Politik
HUT PDIP Ke-50, Bakal Umumkan Kejutan dari Megawati

Ilustrasi PDIP akan sambut ulang tahun ke-50. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA : PDIP akan merayakan hari jadinya ke-50 pada Januari 2023 mendatang. Disebut-sebut, perayaan ulang tahun akan digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Meski demikian Ketua DPP PDIP Said Abdullah belum tahu pasti lokasi ulang tahun di mana.
“Sampai sekarang tempat lokasi acara HUT PDIP belum ditentukan karena menunggu rapat DPP minggu depan. Sehingga kalo ada yang menyatakan akan di JIExpo diramaikan dan sebagainya, kita belum tahu,” kata Said kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2022).
Yang menarik adalah, Said menyebut bakal ada kejutan yang diumumkan PDIP saat ulang tahun nanti. Banyak yang menduga kejutan soal capres.
Said hanya memastikan PDIP akan membahas segala persiapan di pemilu 2024. Said mengatakan PDIP akan siap berlaga di pileg dan di pilpres.
“Tapi setidaknya PDIP akan menunjukkan ke publik kesiapan PDIP untuk berlaga baik pileg maupun pilpres,” ujarnya.
Said juga mengonfirmasi terkait kejutan di HUT PDIP. Dia mengatakan setiap acara di PDIP selalu ada kejutan, namun itu merupakan hak prerogatif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
“Pasti. Setiap rakernas atau HUT kami selalu ada kejutan. Kejutannya? Nanti dong. Itu prerogatif ketua umum bukan saya,” kata Said.
Lebih lanjut, Said turut merespons prediksi relawan Ganjar soal akan adanya pengumuman capres di HUT PDIP. Relawan tersebut yakin PDIP akan mendeklarasikan Ganjar sebagai capres di hari tersebut. Said menilai wajar.
“Bagi relawan wajar-wajar saja. Relawan manapun pasti berharap calonnya segera dipinang oleh parpol sehingga punya ketenangan memenuhi presidential threshold,” kata Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu.
Said menilai hal itu merupakan bentuk aspirasi yang diserap oleh partai. Namun, dia mengatakan keputusan capres ada di Megawati selaku pemegang hak prerogatif.
“Bahwa itu bagian dari aspirasi rakyat kita mendengar dengan baik-baik aspirasi itu. Tapi tidak bisa PDI Perjuangan itu maupun dalam konteks kelembagaan tiba-tiba akan tunduk pada keinginan relawan-relawan,” katanya.***











