Connect with us

Olahraga

Tes Fisik Atlet PON DKI Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Diterbitkan

pada

Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo saat memberi keterangan pers. (Foto: Dok Humas KONI DKI).

Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo saat memberi keterangan pers. (Foto: Dok Humas KONI DKI).

FAKTUALid – Tes fisik atlet PON DKI Jakarta yang berlangsung di stadion Atletik Rawamangun, Jakarta Timur 8 – 14 Juni menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini untuk mencegah penularan Covid-19 yang akhir-akhir ini meningkat di DKI Jakarta.

Secara keseluruhan ada 37 cabang olahraga yang akan berlaga di PON XX Papua mengikuti tes fisik. Karena saat ini sedang pandemi Covid-19, maka peserta diatur sedemian rupa untuk menghindari kerumunan.

Pada latihan fisik Rabu (9/6/2021), kegiatan tes fisik atlet mendapat kunjungan langsung dari Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo. Pada kesempatan tersebut Ketua Umum didampingi sejumlah pengurus KONI DKI Jakarta dan anggota Tim Pengendali Peningkatan Prestasi Atlet (TP3A).

Kendati tes fisik melibatkan banyak atlet, panitia tetap mengedepankan protokol kesehatan. Di antaranya memakai masker dan menjaga jarak.

“Tes fisik kali ini untuk menguji dan melihat perkembangan atlet-atlet selama pandemi. Selama pandemi, atlet latihan mandiri di rumah dan tes fisik ini untuk melihat perkembangan,” jelas Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Laksma (Purn) Djmahuron P Wibowo kepada wartawan di GOR Rawamangun, Jaktim, Rabu (9/6/2021).

Advertisement

Dari tes fisik ini, kata Djamhuron, akan menjadi evaluasi ke depan untuk menambah kebugaran, kekuatan dan keterampilan saat bertanding di PON Papua mendatang.

“Ini akan menjadi tolok ukur pembinaan selanjutnya demi meraih juara umum PON Papua. Tes fisik ini lebih lama karena diatur berdasarkan protokol kesehatan yang berlaku,” lanjut Djamhuron.

Sekum Jamron menambahkan, tes fisik ini juga untuk mengetahui sejauh mana progres latihan yang dilakukan atlet secara mandiri.

“Selanjutnya setelah hasil evaluasi dilakukan kita akan mengetahui fisik masing-masing atlet sesuai kebutuhan. Apakah sudah sesuai atau tidak, dapat langsung diperbaiki karena standarisasi fisik yang dibutuhkan masing-masing cabor berbeda,” terangnya. ***

 

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement