Connect with us

Ekonomi

Ditutup Menguat, Akhir Manis IHSG pada Perdagangan Tahun 2025 yang Dihiasi 24 Kali Rekor ATH

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ditutup Menguat, Akhir Manis IHSG pada Perdagangan Tahun 2025 yang Dihiasi 24 Kali Rekor ATH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan saham tahun 2025 dengan ditutup menguat Selasa (30/12/2025, untuk menghiasi dengan manis dinamika sepanjang tahun yang diwarnai 24 kali rekor ATH

FAKTUAL INDONESIA:  Memang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis, Selasa (30/12/2025) sore, namun itu menjadi akhir manis perdagangan saham selama tahun 2025 yang dihiasi 24 kali rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high (ATH).

Padahal hari ini yang bertepatan dengan hari terakhir bursa saham tahun 2025, IHSG mengawali perdagangan dengan dibuka melemah 16,85 poin atau 0,20 persen ke posisi 8.627,40. Bahkan sempat terjerumus ke zona merah hingga level 8.584,865. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga turun 4,51 poin atau 0,53 persen ke posisi 847,52.

Namun pada perdagangan sesi II, IHSG berhasil membalik posisi hingga sentuh 8.663,668 sebelum ditutup menguat 2,68 poin atau 0,03% ke level 8.646,938. Untuk kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,47 poin atau 0,64 persen ke posisi 846,57.

Baca Juga : Rupiah Letih Hingga Terperosok ke Level Terendah, IHSG Menguat Signifikan

Melansir dari laman IDX, Selasa, menguatnya IHSG di akhir perdagangan tahun 2025, pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid dan berbagai capaian signifikan, seiring optimisme menyongsong tahun 2026. Perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi ditutup dengan seremoni Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2025 di Main Hall BEI dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan, “Tahun 2025 menjadi tahun pembuktian ketahanan dan kesiapan pasar modal Indonesia, meskipun di tengah tekanan domestik dan global yang tinggi, pasar mampu menjaga stabilitas, bangkit kembali, dan menorehkan capaian kinerja yang solid”.

Advertisement

Iman Rachman, mengungkapkan IHSG pada tahun 2025 mencetak rekor level tertinggi atau all-time high sebanyak 24 kali. Adapun, nilai kapitalisasi pasar menembus lebih dari Rp16.000 triliun.

“Memasuki paruh kedua 2025, kita menyaksikan kebangkitan IHSG dari fase pemulihan hingga mampu mencetak rekor demi rekor… Pemulihan ini tidak hanya tecermin pada IHSG, tetapi juga pada fundamental pasar,” jelas Iman dalam pidatonya saat acara penutupan perdagangan saham seperti dilansir SWA.

Di sisi lain, PT Phintraco Sekuritas mencermati IHSG sempat terkoreksi yang dipengaruhi saham BBRI dan ADRO yang memasuki ex date dividend. Level IHSG di hari ini terpicu sentimen harga emas yang terkoreksi setelah menembus ATH, sehingga mendorong pelemahan pada saham-saham barang baku yang berhubungan dengan emas dan turunannya.

“IHSG ditutup menguat 22,13% year-on-year (YoY) di tahun 2025. Semua sektor ditutup menguat di tahun 2025, dengan penguatan terbesar pada saham sektor teknologi,” demikian penjelasan analis di Phintraco Sekuritas.

Baca Juga : Libur Nataru 2025/2026: Kurs Rupiah Menguat, IHSG BEI Sempoyongan ke Zona Merah

Ditopang Saham-saham Konglomerasi

Advertisement

Perdagangan Selasa diwarnai sebanyak 346 saham menguat, 317 saham terkoreksi, serta 146 saham stagnan. Periskop melaporkan, seluruh indeks utama tertekan. IDX30 turun 0,49%, kemudian LQ45 turun 0,64%, dan Sri-Kehati turun 0,14%. Kemudian JII dan ISSI masing-masing turun 0,64% dan 0,01%.

Mayoritas sektor saham berakhir di zona hijau. Penguatan tertinggi terjadi pada sektor barang konsumen siklikal (Cyclical) yang melonjak 3,03%, diikuti sektor infrastruktur yang naik 2,04%, serta sektor keuangan (Finance) menguat 0,97%.

Sektor barang konsumen non-siklikal bertambah 0,51%, properti naik 0,36%, dan industri menguat 0,19%. Di sisi lain, sejumlah sektor ditutup melemah, dengan koreksi terdalam terjadi pada sektor kesehatan yang turun 1,53%, diikuti industri dasar (Basic-Ind) melemah 1,17%, teknologi terkoreksi 0,98%, energi turun 0,19%, serta transportasi melemah 0,11%.

Bangkitnya IHSG dari zona merah ke zona hijau salah satunya ditopang oleh frekuensi perdagangan saham-saham konglomerasi.

Frekuensi perdagangan didominasi oleh grup Prajogo Pangestu melalui saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), grup Bakrie seperti Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Bumi Resources Tbk (BUMI), hingga PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Advertisement

Harga saham CDIA ditutup melemah tipis 0,30% ke Rp1.670, begitu juga dengan BRMS yang melemah 3,93% ke Rp1.100 dan DEWA ditutup melemah 2,90% ke Rp670. Sementara BUMI stagnan di Rp366. Namun, ENRG justru menguat 4,58% ke Rp1.600.

Baca Juga : Rupiah dan IHSG BEI dari Menguat Terperosok ke Zona Merah di Penutupan Perdagangan Selasa

Selebihnya, IHSG menguat berkat disokong saham-saham naungan Daya Anagata Nusantara (Danantara) seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Ada juga anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP), yaitu PP Presisi Tbk (PPRE) yang turut masuk sebagai pencetak frekuensi perdagangan sepanjang hari ini.

Saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti ANTM dan BBRI keduanya ditutup melemah. ANTM koreksi 4,55% ke Rp3.150, sementara BBRI turun 3,17% ke Rp3.660. Adapun PPRE ditutup meroket 25,36% ke Rp173 hari ini.

Saham bank digital dari grup Emtek (EMTK), PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank (SUPA) juga menguat 2,75% ke Rp935. Grup Tommy Soeharto melalui PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) juga menguat 11,21% ke Rp258. Grup Happy Hapsoro lewat PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menguat 5,30% ke Rp1.390.

Selebihnya, saham-saham independen seperti PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menguat 2,70% ke Rp760. PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) pun meroket 17,76% ke Rp126. Apalagi, saham FILM milik Manoj Punjabi lewat PT MD Entertainment Tbk yang melesat 12,84% ke Rp14.500. Emiten energi seperti PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) pun menguat tipis 1,18% ke Rp86. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement