Connect with us

Ekonomi

Libur Nataru 2025/2026: Kurs Rupiah Menguat, IHSG BEI Sempoyongan ke Zona Merah

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Jelang Nataru 2025/2026, nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan valuta Rabu (24/12/2025) namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) harus masuk zona merah pada bursa saham hari ini.

Jelang Nataru 2025/2026, nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan valuta Rabu (24/12/2025) namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) harus masuk zona merah pada bursa saham hari ini.

FAKTUAL INDONESIA: Rupiah menguat namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sempoyongan pada penutupan perdagangan valuta dan saham terakhir jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Rabu (24/12/2025).

Nilai tukar (kurs) rupiah sudah perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak pembukaan perdagangan valuta Rabu pagi. Rupiah masuk zona hijau ketika dibuka menguat 16 poin atau 0,10 persen menjadi Rp16.771 dari sebelumnya Rp16.787 per dolar AS.

Rupiah terus betah di zona hijau sehingga pada penutupan perdaganganmenguat 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.765 dari sebelumnya Rp16.787 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini rupiah  juga bergerak menguat di level Rp16.767 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.790 per dolar AS.

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi seperti dilansir indopremier.com,  mengungkapkan bahwa rupiah berhasil lolos dari sentimen meningkatnyageopolitik di berbagai kawasan,termasuk ketegangan yang kembali muncul antara Amerika Serikat dan Venezuela, yang telah mengganggu pasar keuangan yang lebih luas.

Advertisement

“Ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih longgar juga menjadi pendorong utama. Pasar terus memperhitungkan pemotongan suku bunga Federal Reserve pada tahun 2026, bahkan setelah data ekonomi AS baru-baru ini menunjukkan kekuatan yang mengejutkan,” papar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).

Kurs rupiah juga menguat setelah Biro Analisis Ekonomi melaporkan bahwa ekonomi AS tumbuh dengan laju tahunan yang kuat sebesar 4,3% pada kuartal ketiga 2025, di atas ekspektasi pasar 3,3% dan perkiraan sebelumnya 3,8%.

Di sisi lain, kondisi perdagangan tetap lesu di seluruh wilayah utama saat pasar memasuki liburan Natal. Pasar AS akan tutup lebih awal pada hari Rabu untuk Malam Natal dan akan tutup pada hari Kamis untuk Hari Natal, sementara partisipasi juga menipis di Eropa dan sebagian Asia.

Dari sisi internal, rupiah menguat saat Indonesia diproyeksikan tetap menjaga ketahanan pertumbuhan pada 2026. Hal itu ditopang segmen konsumsi rumah tangga hingga investasi.

“Pergeseran ini menandai transisi ekonomi Indonesia dari sekadar menjaga momentum pertumbuhan menuju penguatan kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan dalam jangka menengah hingga panjang,” ujar Ibrahim menyoroti.

Advertisement

IHSG Lanjutkan Pelemahan

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) masih sempoyongan sehingga harus melanjutkan tren pelemahan ketika  perdagangan saham ditutup, Rabu (24/12/2025). Padahal ketika pembukaan perdagangan IHSG BEI masukzona hijau ketika dibuka menguat 12,60 poin atau 0,15 persen ke posisi 8.597,38. Untuk kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,03 poin atau 0,12 persen ke posisi 849,99.

Namun kemudian IHSG bergerak ke zona merah sehingga ditutup melemah 46,87 atau 0,55 persen ke posisi 8.537,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,51 poin atau 0,41 persen ke posisi 845,44.

Dalam pantauan media online seperti laporan infobank, mayoritas saham dan indeks domestik terkoreksi, dengan 403 saham melemah serta LQ45 dan JII masing-masing turun 0,41 persen dan 1,02 persen.

Sebagian besar sektor ditutup di zona merah, dipimpin sektor bahan baku dan energi, sementara properti dan infrastruktur masih menguat.

Advertisement

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 403 saham terkoreksi, 247 saham menguat, dan 152 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 34,18 miliar saham diperdagangkan dengan 2,53 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp22,29 triliun.

Lebih lanjut, mayoritas indeks dalam negeri juga bergerak melemah, terlihat dari LQ45 yang turun 0,41 persen ke 845,44, JII merosot 1,02 persen menjadi 575,68, dan IDX30 melemah 0,15 persen menjadi 436,03. Sedangkan, Sri-Kehati naik 0,24 persen menjadi 381,73.

Kemudian, mayoritas sektor juga ditutup merah, terlihat dari sektor bahan baku merosot 1,59 persen, sektor energi turun 1,14 persen, sektor transportasi melemah 1,00 persen.

Tidak hanya itu, sektor teknologi merosot 0,77 persen, sektor keuangan turun 0,54 persen, sektor industrial dan sektor kesehatan melemah 0,12 persen, serta sektor siklikal merosot 0,03 persen.

Advertisement

Sedangkan, sektor sisanya menguat, dengan sektor properti naik 0,38 persen, sektor non-siklikal meningkat 0,20 persen, dan sektor infrastruktur menguat 0,16 persen.

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII), dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS).

Sedangkan saham top losers adalah PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL). ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement