Connect with us

Ekonomi

Rupiah dan IHSG Menguat Seiring Meredanya Kekhawatiran Terhadap Inflasi

Diterbitkan

pada

Ilustrasi: antaranews.com

FAKTUAL-INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menguat seiring redanya kekhawatiran terhadap inflasi.

Rupiah pagi ini bergerak menguat 35 poin atau 0,23 persen ke posisi Rp14.813 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.848 per dolar AS.

“Hari ini, nilai tukar rupiah bisa menguat terhadap dolar AS karena sentimen positif pasar terhadap aset berisiko pagi ini,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/6/2022).

Indeks saham Asia terlihat bergerak positif pagi ini mengikuti pergerakan positif indeks saham Eropa dan AS pada akhir pekan kemarin.

“Pasar mungkin melihat bahwa kebijakan bank sentral dunia untuk menaikkan suku bunga acuan mungkin bisa mengendalikan inflasi dengan penurunan harga-harga komoditi belakangan ini. Jadi kekhawatiran pasar terhadap inflasi mereda,” ujar Ariston.

Advertisement

Kendati demikian, lanjut Ariston, sikap bank sentral AS Federal Reserve (Fed) yang masih akan menaikkan suku bunga acuannya masih bisa memicu penguatan dolar AS kembali terhadap nilai tukar lainnya, termasuk rupiah.

Mendekati akhir Juli, The Fed diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin menjadi 2,25 persen-2,5 persen.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga hingga tiga persen hingga akhir tahun. Bank sentral berkomitmen untuk menurunkan angka inflasi AS dengan kebijakan pengetatan moneter yang agresif.

“Dari dalam negeri, tekanan inflasi yang mulai merangkak naik mungkin bisa menjadi penekan rupiah. Inflasi bisa melambatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Ariston dilansir antaranews.com.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak menguat ke arah Rp14.800 per dolar AS dengan potensi resisten di level Rp14.860 per dolar AS.

Advertisement

Pada Jumat (24/6) lalu, rupiah ditutup melemah 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.848 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.841 per dolar AS.

IHSG

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan dibuka menguat, didukung penurunan kekhawatiran terhadap inflasi.

IHSG dibuka menguat 9,79 poin atau 0,14 persen ke posisi 7.052,72. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,84 poin atau 0,18 persen ke posisi 1.020,83.

“Untuk hari ini IHSG ditopang oleh sentimen positif dari penguatan pada bursa global yang ditopang sedikit menurunnya kekhawatiran terhadap inflasi di Amerika Serikat,” tulis Tim Riset Surya Fajar Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Advertisement

Di sisi lain rebound pada harga minyak global diperkirakan membuat pasar kembali melakukan rotasi pada saham-saham komoditas energi.

Sementara itu, saham-saham defensif seperti konsumer diperkirakan mulai mengalami aksi ambil untung atau profit taking.

Apalagi pada akhir pekan ini inflasi Juni akan dirilis. Berdasarkan konsensus, inflasi akan berada di atas batas Bank Indonesia yaitu 4 persen.

Bursa Amerika berhasil ditutup naik pada perdagangan akhir pekan lalu. Katalis positif datang dari survei konsumen dari University of Michigan yang mengindikasikan tekanan inflasi mulai sedikit mereda.

Berdasarkan survei tersebut, konsumen mengharapkan inflasi sebesar 5,3 persen (yoy) pada akhir Juni, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan survei pada awal bulan sebesar 5,4 persen (yoy).

Advertisement

Sementara bursa Eropa kembali menguat pada perdagangan Jumat (24/6) lalu. Inggris melaporkan penjualan ritel yang turun 0,5 persen (mom), masih lebih baik dibandingkan dengan estimasi konsensus yang memperkirakan penurunan 0,7 persen (mom).

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 631,3 poin atau 2,41 persen ke 26.802,55, Indeks Hang Seng naik 424,53 poin atau 1,95 persen ke 22.143,59, dan Indeks Straits Times meningkat 13,96 poin atau 0,45 persen ke 3.125,61. ***

Lanjutkan Membaca