Connect with us

Internasional

Kemenhaj Pastikan Perlindungan Jamaah Umrah Sumbar yang Tertahan di Arab Saudi

Diterbitkan

pada

Ilustrasi jemaah umrah Indonesia masih berada di Mekkah. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat menegaskan komitmen negara dalam menjamin keselamatan dan kepulangan jamaah umrah yang saat ini masih tertahan di Arab Saudi akibat meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, menyampaikan bahwa pemerintah tetap hadir untuk memberikan perlindungan maksimal kepada para jamaah. Ia menekankan bahwa Kemenhaj memiliki perwakilan resmi di Arab Saudi melalui Kantor Urusan Haji yang siap menangani berbagai persoalan yang dihadapi jamaah di luar negeri.

“Negara hadir. Kementerian Haji dan Umrah memiliki Kantor Urusan Haji di Arab Saudi yang bertugas memberikan pelayanan dan perlindungan kepada jamaah,” ujar Rifki di Padang, Senin.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 2.500 hingga 3.000 jamaah umrah asal Sumatera Barat yang masih berada di Arab Saudi dan mengalami kendala kepulangan menyusul situasi keamanan yang belum kondusif dalam beberapa hari terakhir.

Selain Kantor Urusan Haji, Pemerintah Indonesia juga memiliki perwakilan Konsulat Jenderal (Konjen) di Arab Saudi yang turut berperan dalam memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia, termasuk jamaah umrah, apabila terjadi keadaan darurat.

Advertisement

Rifki menjelaskan, apabila terdapat jamaah yang tertunda kepulangannya, penanganan akan dilakukan secara terkoordinasi oleh Kemenhaj melalui perwakilannya di Arab Saudi.

Di tengah situasi tersebut, Rifki juga membenarkan bahwa sebanyak 136 calon jamaah umrah asal Sumatera Barat tetap berangkat ke Arab Saudi pada Minggu (1/3/2026), setelah pecahnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) yang turut melibatkan Israel.

Meski demikian, pemerintah melalui Kemenhaj RI dan Kemenhaj Sumbar telah mengimbau biro perjalanan umrah dan calon jamaah untuk sementara waktu menunda keberangkatan ke Tanah Suci hingga batas waktu yang belum ditentukan. Imbauan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipatif guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Adapun ribuan jamaah umrah asal Sumbar yang kini masih berada di Arab Saudi sebelumnya dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, pada 5 Maret 2026. Pemerintah menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait demi memastikan keselamatan dan kelancaran proses pemulangan jamaah.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement