Connect with us

Nusantara

Geliat Pergerakan Ekonomi di Kota Solo Mulai Terlihat

Diterbitkan

pada

 

Kepala BI Solo, Nugroho Joko Prastowo sebut event di Solo berdampak pada percepatan pemulihan ekononi. (Foto : Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Geliat pergerakan ekonomi di Kota Solo, Jawa Tengah mulai terlihat. Menyusul terus menurunnya angka Covid-19 dan tingginya capaian vaksinasi di Kota Solo.

Sejumlah event sudah mulai diselenggarakan meskipun masih terbatas dan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. Diantaranya event Solo Great Sale (SGS), Liga 2 hingga event budaya SIPA.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, Nugroho Joko Prastowo, event yang digelar di Kota Solo tersebut memberikan pengaruh yang cukup besar dalam pemulihan ekonomi.

“Cukup besar, pengaruhnya adalah semangat. Optimisme bahwa kita bisa segara pulih setelah di rem pakem dengan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, level 4,” jelas Nugroho.

Advertisement

Tetapi saat ini pemulihan ekonomi lebih cepat dari sebelumnya dan lebih siap. Menurut Nugroho hal tersebut karena capaian vaksinasi sudah tinggi, protokol kesehatan (prokes) juga sudah biasa di masyarakat, serta penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu bentuk tracing dan skrining.

“Meski liga tanpa penonton tapi kan mereka nginap di hotel. Selama nginap di sini kan juga makan, nanti pulangnya beli oleh-oleh. Itu menggerakan ekonomi di Kota Solo,” jelasnya lagi.

Meskipun pergerakan ekonomi tidak setinggi jika sudah ada penonton tetapi dampak tetap ada. Daripada tidak ada event.

“SGS juga begitu, sampaknya adalah optimisme, bagaimana bisa pulih ekonominya tapi sehat.  makanya kemarin di SGS berbda dengan sebelumnya yang banyak event bazar. Sekarang kan tidak boleh maka didorong hybrid,  jadi ada event nya dan online nya jalan,” paparnya.

Melalui online , ekonomi tetap bergerak tanpa harus mendatangi tokonya. Penjualan online tidak semuanya harus melalui e -commerce tetapi bisa juga melalui media sosial (medsos).

Advertisement

“Berbagai cara untuk menjual secara online dan kami dukung dengan pembayaran melalui QRIS. Dengan berbagai macam sinergi tersebut, Kota Solo lebih cepat dibandingkan tempat lain. Kalau tempat lain baru berfikir, kita sudah punya event,” katanya.

Lebih lanjut, Nugroho mengatakan pandemi Covid-19 ternyata mampu membangkitkan ekonomi digital lebih cepat. Karena tidak ada pilihan lain.

“Pertumbuhan ekonomi digital ini bisa dilihat dari penggunaan QRIS. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu merchant nya yang daftar untuk menggunakan QRIS naik 87 persen,” katanya lagi.

Saat ini jumlah merchant mencapai 227.000 an se Solo Raya. Kota Solo masih mendominasi yakni mencapai 66.000 an merchant. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement