Connect with us

Politik

Pemuda Muhammadiyah: Jokowi Cukup Menjabat Dua Periode, Jadilah Bapak Bangsa

Diterbitkan

pada

Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai baik oleh banyak kalangan di Tanah Air. Prestasi Jokowi yang juga diakui kalangan internasional itu membuat beberapa pihak di Indonesia menghendaki agar Jokowi bisa meneruskan kepemimpinan setelah masa jabatan dua periode nanti berakhir 2024.

Namun konstitusi Indonesia membatasi bahwa seorang Presiden hanya bisa menjabat paling lama dua periode. Jokowi sendiri menyadari hal itu dan sudah berulang kali menegaskan  akan taat pada konstitusi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) cukup menjabat sebagai kepala negara RI selama dua periode dan menjadi Bapak Bangsa.

“(Presiden Jokowi) Cukup dua periode, jadilah Bapak Bangsa,” kata Sunanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Ratu Convention Center (RCC) Kota Jambi, Jumat (4/2/2022).

Sunanto, yang akrab disapa Cak Nanto, mengatakan dengan pemenuhan jabatan presiden selama dua periode itu, maka Jokowi memberikan ruang dan kesempatan besar kepada siapa saja yang memiliki kualitas untuk menjadi pemimpin.

Advertisement

“Pemuda Muhammadiyah juga ingin terus berkontribusi membangun bangsa. Kami akan selalu mendistribusikan kader terbaik,” tambahnya.

Tanwir Pemuda Muhammadiyah II Tahun 2022 mengangkat tema “Gerakan Pemuda Negarawan”, yang menjadi nilai tepat untuk melahirkan pemuda-pemuda calon negarawan.

Sunanto mengatakan Muhammdiyah merupakan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang terbuka, dan siap berkolaborasi dalam gerakan untuk pencerahan.

“Jangan pernah ragukan kecintaan Pemuda Muhammadiyah terhadap bangsa dan negara ini,” tukasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo, saat membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah melalui konferensi video, mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk bersama-sama membangun pondasi Indonesia masa depan.

Advertisement

“Dengan semangat amar ma’ruf nahi mungkar, mari bersama-sama kita membangun fondasi Indonesia masa depan,” kata Presiden.

Jokowi juga meminta Pemuda Muhammadiyah menyiapkan kader yang mampu beradaptasi dengan segala tantangan. Selain itu, Jokowi berharap Pemuda Muhammadiyah menjadi garda terdepan dalam perubahan.

“Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pionir dalam mewujudkan Indonesia maju,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan penanganan dampak pandemi COVID-19 merupakan tantangan besar bagi bangsa Indonesia untuk terus mewujudkan cita-cita Indonesia maju.

“Pandemi tidak boleh menghentikan langkah kita. Kita harus mampu keluar dari negara berpenghasilan menengah,” tegas Presiden.

Advertisement

Dia juga mengajak semua pihak bekerja keras mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara lain, baik di bidang infrastruktur, industri, pangan, digital, maupun sumber daya manusia (SDM).

“Kita ingin Indonesia sejajar dengan negara maju lainnya, tangguh dan berdaya saing. Bukan negara pecundang dan menjadi target pasar negara lain,” ujar Presiden.

Turut hadir pula di acara pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah ialah Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Pol. Ahmad Dofiri, Gubernur Jambi Al Haris, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi, dan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Provinsi Jambi Suhaimi Chan. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement