Connect with us

Politik

SDM Sekretariat Jendral DPR Harus Melek Digital

Diterbitkan

pada

Pelantikan pejabat eselon III dan IV di Kesekretarian Jendral DPR RI. (Ist).

Pelantikan pejabat eselon III dan IV di Kesekretarian Jendral DPR RI. (Ist).

FAKTUALid – Menghadapi tantangan ke depan yang semakin berat, pejabat di lingkungan sekretarian jenderal DPR harus mempu mengikuti perkembangan zaman. Di antaranya meningkatkan kualitas kerja dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, dan inovatif.

“Saat ini, hari ini ada dua disrupsi yang harus kita lalui. Pertama disrupsi akibat 4.0 yang kedua disrupsi akibat pandemi Covid. Kedua hal itu kita harus bisa untuk terus bagaimana mengawal tugas tugas sekretariat jenderal dalam menjalankan pelayanan kepada Dewan,” kata Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar saat melantik sejumlah pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI, di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Jumat (2/7/2021).

Indra menegaskan, tantangan ke depan yakni mempersiapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga pegawai mampu melek digital, menguasai bahasa umum, seperti Bahasa Inggris serta mempunyai inovasi-inovasi dalam menyederhanakan pekerjaan dalam memberikan pelayanan kepada Dewan di masa mendatang.

“Dalam waktu dekat kita juga akan memetakan kapabilitas SDM kita untuk eselon IV dan III akan dilakukan juga tes uji pengetahuan IT-nya. Kemudian juga EPTIGO (English Proficiency Test For Indonesian Government Officials) ya, uji untuk tes kemampuan bahasa Inggris yang berkaitan dengan  tugas sehari harinya,” ujarnya seperti dikutip dari media resmi DPR RI.

Tentang pemetaan pekerjaan, jelas Indra, dilakukan guna memahami seberapa kuat organisasi untuk menghadapi tantangan tantangan ke depan. Sehingga, berbagai evaluasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan kinerja SDM, organisasi dan juga melakukan asesmen terhadap sarana pendukungnya. Adapun asesmen dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan.

Advertisement

 

“Yang pertama untuk mengisi kekosongan yang pensiun. Yang kedua memang ada yang dimutasi sesuai dengan hasil asesmen berdasarkan kompetensi yang ada. Yang ketiga, ada juga yang promosi karena mendapatkan penilaian yang baik,” jelas Indra. ***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement