Connect with us

Olahraga

Catatan Sepakbola Tukang Bridge : Inggris harus Ekstra Hati-hati lawan Denmark

Gungdewan

Diterbitkan

pada

  • Oleh: Bert Toar Polii
Bert Toar Polii- pemain nasional bridge yang mendapat Satya Lencana olahraga dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) merangkap pelatih, jurnalis dan di PB Gabsi sebagai Ketua Bidang Humas.

Bert Toar Polii- pemain nasional bridge yang mendapat Satya Lencana olahraga dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) merangkap pelatih, jurnalis dan di PB Gabsi sebagai Ketua Bidang Humas.

FAKTUALid – Banyak pengamat menjagokan Inggris untuk tampil di final termasuk tukang bridge. Memang patut diakui secara teknis Inggris lebih baik dibanding Denmark. Hampir semua lini diisi pemain terbaik, di bangku cadangan pun pemain yang siap tidak kalah kelasnya.

Selain itu Inggris punya banyak keuntungan lain, seperti bermain di kandang sendiri yang otomatis akan didukung oleh pendukung setia.

Sementara itu pendukung Denmark sangat terbatas akibat aturan pemerintah Inggris soal pandemi dan pembatasan penonton oleh UEFA.

Satu lagi yang paling berbahaya, terbukanya kran gol Harry Kane setelah mandul di babak penyisihan group. Hanya dalam dua pertandingan ia telah mencetak 3 gol sehingga Bersama Raheem Sterling mereka berdua punya peluang mengejar Ronaldo dan Schick yang sudah mengumpulkan 5 gol.

Inggris juga berada di atas angin, karena secara jujur pelatih Denmark Kasper Hjulmand tanpa malu-malu mengakui bahwa dirinya belajar banyak dari pelatih Inggris Gareth Southgate.

Advertisement

Belum lagi Asosiasi Sepak Bola Denmark (DBU) meniru cetak biru pembinaan hingga pembentukan tim nasional dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).

Namun kenapa Inggris harus ekstra hati-hati? Karena catatan sejarah tidak berpihak pada mereka. Selama ditangani Southgate sejak Nopember  2016, Denmark adalah salah satu tim yang tidak pernah dikalahkan Inggeris.

Dalam duel di fase grup di Liga Nasional Eropa, Denmark menahan imbang Inggris di Kopenhagen dan mengalahkan Inggeris di Stadion Wembley 1-0.

Stadion Wembley menjadi tempat pertandingan ulangan antara kedua tim pada semi final Euro 2020.

Pelatih Denmark yang meniru formasi 3 -4-3 yang jadi idola di Liga Inggris terutama oleh Chelsea dan kemudian diterapkan pada laga kedua fase grup melawan Belgia dan terus dipertahankan.

Advertisement

Dengan pola ini ia meloloskan Denmark sampai jauh ke semi final. Beruntung ia mempunyai 3 pemain yang sudah akrab dengan pola ini. Ada Christensen dari Chelsea dan Maehle dari Atlanta serta Stryger dari Udinese.

Satu lagi kekuatan Denmark, mereka hanya ingin bermain dan mecurahkan kebahagiannya serta tidak takut melawan tim manapun karena mereka tidak punya target yang muluk-muluk.

Selain itu kebersamaan mereka serta tekad untuk memberikan  yang terbaik buat Eriksen yang mengalami musibah di awal turnamen akan menjadi motivasi tersendiri. ***

  • Bert Toar Polii- pemain nasional bridge yang mendapat Satya Lencana olahraga dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) merangkap pelatih, jurnalis dan di PB Gabsi sebagai Ketua Bidang Humas.

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement