Connect with us

Ekonomi

SO MASO BER-BER: FOUR MONTHS OF CELEBRATION, CULTURE, COMMUNITY & KAWANUA

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Mengubah Tradisi Empat Bulan Menjadi Masterplan Event Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Sports Tourism Sulawesi Utara

“So Maso Ber-Ber” mungkin hanya tiga kata sederhana.Tetapi di dalamnya tersimpan sebuah kekuatan sosial, budaya dan ekonomi yang luar biasa

“So Maso Ber-Ber” mungkin hanya tiga kata sederhana tetapi di dalamnya tersimpan sebuah kekuatan sosial, budaya dan ekonomi yang luar biasa. (Foto: Istimewa)

Oleh: Bert Toar Polii

Mengembangkan gagasan Dr. Roy G.A. Massie, MD, MPH, PhD

FAKTUAL INDONESIA: Ada satu ungkapan yang setiap tahun kembali terdengar di Manado ketika kalender memasuki bulan September:

# “So maso ber-ber!

Sudah masuk bulan-bulan yang berakhiran “ber”:

Advertisement

September, Oktober, November, Desember.

Bagi orang luar, ungkapan ini mungkin terdengar sederhana.

Tetapi bagi masyarakat Manado dan Sulawesi Utara, So Maso Ber-Ber sesungguhnya merupakan sebuah penanda musim sosial.

Sebuah musim ketika kehidupan masyarakat perlahan berubah.

Rumah mulai dibersihkan dan dipercantik.

Advertisement

Dekorasi Natal mulai bermunculan.

Undangan ibadah Pra-Natal mulai berdatangan.

Pertemuan keluarga semakin sering.

Teman-teman mulai saling mengunjungi.

Kegiatan organisasi dan komunitas meningkat.

Advertisement

Orang mulai merencanakan pulang kampung.

Pasar semakin ramai.

UMKM mulai mendapatkan lebih banyak pesanan.

Kemudian datang Natal.

Disusul Tahun Baru.

Advertisement

Dan akhirnya berbagai tradisi Kunci Taon.

Dengan kata lain, selama empat bulan, masyarakat Sulawesi Utara memasuki sebuah long festive season.

Pertanyaannya:

## Mengapa tradisi yang sudah hidup secara alami di masyarakat ini tidak kita jadikan sebuah kekuatan pariwisata dan ekonomi daerah?

Mengapa tidak kita kemas menjadi sebuah event besar selama empat bulan, yang mampu menarik wisatawan, menggerakkan UMKM, mempertemukan diaspora Kawanua, mempromosikan budaya, dan pada saat yang sama memperkuat identitas Sulawesi Utara?

Advertisement

Dari sinilah lahir gagasan:

# SO MASO BER-BER

### Four Months of Celebration, Culture, Community & Kawanua

# BUKAN SEKADAR FESTIVAL NATAL

Advertisement

Hal pertama yang perlu ditegaskan adalah bahwa So Maso Ber-Ber bukan sekadar festival Natal.

Natal memang menjadi salah satu puncaknya.

Tetapi konsep ini jauh lebih luas.

Ia adalah sebuah musim sosial dan budaya Sulawesi Utara.

Di dalamnya terdapat:

Advertisement

budaya,

kuliner,

musik,

olahraga,

pariwisata,

Advertisement

UMKM,

komunitas,

diaspora,

spiritualitas,

keluarga,

Advertisement

dan perayaan Tahun Baru.

Karena itu, konsep ini harus dipandang sebagai sebuah platform event empat bulan, bukan satu acara tunggal.

# KEKUATAN UTAMANYA: TRADISI SUDAH ADA

Banyak event pariwisata harus diciptakan dari nol.

Advertisement

So Maso Ber-Ber tidak demikian.

Tradisinya sudah ada.

Masyarakat sudah melakukannya setiap tahun.

Yang diperlukan hanyalah mengorkestrasi kegiatan yang sudah hidup tersebut menjadi sebuah kalender pariwisata yang terstruktur.

Pemerintah tidak perlu menciptakan budaya baru.

Advertisement

Pemerintah cukup:

memfasilitasi,

mengkoordinasikan,

mempromosikan,

menyediakan infrastruktur,

Advertisement

dan menghubungkan para pelaku.

Masyarakat tetap menjadi pemeran utama.

# EMPAT BULAN, SATU CERITA

Konsep So Maso Ber-Ber dapat dibangun melalui empat babak.

Advertisement

### SEPTEMBER

The Season Begins

### OKTOBER

Culture, Heritage & Creativity

### NOVEMBER

Advertisement

Kawanua Homecoming

### DESEMBER

Christmas, Sport & New Year

Kemudian seluruh rangkaian ditutup dengan:

### KUNCI TAON

Advertisement

Dengan demikian terbentuk sebuah cerita perjalanan selama empat bulan.

# SEPTEMBER

# SO MASO BER-BER OPENING

### The Season Begins

Advertisement

September adalah bulan pembukaan.

Kota Manado dan daerah-daerah lain di Sulawesi Utara secara resmi memasuki Ber-Ber Season.

Pembukaan dapat dilakukan melalui sebuah festival besar yang menandai dimulainya musim.

Program dapat mencakup:

  • parade budaya;
  • festival musik;
  • pertunjukan seni;
  • festival kuliner;
  • pasar UMKM;
  • lomba dekorasi lingkungan;
  • pameran ekonomi kreatif;
  • kegiatan komunitas;
  • kegiatan olahraga;
  • konser pembukaan;
  • dan promosi berbagai destinasi wisata.

Pesan yang ingin dibangun sederhana:

# “So Maso Ber-Ber!”

Advertisement

Mulai September, wisatawan sudah diajak datang.

Dengan demikian, kunjungan tidak hanya terkonsentrasi pada minggu Natal dan Tahun Baru.

# OKTOBER

# BER-BER CULTURE MONTH

Advertisement

### Culture, Heritage & Creativity

Oktober menjadi bulan kebudayaan.

Sulawesi Utara mempunyai kekayaan budaya yang sangat besar.

Namun kekayaan budaya akan lebih bernilai apabila tidak hanya dipertontonkan, tetapi dialami oleh wisatawan.

Program dapat mencakup:

Advertisement
  • festival seni tradisional;
  • tari dan musik daerah;
  • kolintang;
  • musik bambu;
  • pameran sejarah Minahasa;
  • heritage walk;
  • wisata kampung;
  • festival cerita rakyat;
  • festival kuliner;
  • workshop kerajinan;
  • fotografi budaya;
  • pertunjukan teater;
  • dan seminar kebudayaan.

Konsepnya adalah:

### COME AND EXPERIENCE THE CULTURE OF NORTH SULAWESI.

Wisatawan tidak hanya melihat Sulawesi Utara.

Mereka mengalami Sulawesi Utara.

# NOVEMBER

Advertisement

# KAWANUA HOMECOMING

### Pulang Kampung, Pulang ke Pelukan

Inilah salah satu program paling emosional dalam keseluruhan konsep.

Kawanua tersebar di berbagai kota di Indonesia dan berbagai negara.

Banyak yang memiliki hubungan emosional yang kuat dengan tanah leluhur.

Advertisement

November dapat dijadikan momentum:

# KAWANUA HOMECOMING

Sebuah ajakan:

### COME HOME TO KAWANUA

Program dapat meliputi:

Advertisement
  • reuni keluarga;
  • temu diaspora Kawanua;
  • festival kuliner;
  • konser;
  • kegiatan sosial;
  • bakti kemanusiaan;
  • business networking;
  • forum investasi;
  • temu generasi muda;
  • kunjungan ke kampung asal;
  • wisata keluarga;
  • dan kegiatan komunitas.

Kawanua yang tinggal di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Bali, Singapura, Australia, Amerika Serikat, Eropa dan berbagai tempat lainnya diajak kembali.

Bukan hanya untuk berlibur.

Tetapi untuk:

bertemu keluarga,

mengingat asal-usul,

membangun jaringan,

Advertisement

dan berbagi dengan kampung halaman.

# KAWANUA HOMECOMING SEBAGAI DIASPORA TOURISM

Di sinilah terdapat peluang besar.

Diaspora bukan hanya pasar wisata.

Advertisement

Mereka juga merupakan ambassador.

Seorang Kawanua yang tinggal di luar daerah dapat membawa teman, pasangan, anak, bahkan rekan bisnis untuk mengenal Sulawesi Utara.

Maka konsepnya dapat berkembang dari:

diaspora tourism

menjadi

Advertisement

diaspora-driven destination marketing.

Kawanua tidak hanya menjadi wisatawan.

Mereka menjadi duta Sulawesi Utara.

# DESEMBER

Advertisement

# MANADO CHRISTMAS & NEW YEAR FESTIVAL

### Peace, Joy, Sport & New Hope

Desember adalah puncak musim.

Manado dan berbagai daerah di Sulawesi Utara dapat dikemas menjadi sebuah Christmas & New Year Destination.

Namun ada satu event yang sangat menarik dan mempunyai identitas khas:

Advertisement

# CHRISTMAS & NEW YEARS BRIDGE FESTIVAL

## 17–20 Desember

# MENGAPA BRIDGE?

Mengapa olahraga bridge ditempatkan dalam So Maso Ber-Ber?

Advertisement

Karena bridge memiliki hubungan historis dan sosial yang sangat kuat dengan masyarakat Manado dan Tou Kawanua.

Dalam perjalanan bridge Indonesia, banyak pemain dan tokoh bridge berasal dari Sulawesi Utara.

Bridge juga telah menjadi bagian dari kehidupan komunitas Kawanua di berbagai daerah.

Karena itu, Manado mempunyai modal identitas yang sangat kuat untuk mengembangkan sebuah event bridge dengan karakter khas.

Bukan sekadar:

Advertisement

turnamen bridge di Manado.

Tetapi:

# BRINGING BRIDGE HOME TO KAWANUA

Inilah yang membuat event tersebut berbeda.

Advertisement

# CHRISTMAS & NEW YEARS BRIDGE FESTIVAL

## 17–20 DESEMBER

Festival ini direncanakan sebagai salah satu flagship event So Maso Ber-Ber.

Inisiatif penyelenggaraannya dapat dilakukan oleh:

### KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA

Advertisement

### BEKERJA SAMA DENGAN PB GABSI

### DAN PEMERINTAH DAERAH SULAWESI UTARA

Kolaborasi ini penting karena ketiga pihak memiliki kekuatan yang berbeda.

Kerukunan Keluarga Kawanua memiliki jaringan masyarakat dan diaspora.

PB GABSI memiliki otoritas, pengalaman teknis dan jaringan olahraga bridge nasional/internasional.

Advertisement

Pemerintah Daerah memiliki kemampuan fasilitasi, promosi, infrastruktur dan pengembangan pariwisata.

Ketiganya dapat membentuk sebuah ekosistem event yang kuat.

# BRIDGE FESTIVAL BUKAN SEKADAR TURNAMEN

Event ini sebaiknya tidak hanya berupa pertandingan.

Advertisement

Ia harus menjadi:

# SPORTS TOURISM FESTIVAL

Program dapat terdiri dari beberapa bagian.

### 1. CHRISTMAS BRIDGE TOURNAMENT

Turnamen utama dengan kategori seperti:

Advertisement
  • Open Pairs;
  • Mixed Pairs;
  • Team;
  • Senior;
  • Junior;
  • dan Invitation Event.

Format final dan kategori dapat disusun bersama PB GABSI sesuai standar kompetisi.

### 2. BRIDGE CLINIC

Program pengenalan bridge untuk masyarakat umum dan generasi muda.

Tujuannya:

membuka pintu bridge kepada generasi baru.

Advertisement

### 3. BRIDGE MASTERCLASS

Menghadirkan pemain nasional maupun internasional untuk memberikan pelatihan.

Ini dapat menjadi daya tarik khusus bagi pemain muda dan klub bridge.

Advertisement

### 4. KAWANUA BRIDGE NIGHT

Malam kebersamaan pemain bridge.

Dikemas dengan:

  • kuliner Kawanua;
  • musik;
  • budaya;
  • cerita sejarah bridge;
  • dan pertemuan komunitas.

### 5. KAWANUA BRIDGE HERITAGE

Sebuah pameran yang menceritakan perjalanan bridge Kawanua.

Advertisement

Dapat menampilkan:

  • foto;
  • dokumen;
  • medali;
  • memorabilia;
  • kisah pemain;
  • klub;
  • pertandingan bersejarah;
  • dan kontribusi pemain Kawanua terhadap bridge Indonesia.

Ini penting agar event tidak hanya melihat masa depan, tetapi juga menghormati sejarah.

# BRIDGE + TOURISM

Pemain bridge yang datang dari luar daerah jangan hanya berada di hotel selama empat hari.

Mereka harus diperkenalkan kepada Sulawesi Utara.

Advertisement

Karena itu dapat dibuat:

### BRIDGE & BUNAKEN

### BRIDGE & LIKUPANG

### BRIDGE & TONDANO

### BRIDGE & TOMOHON

Advertisement

### BRIDGE & KAWANUA HERITAGE

Dengan demikian pasangan pemain dapat bermain bridge sementara keluarga atau pendamping mengikuti paket wisata.

Bahkan peserta dapat memperpanjang masa tinggal.

Di sinilah sports tourism bekerja.

Advertisement

# BAYANGKAN DAMPAKNYA

Seorang pemain dari Jakarta datang ke Manado.

Ia membawa pasangan.

Mungkin juga membawa anak.

Mereka menginap empat atau lima malam.

Advertisement

Mereka bermain bridge.

Mereka makan di restoran.

Mereka mengunjungi Bunaken.

Mereka pergi ke Tomohon.

Mereka melihat Danau Tondano.

Advertisement

Mereka membeli oleh-oleh.

Mereka menikmati Christmas Market.

Kemudian mereka mengikuti Kunci Taon.

Satu peserta bridge akhirnya menjadi:

wisatawan,

Advertisement

konsumen UMKM,

promotor destinasi,

dan calon wisatawan yang akan kembali.

# CHRISTMAS MARKET

Advertisement

## PASAR YANG MENGHIDUPKAN EKONOMI RAKYAT

Bagian lain yang sangat penting adalah:

# NORTH SULAWESI CHRISTMAS MARKET

Sebuah kawasan yang selama Desember menjadi pusat kuliner dan ekonomi kreatif.

Di dalamnya terdapat:

Advertisement
  • nasi jaha;
  • klappertaart;
  • kukis;
  • produk kuliner Kawanua;
  • kopi;
  • ikan dan hasil laut;
  • kerajinan;
  • fashion;
  • souvenir;
  • produk UMKM;
  • dekorasi Natal;
  • karya seniman;
  • dan produk kreatif anak muda.

Christmas Market harus dirancang sebagai experience, bukan hanya pasar.

Ada musik.

Ada pertunjukan.

Ada dekorasi.

Ada kuliner.

Ada ruang foto.

Advertisement

Ada workshop.

Ada kegiatan anak.

Dan ada interaksi langsung dengan masyarakat.

# DARI PERAYAAN MENJADI EKONOMI

Advertisement

Salah satu alasan mengapa konsep ini penting adalah karena perayaan menciptakan sirkulasi ekonomi.

Belanja masyarakat selama musim Ber-Ber bergerak ke banyak sektor:

makanan,

pakaian,

transportasi,

Advertisement

hotel,

restoran,

dekorasi,

jasa kreatif,

fotografi,

Advertisement

musik,

UMKM,

pasar tradisional,

dan pariwisata.

Karena itu So Maso Ber-Ber dapat dipandang sebagai:

Advertisement

# FOUR-MONTH LOCAL ECONOMIC SEASON

Bukan sekadar festival.

Tetapi sebuah periode ketika ekonomi lokal mendapatkan momentum tambahan.

# DANau TONDANO MASUK DALAM EKOSISTEM

Advertisement

Konsep So Maso Ber-Ber jangan hanya berhenti di Manado.

Manado dapat berfungsi sebagai gateway, sedangkan wisatawan diarahkan menjelajahi berbagai destinasi Sulawesi Utara.

Salah satunya:

# DANAU TONDANO

Dapat dibuat program:

Advertisement

### TONDANO LAKE FESTIVE WEEK

Dengan kegiatan:

festival kuliner;

wisata perahu;

cycling;

Advertisement

fotografi;

musik;

UMKM;

wisata persawahan;

heritage tour;

Advertisement

dan kegiatan komunitas.

Wisatawan yang datang untuk festival di Manado mempunyai alasan untuk memperpanjang perjalanan ke Tondano.

Demikian pula Tomohon, Likupang, Bunaken dan berbagai destinasi lainnya.

# MEMBANGUN “ONE DESTINATION – MANY EXPERIENCES”

Advertisement

Inilah prinsip pentingnya.

Jangan menjual Manado sebagai satu kota.

Jual:

# NORTH SULAWESI AS ONE CONNECTED EXPERIENCE

Manado menjadi pintu masuk.

Advertisement

Bunaken menjadi pengalaman laut.

Likupang menjadi pengalaman pantai.

Tomohon menjadi pengalaman budaya dan pegunungan.

Tondano menjadi pengalaman danau, pertanian dan heritage.

Dan So Maso Ber-Ber menjadi benang merahnya.

Advertisement

# KUNCI TAON

## GRAND FINALE

Setelah seluruh rangkaian berjalan selama empat bulan, festival mencapai puncaknya melalui:

# KUNCI TAON FESTIVAL

Advertisement

Tradisi penutupan tahun ini dapat dikemas menjadi sebuah festival budaya yang menarik wisatawan.

Pesannya bukan sekadar pesta Tahun Baru.

Tetapi:

syukur atas tahun yang telah berlalu

dan

Advertisement

harapan untuk tahun yang akan datang.

Kunci Taon menjadi penutup yang sempurna bagi perjalanan So Maso Ber-Ber.

# SEBUAH KALENDER EVENT BARU SULAWESI UTARA

Secara sederhana, masterplan dapat digambarkan seperti ini:

Advertisement

| Periode        | Event                                     | Tema                              |

| ————– | —————————————– | ——————————— |

| September      | *So Maso Ber-Ber Opening*               | The Season Begins                 |

| Oktober        | *Ber-Ber Culture Month*                 | Culture, Heritage & Creativity    |

| November       | *Kawanua Homecoming*                    | Pulang Kampung, Pulang ke Pelukan |

Advertisement

| 17–20 Desember | *Christmas & New Years Bridge Festival* | Sport, Friendship & Kawanua       |

| Desember       | *Manado Christmas & New Year Festival*  | Peace, Joy & New Hope             |

| Akhir Desember | *Kunci Taon Festival*                   | Tradition, Gratitude & New Hope   |

Ini bukan enam event yang berdiri sendiri.

Semuanya berada di bawah satu umbrella brand:

Advertisement

# SO MASO BER-BER

# STRUKTUR PENGELOLAAN

Agar konsep ini berjalan profesional, perlu dibentuk sebuah So Maso Ber-Ber Festival Committee.

Strukturnya dapat melibatkan:

Advertisement

### STEERING COMMITTEE

Pemerintah Daerah Sulawesi Utara

### PARTNERS

Kerukunan Keluarga Kawanua

PB GABSI

Advertisement

Pemerintah Kabupaten/Kota

Pelaku industri pariwisata

Komunitas

Gereja

UMKM

Advertisement

Swasta

### ORGANIZING COMMITTEE

Profesional event organizer dan tenaga teknis.

Dengan demikian, event tidak sepenuhnya bergantung pada birokrasi.

Advertisement

# MODEL PEMBIAYAAN

Pembiayaan juga sebaiknya tidak hanya mengandalkan APBD.

Dapat dikembangkan model:

### PUBLIC FUNDING

Dukungan pemerintah.

Advertisement

### CORPORATE SPONSORSHIP

Perusahaan nasional dan daerah.

### DESTINATION PARTNERSHIP

Hotel, restoran, maskapai, travel agent.

### EVENT REVENUE

Advertisement

Tiket, booth, merchandise, sponsorship package.

### SPORT EVENT REVENUE

Entry fee turnamen bridge.

### UMKM PARTICIPATION

Sewa booth dengan skema yang terjangkau.

Advertisement

Dengan demikian event dapat secara bertahap menjadi financially sustainable.

# TARGET TIDAK HANYA JUMLAH WISATAWAN

Keberhasilan So Maso Ber-Ber jangan hanya diukur dari jumlah orang yang hadir.

Indikatornya harus lebih luas:

Advertisement
  • jumlah wisatawan;
  • lama tinggal;
  • tingkat okupansi hotel;
  • transaksi UMKM;
  • jumlah peserta event;
  • jumlah negara yang berpartisipasi;
  • media coverage;
  • social media reach;
  • jumlah diaspora yang pulang;
  • jumlah paket wisata terjual;
  • dan economic impact.

Dengan demikian pemerintah dapat mengukur:

# BERAPA NILAI EKONOMI YANG DICIPTAKAN OLEH EMPAT BULAN “BER-BER”?

# MEMBAWA BRIDGE KE TINGKAT INTERNASIONAL

Untuk Christmas & New Years Bridge Festival, target dapat dibuat bertahap.

### TAHAP I

Advertisement

National Kawanua Bridge Festival

Peserta dari berbagai kota di Indonesia.

### TAHAP II

Indonesia + Southeast Asia

Mengundang pemain dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand dan negara tetangga.

Advertisement

### TAHAP III

International Invitation Festival

Mengundang pemain-pemain unggulan dari Asia dan negara lain.

### TAHAP IV

Manado Christmas & New Years International Bridge Festival

Advertisement

 

Menjadi salah satu event bridge internasional yang memiliki tempat tetap dalam kalender tahunan.

# BRIDGE SEBAGAI “JEMBATAN”

Ada sebuah simbolisme yang sangat indah di sini.

Advertisement

Bridge berarti:

jembatan.

Dan festival ini memang dapat menjadi jembatan.

Jembatan antara:

Manado dan dunia.

Advertisement

Kawanua di tanah leluhur dan diaspora.

generasi tua dan generasi muda.

olahraga dan pariwisata.

budaya dan ekonomi.

tradisi dan masa depan.

Advertisement

Dan tentu saja:

manusia dengan manusia.

# TORANG SAMUA BASUDARA

Pada akhirnya, seluruh konsep So Maso Ber-Ber harus kembali kepada satu nilai.

Advertisement

# TORANG SAMUA BASUDARA.

Itulah keunggulan yang sebenarnya.

Wisatawan mungkin datang karena tertarik pada Natal.

Mungkin datang karena bridge.

Mungkin datang karena Bunaken.

Advertisement

Mungkin datang karena Danau Tondano.

Mungkin datang karena kuliner.

Tetapi mereka harus pulang dengan membawa sebuah pengalaman:

### diterima sebagai saudara.

Inilah destination experience yang tidak mudah ditiru.

Advertisement

# DARI SEPTEMBER KITA MULAI

Bayangkan suatu hari nanti.

Ketika kalender memasuki September, wisatawan di Indonesia dan luar negeri mulai mengetahui:

# SO MASO BER-BER!

Advertisement

Mereka tahu bahwa empat bulan berikutnya Sulawesi Utara akan menjadi tempat berlangsungnya berbagai festival.

Oktober mereka datang menikmati budaya.

November mereka menyaksikan Kawanua pulang kampung.

17–20 Desember mereka mengikuti atau menyaksikan Christmas & New Years Bridge Festival.

Setelah itu mereka menikmati Christmas Market dan berbagai kegiatan Natal.

Advertisement

Kemudian mereka menyambut Tahun Baru.

Dan akhirnya menyaksikan Kunci Taon.

Empat bulan.

Satu perjalanan.

Satu destinasi.

Advertisement

# SEBUAH GAGASAN YANG SUDAH HIDUP DI MASYARAKAT

Mungkin inilah kekuatan terbesar So Maso Ber-Ber.

Kita tidak sedang menciptakan sesuatu yang asing.

Kita sedang mengangkat sesuatu yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Advertisement

Kita hanya perlu memberinya:

nama,

brand,

kalender,

organisasi,

Advertisement

promosi,

kemasan wisata,

dan *target yang jelas.

Dari tradisi menjadi festival.

Dari festival menjadi event tourism.

Advertisement

Dari event tourism menjadi economic season.

Dan dari economic season menjadi:

# DESTINATION BRAND SULAWESI UTARA.

# PENUTUP

Advertisement

“So Maso Ber-Ber” mungkin hanya tiga kata sederhana.

Tetapi di dalamnya tersimpan sebuah kekuatan sosial, budaya dan ekonomi yang luar biasa.

Empat bulan ketika masyarakat mulai berkumpul.

Keluarga mulai bertemu.

Kawanua mulai pulang.

Advertisement

Rumah membuka pintu.

Pasar bergerak.

UMKM bekerja.

Musik terdengar.

Budaya tampil.

Advertisement

Olahraga mempertemukan manusia.

Wisatawan datang.

Dan akhirnya seluruh masyarakat menyambut Natal dan Tahun Baru.

Maka sudah waktunya kita melihat So Maso Ber-Ber dengan perspektif yang lebih besar.

Bukan hanya sebagai ungkapan lokal.

Advertisement

Bukan hanya sebagai kebiasaan menjelang Natal.

Tetapi sebagai sebuah masterplan event tahunan Sulawesi Utara.

Sebuah musim yang menggabungkan:

### CELEBRATION

### CULTURE

Advertisement

### COMMUNITY

### KAWANUA

### TOURISM

### SPORT

### UMKM

Advertisement

### ECONOMIC GROWTH

Dan di dalamnya, Christmas & New Years Bridge Festival 17–20 Desember dapat menjadi salah satu flagship event yang sangat khas.

Sebuah event yang lahir dari inisiatif Kerukunan Keluarga Kawanua, bekerja sama dengan PB GABSI dan Pemerintah Daerah Sulawesi Utara.

Karena bridge bukan hanya permainan.

Bridge adalah pertemuan.

Advertisement

Bridge adalah komunikasi.

Bridge adalah kerja sama.

Bridge adalah persahabatan.

Dan di Manado, bridge dapat menjadi:

# JEMBATAN MENUJU KAWANUA.

Advertisement

Maka mari kita mulai sebuah tradisi baru yang sesungguhnya berakar pada tradisi lama:

# SO MASO BER-BER

## FOUR MONTHS OF CELEBRATION, CULTURE, COMMUNITY & KAWANUA

September – December

### COME TO NORTH SULAWESI.

Advertisement

### COME HOME TO KAWANUA.

### PLAY BRIDGE.

### EXPERIENCE OUR CULTURE.

### CELEBRATE CHRISTMAS.

### DISCOVER NORTH SULAWESI.

Advertisement

# TORANG SAMUA BASUDARA!***

Lanjutkan Membaca
Advertisement