Home Olahraga Markis Kido Meninggal, KONI Pusat dan PBSI Berduka Cita Mendalam

Markis Kido Meninggal, KONI Pusat dan PBSI Berduka Cita Mendalam

oleh Gungdewan
Markis Kido meninggal dunia diduga karena serangan jantung

Markis Kido meninggal dunia diduga karena serangan jantung

FAKTUALid – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya pemain bulutangkis Markis Kido, Senin (14/6/2021).

Ucapan belasungkawa mendalam itu langsung disampaikan oleh Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman dan Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna.

“Hari ini masyarakat Indonesia kehilangan Patriot Olahraga Indonesia yang telah berhasil membuat bendera Merah Putih berkibar dengan diiringi Lagu Indonesia Raya. Masyarakat internasional menghargai Indonesia karena prestasi Almarhum,” kata Marciano.

Selaku Ketua Umum KONI Pusat, Marciano menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. “Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa dan mereka yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan,” tambahnya. “Selamat Jalan Markis Kido, prestasimu akan selalu dikenang,” ujar Marciano.

PP PBSI juga  menyampaikan duka yang mendalam dan rasa kehilangan yang besar atas musibah ini.

“Hari ini keluarga besar bulutangkis Indonesia sangat berduka dengan berpulangnya Markis Kido, pahlawan bulutangkis yang telah berulang kali mengharumkan nama Merah Putih di panggung bulutangkis dunia,” ucap Agung Firman Sampurna.

Agung yang juga Ketua BPK RI itu menambahkan, meninggalnya Markis  merupakan sebuah kehilangan besar bagi dunia bulutangkis Indonesia yang tengah menghadapi Olimpiade Tokyo. “Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan,” sambung Agung.

Markis Kido layak disebut legenda bulutangkis dengan segala prestasi yang ia sudah torehkan untuk Merah-Putih. Oleh karenanya, PBSI berharap suri tauladan pria kelahiran 11 Agustus 1984 itu menjadi inspirasi para penerusnya.

“Dengan prestasi besar seperti juara dunia 2007 di Kuala Lumpur, medali emas Olimpiade Beijing 2008, dan emas Asian Games 2010 Guangzhou bersama Hendra Setiawan, nama Kido begitu harum di pentas dunia. Kami keluarga besar bulutangkis Indonesia dan PBSI ikut berduka cita dan merasa kehilangan besar dengan berpulangnya Markis Kido,” tutur Agung.

Dia berharap apa yang telah diberikan dan diwaris Markis bisa diteruskan oleh generasi muda.

“Semoga suri teladan, semangat juang, prestasi besar, dan etos kerja yang telah ditunjukkan Markis Kido selama ini, bisa menginspirasi para pemain-pemain bulutangkis Indonesia untuk mengikuti jejak almarhum,” pesannya.

Banyak yang menyatakan Markis meninggal karena serangan jantung. Sebelum menutup usia, pria kelahiran 11 Agustus 1984 masih setia dengan raket. Ia menghembuskan nafas terakhir ketika bermain bulu tangkis di sekitar Tangerang. ***

You may also like

Tinggalkan Komentar