Otomotif
5 Penyakit Mobil Setelah Mudik yang Umum Terjadi, Apa Saja?

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Untuk merayakan Lebaran 2022 di kampung halaman, tak sedikit pemudik menggunakan mobil. Mudik tentu menempuh perjalanan yang cukup jauh. Tak hanya sebelum perjalanan, Anda juga perlu memeriksanya usai mudik. Pasalnya, ada sejumlah penyakit mobil setelah mudik yang umum terjadi.
Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi roda empat, sebaiknya lakukan pengecekan ekstra setelah melakukan perjalanan jarak jauh. Hal ini perlu dilakukan gunakan memastikan mobil masih dalam kondisi prima saat sudah kembali ke rumah.
Sebelum digunakan kembali untuk menunjang aktivitas, pastikan kendaraan terbebas dari penyakit mobil setelah mudik yang umum terjadi.
Baca juga: Kenali 7 Penyebab Rem Blong Pada Mobil dan Cara Mengatasinya
Berikut beberapa penyakit mobil setelah mudik yang umum terjadi, yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Perhatikan kondisi kopling
Penyakit mobil setelah mudik yang kerap terjadi, yang pertama yaitu memerhatukan kondisi kopling. Biasanya, penyakit ini terjadi akibat gaya berkendara sang pengemudi dan terjadi pada mobil bertransmisi manual.
Beberapa kebiasaan buruk bisa menyebabkan kopling cepat habis. Seperti menggunakan metode mengemudi setengah kopling dengan transmisi yang berada di gigi satu saat jalanan macet. Ini dilakukan karena malas menarik rem tangan.
Gaya berkendara ini juga akan berdampak pada kanvas kopling yang mengalami gesekan dengan berat antara flywheel dan dekrup atau cover clutch.
2. Pengereman tidak maksimal

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Sistem pengeraman di sebuah kendaraan merupakan aspek paling penting terkait keselamatan. Anda harus memprioritaskannya agar mobil bisa berhenti dan tidak mengalami kecelakaan. Setelah digunakan mudik, sangat wajar apabila mengalami penyakit mobil setelah mudik yang kerap terjadi.
Penyakit yang dimaksud adalah pengereman jadi kurang maksimal namun masih tergolong aman digunakan. Bila rem bermasalah, umumnya muncul suara aneh ketika mengerem yang perlu diwaspadai. Ketika dirumah, coba periksa bagian kolong mobil dan pastikan minyak rem tidak bocor. Jika masih awam tentang mobil, bawa kebengkel terdekat untuk mengeceknya.
3. Pengikisan ban

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Penyakit mobil setelah mudik yang kerap terjadi berikutnya yaitu pengikisan ban. Tak hanya mesin dan rem, orang-orang cenderung akan memerhatikan ban sebelum melakukan perjalanan jauh. Ketika pemudik, wajar jika pengikisan terjadi, terlebih mudik dengan jarak tempuh yang jauh.
Oleh karenanya, perhatikan bagian ban dengan cermat. Jika memungkinkan atau kondisi ban sudah cukup parah, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggantinya saat kondisinya ban sudah tipis atau mulai gundul di tepi atau sisi tertentu. Tak lupa untuk memeriksa tekanan angin saat berhemti untuk mencegah potensi bahan bakar boros.
Baca juga: 3 Penyebab Ban Mobil Botak Sebelah, Ketahui juga Cara Mengatasinya
4. Aki soak

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Selain pengikisan ban, penyakit mobil setelah mudik yang kerap terjadi lainnya adalah aki soak. Aki pada mobil memiliki fungsi sangat penting, yakni untuk menghidupkan mobil. Jika daya di aki tidak cukup, maka sejumlah komponen mobil tidak berfungsi.
Ketika aki sudah soak, mobil tersebut akan mogok atau tidak bisa di-starter. Bagi yang menggunakan aki basah, jagalah volume air aki dengan baik. Kerusakan bisa terjadi akibat air aki berada di bawah garis lower.
Sedangkan pada aki kering, perhatikan dan deteksi kesehatan aki secara berkala. Lakukan pengamatan melalui suara mobil ketika dinyalakan. Apabila suaranya melemah dibandingkan biasanya, segera bawa ke bengkel untuk pengecekan lebih lanjut.
5. Kondisi shock breaker

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Perjalanan mudik selain menempuk jarak yang cukup jauh, terkadang juga kerap melewati jalan yang rusak. Ternyata gaya mengemudi itu bisa menyebabkan bocornya shock breaker. Penyakit mobil usia mudik ini terjadi karena muatan mobil yang kelewat batas, atau penggunaan ban yang sudah gak bagus.
Itulah mengapa, pengemudi harus berhati-hati dan memerhatikan kondisi jalan. Tidak ada salahnya untuk melakukan pengecekan ulang terhadap kondisi shock breaker setelah perjalanan jauh. Dengan menerapkan gaya mengemudi yang benar, Anda bisa terbebas dari penyakit satu ini.
Demikian informasi mengenai sejumlah penyakit mobil setelah mudik yang umum terjadi. Akan lebih baik untuk membawa mobil kesayangan Anda bengkel agar tidak terjadi masalah saat digunakan.***














