Nusantara
SPSI Jatim Juga Keberatan SE Tes Swab 3 Hari Sekali

Foto ilustrasi: Istimewa
FAKTUALid – Reaksi atas munculnya Surat Edaran Nomor 443/6745/496.8.4/2021 tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 Akibat Mobilitas atau Perjalanan Pekerja/Karyawan Keluar Masuk Kota Surabaya terus bergulir. Kali ini giliran Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jatim yang juga keberatan jika pekerja harus menjalani tes swab tiga hari sekali.
Menurut Ketua SPSI Jatim, Ahmad Fauzi, pihaknya menyadari beratnya beban wali kota menghadapi kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini. “Kami mohon jangan terlalu tergesa-gesa mengambil sikap. Apakah kajian itu cukup akademis, mendalam, atau hanya sekadar reaksi atas kepanikan Bapak Wali Kota terhadap situasi perkembangan ini,” ujarnya, Minggu (20/6/2021).
Dalam Surat Edaran Nomor 443/6745/496.8.4/2021 tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 Akibat Mobilitas atau Perjalanan Pekerja/Karyawan Keluar Masuk Kota Surabaya, Pemkot Surabaya mengimbau pemilik atau pengelola usaha untuk meminta hasil tes swab antigen atau PCR setiap 3 x 24 jam kepada pekerja atau karyawan yang melakukan perjalanan keluar masuk Kota Surabaya.
Biaya tes swab itu nantinya ditanggung oleh pekerja atau perusahaan yang bersangkutan. “Perusahan memiliki metode masing-masing. Bisa di-antigen dulu kalau positif baru PCR. Biaya tes ditanggung perusahaan atau pribadi,” ujar Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara.
Ahmad Fauzi mengingatkan bahwa urusan nyawa dan ekonomi harus berjalan beriringan. Kalau urusan nyawa lalu dibuatkan aturan tergesa-gesa, dia khawatirnya imbasnya pada pada ekonomi, karena dunia usaha akan jatuh, sejatuh-jatuhnya.
Dia juga menyebutkan bahwa opsi work from home (WFH) sebetulnya juga bukan solusi. Karena rata-rata perusahaan di Surabaya merupakan padat industri.
Sebaliknya, dia melihat kewajiban melakukan social distancing dan memakai masker, dinilai lebih efektif ketimbang kebijakan swab tiga hari sekali bagi pekerja komuter dan yang keluar masuk Surabaya, juga kewajiban pendataan pekerja terkonfirmasi Covid oleh perusahaan.
Dalam kesempatan itu, pihaknya mengajak para pekerja dari luar kota yang bekerja di perusahaan di wilayah Surabaya, agar mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan hindari kerumunan. “Itu lebih efektif. Swab tiga hari sekali bukan jaminan dia tidak berkumpul dengan orang banyak,” ujarnya.(Akbar Surya)***














