Ekonomi
Rupiah Sodok Dolar AS, IHSG BEI Ditutup Menguat

Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sama-sama ditutup menguat pada perdagangan Kamis (10/7/2025) sore.
FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sama-sama ditutup menguat pada perdagangan Kamis (10/7/2025) sore.
Rupiah menguat dengan menyodok dolar Amerika 34 poin setelah sebelumnya sempat menguat 55 poin.
Nilai tukar rupiah menguat sebesar 34 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.224 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.258 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga menguat ke level Rp16.220 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.254 per dolar AS.
Baca Juga : Kurs Rupiah Melemah ke Rp16.258 per Dolar AS, IHSG Menguat 39,53 Poin
Sementara itu IHSG ditutup menguat 61,45 poin atau 0,88 persen ke posisi 7.005,37. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,37 poin atau 1,35 persen ke posisi 779,15.
“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.220 – Rp16.270,” ungkap pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/7/2025).
Dalam pantauan media online laman liputan6.com, rupiah menguat di tengah perkembangan perdagangan yang terus menentukan arah pasar, sementara risalah rapat Federal Reserve di bulan Juni mengungkapkan bahwa sebagian besar pejabat memperkirakan penurunan suku bunga AS akan terjadi akhir tahun ini.
Ibrahim menyebut, para pedagang saat ini tetap waspada terhadap potensi terjadinya eskalasi perdagangan yang meluas, menyusul pengenaan tarif impor baru oleh AS terhadap belasan negara mitra dagangnya.
“Meskipun ancaman tarif baru-baru ini berdampak terbatas pada pasar yang lebih luas, para pedagang tetap waspada terhadap potensi eskalasi perdagangan di masa mendatang,” beber Ibrahim.
Dibuka Menguat
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu sektor keuangan naik sebesar 1,88 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 1,83 persen dan 1,68 persen.
Baca Juga : Rupiah Melemah Rp16.240 per Dolar AS, IHSG BEI Menguat 35,74 Poin
Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor barang konsumen non primer paling dalam minus 0,5033 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu COIN, IOTF, CHEK, MERI, dan CDIA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ASPR, PMUI, MFIN, NICE, dan INPS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.285.080 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,26 miliar lembar saham senilai Rp13,32 triliun. Sebanyak 375 saham naik, 204 saham menurun, dan 226 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 147,28 poin atau 0,37 persen ke 39.674,00, indeks Hang Seng melemah 136,05 poin atau 0,57 persen ke 24.028,48, indeks Shanghai naik 16,63 poin atau 0,48 persen ke 3.509,05, dan indeks Strait Times menguat 18,20 poin atau 0,41 persen ke 4.075,17. ***














