Connect with us

Nusantara

Kebun di Atas Awan, Karya Bupati Konut Menyulap Alam

Diterbitkan

pada

Bupati Konawe Utara menyulap lahan kosong jadi tempat wisata gratis. (Ist)

Bupati Konawe Utara menyulap lahan kosong jadi tempat wisata gratis. (Ist)

FAKTUALid – Bertanam sayuran, tidak hanya dilakukan oleh kaum petani di lahan terbuka. Tapi seorang pejabat daerah mampu menyulap sebuah area perkebunan menjadi kawasan wisata alam, seperti yang dilakukan Bupati Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara bernama Ruksamin.

Dalam mengisi waktu senggangnya sehari-hari, kepala daerah ini melakukan aktivitas bercocok tanam seperti berkebun sayuran di alam terbuka. Tidak di sekitar rumah seperti halnya yang banyak dilakukan oleh pejabat yang sekadar hobi dengan penghijauan.

Ketika bertani, Ruksamin terlihat tak jauh beda dengan petani lainnya. Ia terlihat sederhana dengan memakai topi ayaman.

Ia mampu mengubah dan menyulap sebuah bukit menjadi sebuah lokasi perkebunan yang indah dan mampu menarik perahatian bukan hanya hama pengganggu tanaman, namun juga masyarakat sekitar termasuk warga luar daerah yang melintas.

Bupati Konawe Utara Ruksamin akhirnya mengembangkan wisata alam kebun di atas awan yang indah sehingga menarik masyarakat untuk berkunjung.

Advertisement

Kebun di atas awan ini letaknya berada di puncak gunung Desa Awila, Kecamatan Molawe, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Di kebun ini, para pengunjung dimanjakan dengan suguhan pemandangan alam nan asri, yang dikelilingi awan putih serta udara yang sejuk.

Ruksamin yang juga sekaligus sebagai pengelola kebun itu mengatakan, tak menyangka jika kebun yang diolahnya dapat menjadi objek wisata alam yang banyak diminati oleh warga.

Awalnya dirinya menanam beberapa bunga untuk mengusir hama yang merusak tanaman perkebunanya, namun seiring waktu berjalan bunga yang ditanamnya menjadi banyak dan rimbun sehingga menghasilkan pemandangan nan indah.

Bunga yang ia tanam dengan maksud melindungi tanaman perkenunannya kini bagaikan bingkai indah yang mengelilingi perkebunannya.
Dengan hasil itu, Ruksamin merasa bersyukur karena selain tenaman perkenunannya aman dari gangguan hama, ia juga merasa senang karena bisa membuat warga sekitar termasuk dari daerah lain merasa senang dengan perkenunannya.

“Awalnya kita tanam bunga di sekitar sini supaya lalat bunganya tidak datang ke sini (tanaman perkebunannya). Tapi, alhamdulillah karena semua indah, bagus penataannya, selain kita bisa mendapat rezeki kita juga bisa menyenangkan teman-teman (pengunjung), kata Ruksamin seperti dikutip Antaranews.

Advertisement

Menariknya, bagi warga atau pengunjung yang ingin memanjakan mata dengan keindahan bunga dan panorama alam yang asri nan indah di objek wisata itu tidak dipungut biaya alias gratis. ***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *