Russell 2000 naik 8,66 persen.

Dari sisi sektor, sektor teknologi juga naik 14,15 persen dan sektor utilitas defensif naik 3,91 persen. Dari sisi perusahaan, saham Nvidia naik 18,7 persen dan Apple melesat 15,3 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini, diantaranya indeks Nikkei naik 2.630,18 poin atau 4,46 persen ke 34.344,21, indeks Kuala Lumpur menguat 62,41 poin atau 4,46 persen ke 1.463,00, indeks Shanghai naik 47,38 poin atau 1,49 persen ke 3.234,19, serta indeks Strait Times terkoreksi 203,86 poin atau 6,01 persen ke 3.597,55. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca