Connect with us

Opini

Vaksin Lengkap Nataru

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Oleh: Oleh Gungde Ariwangsa SH

FAKTUAL-INDONESIA: Liburan Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) sebentar lagi. Seperti Nataru dua tahun sebelumnya maka liburan di hari-hari akhir dan awal tahun ini tetap harus dijalani dengan sikap waspada karena masih dalam suasana pandemi virus corona (Covid-19). Untuk itu marilah tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin ketat dan dosis vaksin lengkap.

Sebenarnya, saat Nataru atau hari-hari biasa, prokes dan vaksin lengkap harus dijalani dan dilaksanakan. Ini untuk melindungi diri dan menekan serangan dari virus ganas Covid-19 yang masih terus mengancam dunia. Apalagi kini ada ancaman baru dari Omricon yang merupakan  varian baru dari Covid-19.

Prokes dan vaksin tidak pelak lagi harus menjadi kebiasaan hidup baru dan normal. Gerakan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi aktivitas) terus dijalankan. Kemudian kekebalan tubuh dilengkapi dengan melaksanakan dua kali dosis vaksin.

Bahkan bila perlu segera melengkapi diri dengan  vaksin dosis ketiga. Ini untuk berjaga-jaga diri dalam menghadapi serangan Omricon. Menurut penemuan ilmuwan di Inggris, dua kali dosis vaksin belum cukup untuk melindungi diri dari Omicron.

Advertisement

Sangatlah tepat langkah Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dalam liburan Nataru kali ini mewajiban vaksinasi dosis lengkap untuk melakukan perjalanan. Dalam upaya menekan laju penularan virus corona di Tanah Air, Satgas Penanganan Covid-19, mensyaratkan wajib vaksin dosis penuh untuk pelaku perjalanan antarkabupaten atau kota di wilayah aglomerasi selama, di luar wilayah aglomerasi selama periode Nataru. Langkah di penghujung tahun 2021 ini bisa dipakai sebagai landasan untuk memenuhi program vaksin dosis lengkap dan kemudian di awal tahun 2022 melanjutkan dengan booster ketiga.

Kewajiban vaksin dosis lengkap tidaklah cukup hanya untuk persyaratan bepergian saat Nataru saja. Vaksin lengkap Nataru jika perlu ditingkatkan menjadi program nasional sehingga bisa mempercepat terpenuhinya target vaksinasi di Tanah Air. Menjadi lebih penting lagi gerakan Vaksin Lengkap Nataru diperpanjang dan diperluas mengingat booster ketiga sudah harus dilaksanakan untuk menambah kekebalan menghadapi Covid-19 dan melindungi diri dari Omicron.

Bagi pemerintah, gerakan Vaksin Lengkap Nataru juga dapat dijadikan percepatan vaksinasi lengkap bagi daerah di luar wilayah Jawa-Bali yang cakupan vaksinasinya masih di bawah rata-rata nasional. Melalui Vaksin Lengkap Nataru, pemerintah di daerah-daerah yang cakupan vaksinasinya masih di bawah rata-rata dapat menggerakan masyarakat  untuk segera mengunjungi pos pelayanan vaksinasi terdekat, termasuk di beberapa bandara dan pelabuhan.

Vaksin Lengkap Nataru akan menjadi ujian apakah bisa menahan laju kasus Covid-19. Catatan menunjukkan, Indonesia belum pernah berhasil melewati periode libur panjang tanpa menimbulkan kenaikan kasus. Apalagi meskipun situasi pandemi pada level nasional masih cukup terkendali, namun terdapat enam provinsi yang sempat mengalami kenaikan kasus harian yang cukup signifikan di bulan terakhir ini.

Keenam provinsi itu adalah Lampung, Bangka Belitung, Daerah Khusus Ibukota Jakarta,  Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur,  dan Papua Barat.

Advertisement

Lampung mengalami penambahan kasus harian dari satu menjadi 18 kasus dalam empat hari. Kemudian, Bangka Belitung terjadi kenaikan kasus harian dari delapan menjadi 15 kasus dalam dua hari, DKI Jakarta dari 41 menjadi 70 kasus dalam dua hari, Jawa Barat dari 29 menjadi 83 kasus dalam tiga hari, NTT dari tiga menjadi 27 dalam tiga hari, dan Papua Barat mengalami penambahan kasus dari empat menjadi 13 kasus dalam lima hari.

Ditambah lagi,  angka reproduksi efektif (Rt) yang menunjukkan potensi penularan dalam suatu populasi juga sudah mulai menunjukkan kenaikan di beberapa provinsi. Ini menjadi menjadi alarm dini dalam penetapan langkah-langkah pengendalian.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengemukakan, sampai saat ini, terdapat dua pulau yang mengalami kenaikan Rt, yaitu Pulau Jawa yang sebelumnya 0,95 pada 11 November 2021 naik menjadi 0,98 per tanggal 2 Desember 2021. Pulau Sulawesi yang sebelumnya 0,95 pada 11 November naik menjadi 0,98 per tanggal 2 Desember 2021.

Wiku menyayangkan naiknya angka Rt pada beberapa wilayah tidak dibarengi dengan kepatuhan akan protokol kesehatan. Padahal, disiplin protokol kesehatan merupakan aspek penting untuk mencegah terjadinya penularan.

Tidak lengah dalam melaksanakan prokes dan melengkapi diri dengan vaksin dosis leng – kap menjadi kewajiban semua masyarakat. Bukan saja untuk melindungi diri sendiri tetapi juga untuk keselamatan keluarga, sahabat, masyarakat lingkungan dan seluruh bangsa. Jadi marilah ikuti dan laksanakan vaksinasi dosis lengkap Nataru. ***

Advertisement
  • Gungde Ariwangsa – Ketua Siwo PWI Pusat, pemegang kartu UKW Utama.

Lanjutkan Membaca