Connect with us

Ekonomi

3 Mei 2022 WIB > Emas Tergelincir, Dolar Melambung Dekati Harga Tertinggi 20 Tahun

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Nasib emas dan dolar pada Selasa 3 Mei 2022 WIB berbeda dalam perekonomian dunia

Nasib emas dan dolar pada Selasa 3 Mei 2022 WIB berbeda dalam perekonomian dunia

FAKTUAL-INDONESIA: Perekonomian dunia, Senin atau Selasa (3/5/2022) WIB, yang masuk hari kedua Idul Fitri 1443 H di Indonesia diwarnai oleh melambungnya harga dolar Amerika Serikat ketika emas tergelincir anjlok 48 dolar.

Dolar terakhir berada di 103,72 terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, setelah mencapai 103,93 pada Kamis (28/4/2022), tertinggi sejak Desember 2002.

Sedangkan Euro berada di 1,0493 dolar, setelah turun ke 1,0470 dolar pada Kamis (28/4/2022), terendah sejak Januari 2017.

Sementara itu emas tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan kenaikan dua hari beruntun, tertekan dolar AS yang menguat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS ketika Federal Reserve tampaknya akan memberlakukan kenaikan suku bunga 50 basis atau setengah persentase di pertemuan kebijakannya Rabu (4/5/2022).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange anjlok 48,10 dolar AS atau 2,52 persen, menjadi ditutup pada 1,863,6 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level terendah sesi di 1.853,95 dolar AS, terendah sejak pekan yang berakhir 11 Februari.

Advertisement

Emas berjangka melonjak 20,4 dolar AS atau 1,08 persen menjadi 1.911,70 dolar AS pada Jumat (29/4/2022), setelah terangkat 2,6 dolar AS atau 0,14 persen menjadi 1.891,30 dolar AS pada Kamis (28/4/2022), dan merosot 15,4 dolar AS atau 0,81 persen menjadi 1.888,70 dolar AS pada Rabu (27/4/2022).

Seperti dipantau dari media antaranews.com, dolar bertahan tepat di bawah level tertinggi 20-tahun terhadap sekeranjang mata uang pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), sebelum kenaikan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan minggu ini, dengan para pedagang fokus ke potensi bank sentral AS mengadopsi kebijakan yang lebih hawkish daripada yang diharapkan banyak orang.

The Fed telah mengambil pendekatan yang semakin agresif untuk kebijakan moneter ketika menangani inflasi yang melonjak pada kecepatan tercepat dalam 40 tahun. Diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin dan mengumumkan rencana untuk mengurangi neraca 9 triliun dolar AS ketika menyimpulkan pertemuan dua hari pada Rabu (4/5/2022).

Meskipun peluangnya terlihat rendah, beberapa investor mengamati kemungkinan kenaikan 75 basis poin, atau laju penurunan neraca yang lebih cepat dari yang diperkirakan saat ini.

“Banyak pedagang mengantisipasi bahwa The Fed tidak akan mundur dari sikap hawkish ini dan Anda masih bisa melihat beberapa kejutan hawkish, dan itulah mengapa dolar kemungkinan akan mempertahankan kenaikannya menjelang pertemuan,” kata Edward Moya , seorang analis senior dengan OANDA di New York.

Advertisement

Komentar Ketua Fed Jerome Powell pada akhir pertemuan juga akan diteliti untuk indikasi baru apakah Fed akan terus menaikkan suku bunga untuk melawan kenaikan tekanan harga-harga bahkan sekalipun ekonomi melemah.

Aktivitas pabrik AS tumbuh pada laju paling lambat dalam lebih dari satu setengah tahun pada April di tengah meningkatnya pekerja yang berhenti dari pekerjaan mereka, dan produsen-produsen menjadi lebih cemas tentang pasokan.

Mata uang tunggal terluka setelah data menunjukkan pertumbuhan output manufaktur zona euro terhenti bulan lalu karena pabrik-pabrik berjuang untuk mendapatkan bahan baku, sementara permintaan terpukul dari kenaikan harga-harga yang tajam.

Euro telah menderita dari kekhawatiran tentang inflasi, pertumbuhan dan ketidakamanan energi sebagai akibat dari sanksi yang dikenakan pada Rusia setelah invasi ke Ukraina.

Kekhawatiran pertumbuhan global juga telah mendorong permintaan untuk greenback karena China menutup kota-kota dalam upaya untuk membendung penyebaran COVID-19. Pihak berwenang di Shanghai pada Senin (2/5/2022) melaporkan 58 kasus baru di luar daerah yang dikunci ketat, sementara Beijing terus menguji jutaan orang.

Advertisement

Aktivitas pabrik China berkontraksi pada kecepatan yang lebih curam pada April karena penguncian menghentikan produksi industri dan mengganggu rantai pasokan, meningkatkan kekhawatiran perlambatan ekonomi tajam pada kuartal kedua yang akan membebani pertumbuhan global.

Dolar naik 0,6 persen versus yuan China di pasar luar negeri, mencapai 6,6820, tepat di bawah 6,6940 yang disentuh pada Jumat (29/4/2022), yang merupakan tertinggi sejak November 2020.

Yen Jepang bertahan tepat di atas posisi terendah 20-tahun yang dicapai terhadap dolar pada Kamis (28/4/2022), ketika bank sentral Jepang memperkuat komitmennya untuk mempertahankan suku bunga sangat rendah dengan berjanji untuk membeli obligasi dalam jumlah tak terbatas setiap hari untuk mempertahankan target imbal hasil.

Mata uang Jepang terakhir di 130,14 terhadap dolar, setelah mencapai 131,24 pada pada Kamis (28/4/2022), terlemah sejak April 2002.

Emas jatuh karena dolar – saingan utamanya dan penerima manfaat utama dari kenaikan suku bunga AS – melonjak bersama dengan imbal hasil obligasi yang dipimpin oleh obligasi pemerintah AS 10-tahun AS. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik mendekati puncak April di 103,95, yang menandai tertinggi 25-bulan.

Advertisement

Indeks dolar AS telah naik mendekati level tertinggi 20 tahun, mendorong persentase penurunan harian terbesar untuk emas pada Senin (2/5/2022) sejak 9 Maret.

Federal Reserve akan menyimpulkan pertemuan kebijakan moneter dua pada Rabu (4/5/2022). Investor secara luas memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin.

Data ekonomi mengecewakan yang dirilis pada Senin (2/5/2022) gagal mendukung emas. Indeks pembelian manajer (PMI) manufaktur S&P Global AS meningkat menjadi 59,2 pada April dari 58,8 pada Maret, level tertinggi sejak September 2021, tetapi sedikit turun dari pembacaan awal 59,7.

Sementara itu, indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) tercatat di 55,4 persen, turun 1,7 poin persentase dari pembacaan Maret 57,1 persen.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 50,1 sen atau 2,17 persen, menjadi ditutup pada 22,584 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 6,8 dolar AS atau 0,72 persen, menjadi ditutup pada 932,8 dolar AS per ounce. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement