Nasional
Safari Ramadan: Menag Nasaruddin Sosialisasikan Tujuan Pembentukan Ditjen Pesantren dan Salurkan Bantuan Operasional

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan pemerintah berupaya memperkuat pembinaan pesantren agar menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan di berbagai daerah, Jumat, (6/3/2026). (Kemenag)
FAKTUAL INDONESIA: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melakukan kunjungan kerja Safari Ramadan ke sejumlah pesantren di Jawa Timur. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat kemitraan dengan pesantren sekaligus memastikan dukungan kebijakan dan program pemerintah dapat menjangkau lembaga pendidikan keagamaan secara lebih luas.
Selain bersilaturahmi, Menag Nasaruddin juga sekaligus mensosialisasikan pembentukan Ditjen Pesantren dan menyalurkan bantuan operasional masing-masing sebesar Rp100 juta melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren kepada Pesantren Salafiyah Pasuruan, Pesantren Sidogiri, dan Pesantren Progresif Bumi Sholawat.
Baca Juga : Menag Nasaruddin Minta Maaf, Tegaskan Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan
Bantuan ini dimaksudkan untuk mendukung penguatan program pendidikan di pesantren yang telah berdiri sejak 1779. Anggaran ini dialokasikan untuk pengembangan Madrasah I’dad, Madrasah Wustho, Madrasah Aliyah, Ma’had Aly, Tahfidzul Qur’an, serta berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.
Seperti dilansir laman kemenag, Menag Nasaruddin mengatakan pemerintah berupaya memperkuat pembinaan pesantren agar menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan di berbagai daerah.
“Sesungguhnya kita ingin ke depan dengan adanya Ditjen Pondok Pesantren, pembinaan pondok itu akan lebih banyak dan lebih merata,” kata Nasaruddindi Sidogiri, Jumat (6/3/2025).
Nasaruddin berpesan kepada para santri untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara asupan lahiriah dan rohani dalam menuntut ilmu.
Baca Juga : Kado Lebaran untuk Madrasah: Menag Nasaruddin Targetkan Dana BOS Rp4,5 Triliun Cair Sebelum Idul Fitri
“Di dalam kitab dijelaskan, ada makanan lahiriah dan ada juga makanan rohani. Membaca kitab dan mendengarkan nasihat adalah makanan yang mengenyangkan batin serta jiwa. Keseimbangan inilah yang menjadi kekuatan santri,” ujarnya.
Menag menegaskan bahwa pesantren memiliki kekhasan yang tidak dimiliki lembaga pendidikan formal lainnya, terutama dalam hal keberkahan ilmu. Ia berharap para santri dapat meneladani kegigihan para kiai dan masyayikh yang telah merawat Pondok Pesantren selama berabad-abad hingga tetap eksis menjadi mercusuar ilmu hingga saat ini.
Direktur Pondok Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan safari pesantren menjadi sarana dialog langsung antara pemerintah dan pesantren untuk memahami kebutuhan riil di lapangan.
“Safari pesantren sangat penting karena menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog langsung antara pemerintah dan pesantren. Melalui kunjungan ini, Menteri Agama dapat melihat secara langsung dinamika, kebutuhan, serta kontribusi nyata pesantren dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Basnang.
Menurutnya, kunjungan langsung tersebut dapat membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang lebih kontekstual dan berpijak pada realitas pesantren. Hal itu juga dinilai memperkuat posisi pesantren sebagai pusat pembinaan umat sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga : Perayaan Imlek Nasional, Menag Nasaruddin Sampaikan Perbedaan Etnis maupun Agama Justru Menjadi Penguat Persatuan Kebangsaan
Basnang menambahkan, kehadiran Nasaruddin di lingkungan pesantren juga memberikan penguatan moral bagi pengelola dan santri. Selain itu, kunjungan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara terhadap peran strategis pesantren dalam pendidikan keagamaan dan pembangunan sosial.
“Bagi pesantren, kunjungan ini menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, mempererat kemitraan dengan pemerintah, serta memperkuat kepercayaan diri pesantren bahwa kiprah mereka dalam pendidikan keagamaan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan masyarakat mendapat perhatian serius dari negara,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah terus memperkuat kebijakan afirmatif bagi pesantren, baik dalam penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pendidikan, maupun pengembangan kemandirian ekonomi pesantren.
“Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan berpihak pada ekosistem pesantren, pesantren akan semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Basnang.
Baca Juga : Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan: Begini Tanggapan MUI, PHDI, dan Kemenag
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah, KH Idris Hamid, menyampaikan apresiasi atas perhatian berkelanjutan dari Kementerian Agama. Menurutnya, Ponpes Salafiyah terus berkomitmen menyelaraskan kurikulum tradisional dengan kebijakan modern pemerintah.
“Pondok ini terus berkembang dan selalu relevan dengan kebijakan Kementerian Agama, seperti pengembangan Ma’had Aly serta program pengiriman santri untuk melanjutkan studi ke luar negeri,” tutur KH Idris Hamid.
Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan saat ini mengelola berbagai satuan pendidikan resmi, di antaranya Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), dan Ma’had Aly.
Turut mendampingi Menag dalam kunjungan ini, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said, Staf Khusus Menag Bidang Media Ismail Cawidu, Tenaga Ahli Menag Andi Salman Maggalatung, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Thobib Al-Asyhar, Kakanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, serta Kakankemenag Kota Pasuruan Rasyidi. ***














