Home Olahraga Pemain Inggris Akan ‘Berlutut’, FA Ajak Suporter Hormati Tim Southgate

Pemain Inggris Akan ‘Berlutut’, FA Ajak Suporter Hormati Tim Southgate

oleh Dwipraya

 

Foto: Antaranews.com

FAKTUALid – Tim nasional Inggris telah menegaskan komitmen mereka untuk melanjutkan kampanye anti-rasisme dalam babak utama Euro 2020.

Terkait itu Asosiasi sepak bola Inggris, FA, mengajak para suporternya untuk menghormati para pemain tim nasional mereka yang akan melakoni aksi berlutut menyoroti diskriminasi dan ketidakadilan rasial jelang tiap sepak mula semua laga Euro 2020.

Aksi menentang diskriminasi itu jelas akan dilakukan para pemain Inggris sebelum sepak mula laga pembuka Grup D melawan Kroasia di Stadion Wembley, London, Minggu (13/6/2021) malam nanti.

Gestur serupa dilakukan para pemain Inggris dalam dua pertandingan pemanasan jelang Euro 2020 melawan Austria dan Rumania di Stadion Riverside, Middlesbrough, pekan lalu, tetapi direspon dengan cemoohan segelintir suporter.

“Mereka melakukan ini sebagai mekanisme protes damai terhadap diskriminasi, ketidakadilan dan ketimpangan,” tulis FA dalam laman resmi mereka, Minggu dini hari WIB.

“Secara personal ini sangat penting bagi para pemain dan nilai-nilai yang diwakili secara bersama oleh tim ini.

“Gestur persatuan untuk melawan ketimpangan bisa dilacak hingga abad ke-18. Ini bukan sesuatu yang baru, dan sepak bola Inggris secara jelas menyatakan bahwa ini bukan dukungan terhadap organisasi politik mana pun.

“Kami mengajak bagi Anda yang tidak setuju dengan aksi ini untuk bercermin atas pesan yang Anda sampaikan kepada para pemain yang Anda dukung.

“Tolong hormati permintaan mereka dan ingatlah bahwa kita harus terus bersatu mengatasi diskriminasi. Bersama-sama.

“Mereka akan melakukan yang terbaik bagi Anda. Mohon Anda juga melakukan hal yang sama untuk mereka,” demikian pernyataan FA.

Sejumlah pertandingan seperti Wales lawan Swiss juga diawali dengan gestur serupa di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, pada Sabtu malam tadi.

Sedangkan di Stadion Krestovsky, Saint Petersburg, Rusia, hanya para pemain Denmark dan wasit Antonio Miguel Lahoz yang melakukannya sedangkan Rusia tidak dan suporter menyambutnya dengan cemooh yang bergemuruh.

Sementara itu, kapten Belanda Georginio Wijnaldum sudah menyatakan mereka tidak akan melakukan aksi berlutut dan memiliki kanal lain dalam perjuangan melawan diskriminasi rasial.

Komitmen Tim

Sebelumnya pelatih tim nasional Inggris Gareth Southgate menegaskan komitmen timnya untuk melanjutkan kampanye anti-rasisme dalam babak utama EURO 2020.

Sementara itu, bek kiri Luke Shaw menegaskan ia dan rekan-rekannya akan tetap berlutut sebelum sepak mula, kendati gestur itu kembali disambut cemoohan sebagian kecil penonton saat mereka menghadapi Rumania dalam laga pemanasan di Stadion Riverside, Middlesbrough, pada Minggu (6/6/2021).

“Kami akan tetap melakukannya. Kami meyakini aksi itu dan tidak akan berhenti,” kata Shaw pada Selasa.

Gestur itu dipopulerkan oleh gerakan Black Lives Matter dan diadopsi menjadi rutinitas jelang sepak mula semua pertandingan Liga Premier Inggris 2020/21.

Kendati demikian, sebagian suporter menilai gestur itu sudah kehilangan makna dan membuat sepak bola terlampau dipolitisasi. Cemoohan hanya terdengar sayup-sayup di antara tepuk tangan yang lebih menggema jelang sepak mula laga kontra Rumania.

Dalam surat terbuka kepada suporternya, Southgate menegaskan sudah jadi kewajibannya untuk berinteraksi dengan masyarakat dan membantu pemahaman tentang isu rasial mendapat sorotan yang seharusnya.

“Saya tahu suara saya punya bobot, bukan karena siapa saya, tetapi jabatan yang saya duduki,” tulis Southgate dalam laman The Players’ Tribune.

“Saya punya kewajiban ke masyarakat luas untuk menggunakan suara itu, sebagaimana juga para pemain.

“Para pemain kami adalah teladan. Dan lebih dari apa yang terlihat di atas lapangan, kami harus memahami dampaknya ke masyarakat. Kami harus memberi mereka kepercayaan diri untuk siap membela rekannya dan hal-hal yang penting bagi mereka sebagai manusia.

“Saya tidak pernah percaya bahwa kami cuma harus berkonsentrasi dengan sepak bola.”

Dalam jumpa pers terpisah, Shaw mengatakan para pemain timnas Inggris meyakini betapa pentingnya untuk terus mengulangi pernyataan itu.

“Kami membicarakannya. Kami semua memang memilih melakukannya dan sepakat itu hal yang tepat,” kata Shaw. ***

You may also like

Tinggalkan Komentar