Connect with us

Nasional

SRT Ponorogo Lengkap dari SD, SMP dan SMA, Mensos Gus Ipul Paparkan Tiga Kunci Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

Gungdewan

Diterbitkan

pada

SRT Ponorogo Lengkap dari SD, SMP dan SMA, Mensos Gus Ipul Paparkan Tiga Kunci Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meresmikan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo yang berlokasi di UPT Sentra Industri Ponorogo, Jawa Timur, Senin (4/8/2025).

FAKTUAL INDONESIA: Hadir pertama di Ponorogo, Jawa Timur, Sekolah Rakyat langsung membuka tiga jenjang pendidikan sekaligus: Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan Sekolah Rakyat Menengat Atas (SRMA).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meresmikan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo yang berlokasi di UPT Sentra Industri Ponorogo, Jawa Timur, Senin (4/8/2025).

Dalam sambutannya, kepada seluruh undangan, Mensos Gus Ipul memaparkan tiga kunci penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Yaitu, Memuliakan wong cilik dan kaum dhuafa; Menjangkau yang belum terjangkau; dan Memungkinkan yang tidak mungkin.

“Mudah-mudahan yang memuliakan wong cilik dimuliakan oleh Allah SWT. Wajib tidak ada bullying, kekerasan fisik, kekerasan seksual, maupun intoleransi di sekolah ini,” kata Gus Ipul.

Baca Juga : Sebanyak 53 Unit Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Wilayah Termiskin Juli 2025

Dia  menjaskan, program Sekolah Rakyat memprioritaskan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Lantaran itu, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. “Tidak boleh ada titipan, tidak ada sogo menyogok. Benar-benar didasarkan pada data,” katanya.

Advertisement

Gus Ipul ingin Sekolah Rakyat menjadi pintu peluang bagi anak-anak yang sebelumnya kehilangan harapan karena keterbatasan ekonomi. Ia juga menekankan pentingnya memastikan seluruh siswa memulai pembelajaran dengan pemeriksaan kesehatan, agar kebutuhan mereka dapat dipenuhi sejak awal.

“Bapak Ibu sekalian jangan berkecil hati ketika disebut miskin, miskin ekstrem, karena sesungguhnya Allah sangat mencintai mereka-mereka yang tersisihkan ini, dan doanya akan lebih terkabul daripada doanya Menteri,” ucapnya.

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah terobosan pendidikan yang berpihak pada warga kurang mampu. “Kemiskinan bisa mewariskan ketakutan, tapi pendidikan mewariskan harapan. Sekolah rakyat adalah gagasan Presiden Prabowo yang berdiri di sisi yang lemah dan mengubah nasib dengan ilmu dan cinta,” ujarnya.

Dia  menjelaskan, tahun ini Sekolah Rakyat akan beroperasi di 159 titik dengan kapasitas lebih dari 15.000 siswa. Dari jumlah tersebut, 25 di antaranya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) yang menyelenggarakan pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Baca Juga : Sekolah Rakyat Segera Dibuka, Hanya untuk Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

SRT 5 Ponorogo memiliki kapasitas 125 siswa, terdiri dari 1 rombongan belajar SRD, 2 rombongan belajar SRMP, dan 2 rombongan belajar SRMA. Tenaga pendidik yang bertugas saat ini sebanyak 20 guru, 5 wali asuh, dan 1 wali asrama, dengan jumlah yang akan terus disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam kesempatan ini Bupati Sugiri Sancoko mengajak para guru agar mengajar dengan hati.

Advertisement

“Guru-guru kami imbau untuk tidak hanya mentransfer ilmu akademik saja, namun mentransfer ilmu tersebut dengan kasih sayang agar anak-anak menjadi generasi emas Indonesia,” ujarnya.

Imbauan ini disambut positif oleh para tenaga pendidik. Kepala SRT 5 Ponorogo Devi Tri Candrawati bahkan menyatakan kesanggupannya mendidik dengan hati melalui puisi berjudul “Pelukan Terindah di Sekolah Rakyat”. Salah satu siswa, Azriel Nur Gunadarma (12), juga membacakan surat untuk Gus Ipul yang berisi ungkapan terima kasih atas berdirinya SRT 5 Ponorogo.

Sejumlah siswa juga turut membagikan kisah hidupnya. Lailatusifa Fauziah (12) misalnya. Dia bercita-cita menjadi guru olahraga dan mengaku senang tinggal di asrama karena mendapat banyak teman baru. Sementara Alfian Fajar Nurmaulana (16), anak penarik becak, mengatakan bahagia karena kini bisa melanjutkan pendidikan di SRT.

Lontaran serupa disampaikan Bagas Alur Nur Wirayudha (7), anak penjual kue basah, yang hampir putus sekolah sebelum ada SR. Adapun Siti Fatimah, ibu dari Sandy Alfian Nurul Huda (13) yang bercita-cita menjadi polisi, mengaku sangat bersyukur.

“Semoga SR ini dapat menjadi jembatan bagi anak saya dan teman-temannya menjadi generasi emas Indonesia,” katanya.

Advertisement

Baca Juga : Horee, Mulai September 2025 Sekolah Negeri dari TK – SMA Bebas Biaya

Tinjau Kandang Ayam

Didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekjen Kemensos Robben Rico beserta jajaran, Gus Ipul disambut Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita. Acara pembukaan juga dihadiri para wali murid siswa-siswi SRT 5 Ponorogo. Air mata haru dan bahagia tampak dari sebagian besar wali murid yang bersyukur anak-anak mereka kini memiliki akses pendidikan yang layak.

Di lokasi acara, Gus Ipul menyempatkan berkeliling meninjau ruang kelas, asrama putra, dan kandang ayam peternakan di belakang sekolah yang merupakan sebuah gagasan Bupati Ponorogo untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi kegiatan vokasional siswa.

Selain di Ponorogo, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) juga telah hadir di sejumlah lokasi lain. Yaitu SRT 1 Cirebon, SRT 2 Banyuwangi, SRT 3 Pasuruan, SRT 4 Sumedang, SRT 6 Jember, SRT 7 Probolinggo, SRT 8 Jombang, SRT 9 Banjarbaru, SRT 10 Aceh Selatan, SRT 11 Rokan Hilir, SRT 12 Kepulauan Anambas, SRT 13 Tanjung Jabung Timur, SRT 14 Kaur, SRT 15 Empat Lawang, SRT 16 Bandung, SRT 17 Cimahi, SRT 18 Tuban, SRT 19 Wajo, SRT 20 Palu, SRT 21 Mamuju, SRT 22 Polewali Mandar, SRT 23 Katingan, dan SRT 24 Samarinda. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement