Ekonomi
Akhir Pekan Tutup Bulan, Rupiah Menguat sedangkan IHSG BEI Melemah

Nilai tukar (kurs) rupiah menguat sejak pagi hingga sore sedangkan ). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menguat di pembukaan namun melemah pada penutupan perdagangan Jumat (31/10/2025)
FAKTUAL INDONESIA: Perdagangan valuta dan saham di akhir pekan dan tutup bulan Oktober, terpantau bervariasi karena ada yang menguat dan ada pula yang melemah, Jumat (31/10/2025), pagi hingga sore.
Pada perdagangan mata uang, nilai tukar (kurs) rupiah terus bertahan pada posisi menguat sejak pembukaan Jumat pagi hingga penutupan perdagangan sore harinya.
Sedangkan untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), sempat memberikan harapan positif ketika dibuka menguat namun pada penutupan masuk ke posisi melemah.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan menguat sebesar 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp16.631 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.636 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada hari ini juga menguat di level Rp16.625 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.640 per dolar AS.
Menguatnya kurs rupiah di penutupan sedikit menurun dibandingkan saat pembukaan ketika menguat sebesar 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.620 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.635 per dolar AS.
Betah di Zona Merah
Sementara itu IHSG BEI yang sempat dibuka menguat akhirnya ditutup melemah. IHSG setelah dibuka menguat bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan.
Pagi hari IHSG BEI dibuka menguat 22,51 poin atau 0,28 persen ke posisi 8.206,57. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,34 poin atau 0,04 persen ke posisi 837,28.
Namun pada penutupan perdagangan IHSG ditutup melemah 20,18 atau 0,25 persen ke posisi 8.163,88. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,40 poin atau 0,65 Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor infrastruktur yang menguat sebesar 1,31 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing naik sebesar 0,71 persen dan 0,24 persen.
Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor industri turun paling dalam sebesar 1,54 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor barang baku yang turun masing-masing sebesar 0,96 persen dan 0,78 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DWGL, TBIG, LINK, TEBE, dan KDTN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni UANG, KOBX, KETR, ITMA dan HOPE.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.977.765 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,08 miliar lembar saham senilai Rp19,17 triliun. Sebanyak 272 saham naik, 377 saham menurun, dan 161 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1.152,39 poin atau 2,25 persen ke 52.478,00, indeks Hang Seng melemah 376,04 poin atau 1,43 persen ke 25.906,65, indeks Shanghai melemah 32,11 poin atau 0,81 persen ke 3.954,79, dan indeks Strait Times melemah 4,46 poin atau 0,10 persen ke 4.433,86. ***














