Connect with us

Kesra

Mubazir, Ikut Vaksinasi Kalau Sedang Sakit

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Pada Dialog Produktif  KPCPEN terungkap AstraZeneca aman digunakan

Pada Dialog Produktif KPCPEN terungkap AstraZeneca aman digunakan

FaktualID – Kalau sedang sakit sebaiknya berobat terlebih dahulu sebelum divaksin. Kalau tetap dipaksakan, takutnya vaksinnya nanti mubazir di dalam tubuh sehingga tidak efektif membentuk antibody.

Pernyataan pakar imunisasi dr Jane Soepardi, MPH, Dsc itu diungkapkan dalam pada Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan di FMB9ID_IKP, Selasa (25/6/2021). Tampil juga dalam dialog itu Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof Dr dr Hindra Irawan Satari, SpA (K), MTropPaed yang menekankan, Vaksin AstraZeneca aman digunakan.

“Sebetulnya kalau masyarakat jujur mengatakan ada masalah kesehatan, akan sangat membantu sekali. Apabila sakit, sebaiknya kita berobat terlebih dahulu sebelum divaksinasi. Karena vaksinnya takutnya nanti mubazir di dalam tubuh kita sehingga tidak efektif membentuk antibodi. Akibat lainnya, apabila seseorang jatuh sakit dan diduga terkait vaksinasi bisa memperlama program vaksinasi,” Jane Soepardi.

Menurut Jane, vaksin AstraZeneca adalah vaksin yang saat ini paling banyak digunakan di seluruh dunia. Jumlah kasus global saat ini pun sudah mulai menurun karena adanya program vaksinasi global saat ini. “Kasus COVID-19 seperti di Amerika dan Eropa yang dulunya tinggi, kini sudah turun,” terangnya.

Jane mengingatkan, harus diingat juga oleh masyarakat, kemungkinan tertular COVID-19 masih ada setelah divaksin. Soalnya  vaksin tidak memproteksi kita seratus persen. “Artinya kita tetap harus menjaga protokol kesehatan untuk menjaga diri kita dan orang lain,” tutur Jane.

Advertisement

Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melaporkan,  seiring dilaksanakannya program vaksinasi COVID-19, pemerintah telah melakukan upaya hati-hati dan pengawasan terus menerus demi melindungi masyarakat. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah kejadian medis yang diduga terkait dengan vaksinasi. Kejadian KIPI serius yang diduga terkait vaksin AstraZeneca baru-baru ini telah terkonfirmasi tidak berkaitan langsung dengan vaksin tersebut.

Data-data yang sudah dikumpulkan Komnas KIPI menurut Hindra Irawan Satari, telah dibandingkan dengan hasil uji klinik vaksin AstraZeneca sehingga saat ini Komnas KIPI bisa mengambil kesimpulan atas kejadian tersebut.

“Kasus KIPI terakhir yang sudah kami investigasi, setelah mengkaji data rekam medis pasien, dan pemeriksaan laboratorium, bisa disimpulkan kasus tersebut disebabkan oleh penyebab lain, tidak terkait dengan vaksin AstraZeneca,” jelas Hindra.

Dia  melanjutkan, proporsi KIPI yang dilaporkan masyarakat Indonesia mengenai AstraZeneca lebih rendah daripada data hasil uji klinik fase I-III vaksin tersebut. “Oleh karena itulah AstraZeneca aman digunakan,” tuturnya.

Hal itu  diperkuat keterangan dr Ellen Sianipar, SpA(K), Ketua Komda PP KIPI Provinsi DKI Jakarta. Sampai kini KIPI yang ditemukan khususnya di DKI Jakarta masih bersifat ringan seperti demam yang kemudian bisa hilang dengan sendirinya setelah satu dua hari,” terangnya.

Advertisement

“Sebelumnya AstraZeneca sudah dipakai untuk vaksinasi anggota TNI dan Polri sejak akhir Maret lalu. Untuk masyarakat umum memang baru dipakai pada bulan Mei. Sampai sekarang vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca masih berlangsung dan saya harap masyarakat masih percaya dengan vaksin tersebut,” ujar  Ellen lebih lanjut.

Gejala-gejala yang perlu diperhatikan menurut Hindra adalah sakit kepala yang hebat, penglihatan kabur, sesak napas, sakit perut, dan pembengkakan tungkai. “Kalau itu terjadi lebih baik segera melapor supaya bisa diberi petunjuk apakah perlu dirujuk ke rumah sakit atau tidak,” terangnya.

Perlu diketahui oleh masyarakat pula bahwa KIPI setelah divaksinasi AstraZeneca pada kelompok lanjut usia lebih rendah dibandingkan kelompok umur lainnya. “Justru kalau merujuk hasil penelitian yang ada, vaksin AstraZeneca lebih aman diberikan kepada lansia. Angka di Inggris, angka kematian, sakit berat, dan dirawat dirumah sakit telah menurun,” terang Hindra. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement