Connect with us

Politik

Puan Ingatkan KPU – Bawaslu yang Baru, pada Pemilu 2019 Banyak Petugas KPPS Meninggal Dunia

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ketua DPR Puan Maharani  meminta anggota KPU-Bawaslu terpilih pegang teguh netralitas

Ketua DPR Puan Maharani meminta anggota KPU-Bawaslu terpilih pegang teguh netralitas

FAKTUAL-INDONESIA: Sisi kelam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 lalu mengemuka lagi ketika Ketua DPRI Puan Maharani memberikan sambutan pada Rapat Paripurna DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

Puan meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) masa bakti 2022 – 2027 menyiapkan skema yang baik terhadap proses penghitungan suara mengingat pada Pemilu 2019 lalu, banyak petugas dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia karena kelelahan.

“Kita harus memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. Namun dalam proses demokrasi tersebut harus dapat dipastikan bahwa kesehatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas,” kata Puan Maharani.

Dalam mempersiapkan tahapan Pemilu, mantan Menko PMK tersebut mengingatkan anggota KPU-Bawaslu terpilih agar memperhatikan keamanan dan kesehatan masyarakat.

Kondisi pandemi COVID-19 yang belum menentu, sehingga harus diantisipasi sebaik-baiknya.

Advertisement

“Sehingga masyarakat dalam menyalurkan hak suaranya tidak memiliki kekhawatiran dan tingkat partisipasi warga pada Pemilu berikutnya meningkat,” ujarnya.

Puan  menyambut baik penetapan anggota KPU dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) terpilih. Ia berharap 7 komisioner KPU dan 5 anggota Bawaslu periode 2022-2027 dapat bekerja secara profesional dengan integritas yang tinggi.

Adapun 7 anggota KPU terpilih yaitu Betty Epsilon Idroos, Hasyim Asy’ari, Muhammad Afifuddin, Parsadaan Harahap, Yulianto Sudrajat, Idham Holik dan August Mellaz.

Sementara itu, 5 anggota Bawaslu terpilih adalah Lolly Suhenty, Puadi, Rahmat Bagja, Totok Hariyono, dan Herwyn Jefler Malonga.

“Selamat kepada calon anggota KPU dan calon anggota Bawaslu masa jabatan tahun 2022-2027, semoga dapat menjalankan tugas dengan profesional, berintegritas, bertanggung jawab, dan amanah demi terjaminnya hak konstitusional warga negara dalam memilih dan dipilih,” tutur Puan.

Advertisement

Wanita pertama yang menjadi Ketua DPR RI itu juga mengingatkan agar anggota KPU dan Bawaslu terpilih senantiasa memegang teguh prinsip netralitas saat menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilu.

“Hal ini penting agar penyelenggaraan pemilu berjalan dengan baik mengingat tantangan keserentakan dalam Pemilu ke depan. Dengan begitu Pemilu dapat dilaksanakan dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, serta adil,” kata Puan.

Dia berharap, anggota KPU dan Bawaslu terpilih bisa segera melakukan konsolidasi sehingga bisa segera bekerja efektif dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu 2024.

Sebelum pengesahan, di hadapan Rapat Paripurna DPR RI, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung melaporkan mengenai proses seleksi anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 melalui fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) selama tiga hari pada 14-16 Februari 2022. Para anggota KPU dan Bawaslu terpilih juga hadir dan diperkenalkan dalam Rapat Paripurna.

“Apakah laporan Komisi II DPR terhadap hasil uji kelayakan atau fit and proper test calon anggota Komisi Pemilihan Umum dan calon anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum masa jabatan tahun 2022-2027 tersebut dapat disetujui?” kata Puan selalu pimpinan Rapat Paripurna. “Setuju,” jawab anggota dewan kemudian dilanjutkan ketukan palu Puan tanda pengesahan penetapan anggota KPU dan Bawaslu terpilih. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement