Connect with us

Nasional

Sebanyak 4.000 Jiwa Pengungsi Gempa Poso Dapat Bantuan Tenda

Diterbitkan

pada

Sebanyak 4.000 Jiwa Pengungsi Gempa Poso Dapat Bantuan Tenda

Sebagian warga Poso masih trauma akibat gempa memilih tidur di luar rumah. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah telah menyalurkan bantuan darurat bagi sedikitnya 4.000 warga yang mengungsi akibat gempa bermagnitudo 5,7 yang mengguncang Kabupaten Poso, Kamis (24/7/2025) malam. Bantuan tersebut berupa tenda, perlengkapan bayi, makanan hingga obat-obatan.

Gubernur Sulawesi Tengah  Anwar Hafid langsung memberikan instruksi untuk mempercepat penanganan kondisi darurat di lapangan. Bantuan diberangkatkan dari Gudang Sentra Nipotowe Palu pada Jumat (25/7/2025).

Baca Juga : Gempa Berkekuatan 7,4 SR Guncang Kamchatka Rusia, Peringatan Tsunami Sempat Diumumkan

“Bantuan terdiri dari tenda gulung, tenda keluarga portabel, kasur, selimut, makanan siap saji, perlengkapan bayi, hingga obat-obatan. Ini bentuk tanggap cepat dari Pemerintah Provinsi,” ujar Kepala BPBD Sulteng Akris Fattah Yunus, Sabtu (26/7/2025).

Bantuan difokuskan untuk masyarakat di Pamona Tenggara dan Pamona Selatan, dua kecamatan terdampak parah. Tim gabungan dari BPBD provinsi, BPBD Poso, aparat desa, dan relawan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi, distribusi logistik, dan pendataan kerusakan.

Sejumlah desa seperti Tokilo, Tindoli, Tolambo, dan Pendolo tercatat mengalami kerusakan signifikan. Puluhan rumah warga, sekolah, serta rumah ibadah dilaporkan rusak. Meski tidak ada korban jiwa, warga masih memilih bertahan di pengungsian akibat 96 kali gempa susulan yang terus terjadi sejak malam pertama.

Advertisement

Baca Juga : Gempa 41 Kali Guncang Probolinggo Jatim, Tempat Tidur Bergetar dan Lima Rumah Rusak

“Kami imbau masyarakat tetap tenang namun waspada. Seluruh kebutuhan dasar pengungsi sedang kami penuhi secara bertahap,” kata Akris.

BMKG mencatat pusat gempa berada di darat, sekitar 19 kilometer barat daya Pamona Tenggara, pada kedalaman 10 kilometer. Warga diingatkan untuk menjauhi bangunan retak serta kawasan rawan longsor.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan akan terus hadir dan bergerak cepat dalam setiap tahapan penanganan bencana, baik pada fase tanggap darurat, pemulihan, hingga rekonstruksi pascagempa.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca