Connect with us

Olahraga

Saat Pemain Belgia Berlutut Jelang Sepak Mula Lawan Rusia, Cemoohan Bergema ..

Diterbitkan

pada

Foto: Antaranews. com

FAKTUALid – Para pemain tim nasional Belgia berlutut jelang sepak mula laga Grup B Euro 2020 melawan tuan rumah di Stadion Krestovsky, Saint Petersburg, Rusia, Sabtu waktu setempat atau Minggu (13/6/2021 WIB). Namun kemudian cemoohan bergema di Stadion itu.

Aksi berlutut itu sebenarnya menjadi bagian dari kampanye untuk menyoroti ketidakdilan rasial, dilakukan oleh seluruh pemain Belgia dan wasit Antonio Mateu Lahoz, sementara para pemain tuan rumah Rusia tidak mengikuti gestur yang sama.

Penyerang Belgia, Romelu Lukaku, yang orang tuanya berasal dari Republik Demokratik Kongo, selain berlutut juga mengangkat kepalan tangan kanannya.

Antaranews melaporkan, Belgia menjadi tim berikutnya yang melakukan aksi berlutut jelang sepak mula di pertandingan Euro 2020 setelah Inggris menegaskan bakal melakukan hal yang sama saat melakoni pertandingan pembuka Grup D melawan Kroasia di Wembley, Minggu.

Pemandangan serupa juga terlihat kala Wales menghadapi Swiss di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, dalam pertandingan yang berlangsung lebih awal.

Advertisement

Sementara itu kapten Belanda Georginio Wijnaldum mengatakan pihaknya tidak akan melakukan aksi berlutut itu dan bakal menempuh bentuk lain untuk menyoroti diskriminasi rasial.

Gestur berlutut atas protes diskriminasi rasial muncul di dunia olahraga pada 2016, dilakukan oleh mantan quarterback liga American Football (NFL) Colin Kaepernick.

Inggris

Timnas Inggris juga sempat merasakan cemoohan ketika melakukan gestur berlutut atas protes diskriminasi rasial.

Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate menilai beberapa penggemar tidak memahami makna di balik sikap berlutut yang dilakukan para pemain sebelum pertandingan dimulai, setelah gerakan tersebut dihina menjelang kemenangan 1-0 atas Austria dalam pertandingan persahabatan yang digelar  tanggal 3 Juni 2021 lalu.

Advertisement

Sekitar 7.000 penggemar berada di Stadion Riverside milik Middlesbrough untuk menyaksikan laga pemanasan Euro 2020 tersebut. Hinaan itu terdengar dari sebagian penonton sebelum akhirnya tenggelam oleh suara tepuk tangan pendukung lain.

Para pemain berlutut sebelum kickoff untuk mendukung gerakan anti-rasisme “Black Lives Matter”, tetapi Southgate mengatakan beberapa penggemar melihatnya sebagai “unsur politik” yang tidak mereka sukai.

“Saya senang ejekan itu tenggelam oleh mayoritas penonton, tetapi kami tidak dapat menyangkal hal itu terjadi,” kata Southgate.

“Itu (hinaan) tidak terdengar seperti nama-nama pemain kulit hitam, rasanya lebih seperti kritik terhadap mereka. Saya pikir mayoritas orang memahaminya, tapi rupanya ada beberapa orang tidak memahami makna gerakan tersebut, dan kita melihat hal itu terjadi di lapangan sepak bola saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, gelandang timnas Inggris Jack Grealish mengatakan tidak ada pemain yang menyukai hinaan seperti itu.

Advertisement

“Saya pikir itu akan dibicarakan dalam beberapa hari ke depan. Hal itu tidak kami inginkan dalam sepak bola, terutama dalam pertandingan-pertandingan kami,” ujar Jack. ***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement