Kesehatan
Tujuh Provinsi Belum Capai 70 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Ilustrasi
FAKTUAL-INDONESIA: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa tujuh provinsi belum menyelesaikan vaksinasi dosis pertama kepada warganya.
“Yang perlu dikejar [vaksinasi] adalah Kalimantan Barat, Sumatra Barat, Aceh, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua yang belum mencapai 70 persen dosis pertama,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Setpres, Senin (3/1/2022).
Menkes juga menyampaikan stok vaksinasi yang ada saat ini yaitu 390 juta dosis di mana 281 juta sudah disuntikkan. Kemudian, terkait vaksinasi dosis ketiga atau booster akan dimulai pada 12 Januari 2022 dimana masih dikhususkan bagi masyarakat berusia 18 tahun keatas.
“Vaksinasi Booster akan diberlakukan di kabupaten/kota dengan cakupan vaksinasi dosis 1 sebanyak 70 persen dan dosis 2 sebanyak 60 persen,” kata Menkes.
Dengan demikian, sambungnya, terdapat 246 kabupaten/kota yang sudah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan vaksinasi dosis ketiga atau booster.
Data Divaksin Lengkap
Kementerian Kesehatan pun melaporkan sebanyak 114.196.339 warga Indonesia telah mendapatkan dosis vaksin Covid-19 secara lengkap hingga Senin 3 Januari 2022.
Dalam siaran persnya, Kemenkes menyebutkan jumlah warga yang menerima dua dosis vaksin itu mengalami penambahan sebanyak 92.977 orang.
Untuk jumlah penerima vaksin dosis pertama bertambah 203.444 orang sehingga kini menjadi 166.104.331 orang.
Kemenkes juga menyebutkan penerima dosis vaksin ketiga sudah mencapai 1.288.890 orang.
Selain mengumumkan data terkini penerima vaksin dosis pertama, kedua dan ketiga, Kemenkes juga merilis target sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720 jiwa.
Pada Senin, terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 265 kasus di Tanah Air.
Sementara penambahan jumlah pasien yang sembuh dari penularan Covid-19 secara nasional pada hari ini mencapai 112 pasien.
Kemudian penambahan jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 tercatat ada lima pasien.
Secara nasional, jumlah kasus aktif naik sebanyak 148 kasus menjadi 4.530 kasus aktif.
Jumlah spesimen yang diperiksa pada hari ini sebanyak 284.413 spesimen dengan positivity rate sebesar 0,12 persen.***














