Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Rabu 2 September 2026: Melemah Tipis di tengah Minimnya Sentimen Positif, Besok Konsolidasi

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sempat dibuka menguat harus bergerak melemah saat penutupan perdagangan saham Rabu (2/9/2026). (Foto: Istimewa)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sempat dibuka menguat harus bergerak melemah saat penutupan perdagangan saham Rabu (2/9/2026). (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan pertengahan pekan dengan penurunan tipis, Rabu (2/9/2026). Intip faktor penyebab dan arah pergerakan saham untuk Kamis (3/9/2026)!

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG terkoreksi 4,16 poin atau 0,06 persen ke level 6.595,78. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga melemah dengan turun 2,54 poin atau 0,39 persen ke posisi 651,87.

Padahal pada pembukaan perdagangan pafi hari, IHSG bergerak menguat 25,45 poin atau 0,39 persen ke posisi 6.625,39. Diiringi Indeks LQ45 naik 2,31 poin atau 0,35 persen ke posisi 656,72.

Meskipun bergerak fluktuatif di zona merah sepanjang hari, tekanan aksi jual investor terhitung relatif terbatas. Langkah wait and see masih membayangi para pelaku pasar di tengah minimnya sentimen positif baru dari dalam negeri.

Tren pelemahan juga menghiasi pasar saham regional Asia. Yang tercatat menguat diantaranya indeks Straits Times sebesar 0,59 persen dan Taiex Taiwan melesat 1,8 persen.

Sedangkan yang seiring dengan IHSG terpantau  indeks Nikkei melemah 2,96,  indeks Shanghai melemah 0,97, indeks Hang Seng melemah 0,07 persen, dan indeks Kospi melemah 3,99 persen.

Advertisement

Lonjakan Harga Minyak

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias NIco dalam kajiannya di Jakarta, Rabu, mengemukakan, bursa Asia didominasi pelemahan mengikuti penurunan Wall Street, AS, setelah lonjakan harga minyak meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Dari mancanegara, Nico mengatakan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan, sehingga menambah tekanan inflasi global dan memperkuat ekspektasi bahwa bank-bank sentral utama dapat mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat dalam waktu lebih lama.

Dari dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru ditunjuk, Destry Damayanti, memproyeksikan pertumbuhan sebesar 5,2-6 persen PDB 2027, dan memperkirakan nilai tukar Rupiah berada di kisaran Rp17.300-Rp17.800 per dolar AS pada tahun depan.

Sementara itu, inflasi Agustus 2026 meningkat menjadi 3,19 persen dari level terendah dalam tiga bulan pada Juli sebesar 2,28 persen, atau sedikit di atas ekspektasi, didorong oleh meningkatnya harga pangan akibat dampak El Nino, sementara inflasi inti mencapai level tertinggi sejak Maret 2023.

Advertisement

“Namun, pelemahan pasar saham tertahan sebagian oleh surplus neraca perdagangan Juli 2026 yang di luar ekspektasi, didukung oleh kinerja ekspor yang lebih baik dari perkiraan,” ujar Nico seperti dilansir Metrotv.

Faktor Penggerak Pasar

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 3,47 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 0,49 persen dan 0,44 persen.

Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 1,21 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 1,06 persen dan 0,78 persen,

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu NATO, SAPX, PTSP, BELI, dan BWPT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni RGAS, HOPE, FUJI, MSIE dan COCO.

Advertisement

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.436.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 63,13 miliar lembar saham senilai Rp16,80 triliun. Sebanyak 296 saham naik, 338 saham menurun dan 329 tidak bergerak nilainya.

Tercatat tiga faktor pergerak pasar hari ini:

  • Aksi Rotasi Sektor: Investor cenderung memindahkan dana dari saham-saham big cap perbankan ke sektor komoditas yang dinilai lebih tahan terhadap tekanan pasar.
  • Sentimen Regional: Mayoritas bursa Asia bergerak bervariasi (mixed), merespons data aktivitas manufaktur global yang bergerak lambat.
  • Sikap Investor Asing: Terjadi net sell (jual bersih) tipis oleh investor asing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Prediksi Kamis, 3 September 2026

Untuk perdagangan besok, Kamis (3/9/2026), IHSG diproyeksikan masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguji area support terdekat.

  • Level Support:570 – 6.580
  • Level Resistance:620 – 6.640

Secara teknikal, pergerakan indeks masih tertahan di atas area psikologisnya. Jika aksi beli kembali masuk pada saham-saham blue chip, IHSG berpeluang mengalami rebound teknis (penguatan jangka pendek).

Sektor Saham Rekomendasi: Pelaku pasar disarankan untuk mencermati saham-saham di sektor Energi dan Konsumer Primer yang berpotensi menjadi penopang indeks di tengah ketidakpastian pasar. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement