Nasional
Korban Tewas Akibat Tambang Gunung Kuda Longsor Bertambah Jadi 20 Orang

Korban tambang Gunung Kuda yang longsor pada 30 Mei 2025 bertambah menjadi 20 orang. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Akibat tanah longsor di pertambangan Gunung Kuda Cirebon pada Jumat (30/5/2025) lalu telah menewaskan 20 orang.
Pada Senin (2/6/2025), Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah lagi, sehingga total hingga saat ini, ada 20 orang tewas.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi di Cirebon, Senin (2/6/2025) mengatakan, jenazah korban tersebut berhasil ditemukan oleh tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan di sekitar area tambang tersebut.
Ia menyebutkan, setelah tertimbun longsor sejak Jumat (30/5), jenazah yang telah dievakuasi itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk diidentifikasi.
“Baru saja ditemukan satu jenazah, sekarang sudah diidentifikasi di rumah sakit,” katanya.
Baca Juga : 19 Orang Tewas Akibat Tambang Gunung Kuda Longsor, Dua Ditetapkan Tersangka
Ia menjelaskan, korban yang berhasil dievakuasi adalah Sudiono (51), warga Dukupuntang Kabupaten Cirebon.
Dengan hasil temuan itu, kata dia, total korban tewas yang berhasil dievakuasi menjadi 20 orang.
Namun, menurut Imron, masih ada lima korban lainnya yang belum ditemukan dan saat ini masih dalam proses pencarian.
“Kami berharap semua korban segera bisa ditemukan. Tadi anjing pelacak menunjukkan empat titik yang dicurigai, mudah-mudahan itu membantu mempercepat pencarian,” katanya.
Ia menuturkan, pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya proses pencarian kepada tim SAR gabungan dan berharap semua korban bisa ditemukan dalam kondisi apapun.
“Tidak ada batas waktu. Tim akan terus bekerja sampai semuanya ditemukan,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Cirebon telah memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban, termasuk anak-anak yang kehilangan orang tuanya dalam tragedi tersebut.
Baca Juga : Bencana Longsor Gunung Kuda Cirebon, Batu akan Dpecah untuk Temukan 8 Korban Tertimbun
“Tadi pagi bersama pak gubernur, kami mengumpulkan keluarga korban. Anak-anak dari korban yang masih kecil akan disekolahkan,” kata Imron.
Sementara itu, Pranata Ahli Humas BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan bahwa pencarian korban yang masih tertimbun saat ini dihadapkan pada kondisi medan yang berat, serta risiko longsor susulan cukup tinggi.
Meski begitu, petugas di lapangan tetap bekerja ekstra hati-hati, karena korban yang tertimbun tersebar di beberapa titik yang belum dapat dipastikan kedalamannya.
“Banyak material longsoran yang menumpuk, dan sebagian titik korban masih belum terdeteksi secara pasti. Selain itu, kami khawatir ada longsoran susulan saat proses evakuasi berlangsung,” ujar Hadi.***














