Nasional
Nikmati Panorama Payung Madinah Pasuruan, Mensos Gus Ipul Bahagia Melihat Perkembangan Kota yang Pernah Dipimpinnya

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menikmati suasana malam di kawasan Payung Madinah, Alun-Alun, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026) malam. (Kemensos)
FAKTUAL INDONESIA: Ada memori berbaur kebahagian yang dirasakan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ketika menikmati panorama Payung Madinah yang menjadi ikon kota Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026) malam.
Di kawasan alun-alun yang semakin tertata rapi, Mensos Gus Ipul teringat dirinya pernah memimpin kota tersebut, saat menjadi Wali Kota Pasuruan tahun 2021 –2024. Gus Ipul mengaku bahagia melihat perkembangan kota yang pernah dipimpinnya tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa bertemu dengan Mas Adi Wibowo, Wali Kota Pasuruan. Saya gembira, bahagia. Kota Pasuruan semakin indah dan semakin baik,” kata Gus Ipul.
Kehadiran Gus Ipul di Pasuruan itu masih dalam rangkaian memanfaatkan momentum silaturahmi Lebaran.
Dia menyempatkan diri menikmati suasana malam di kawasan Payung Madinah, Alun-Alun, Kota Pasuruan.
Seperti dilansir laman kemensos, dari lantai dua sebuah kafe di sekitar Masjid Jami Kota Pasuruan, Gus Ipul tampak duduk santai bersama Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo. Gus Ipul juga tampak berjalan di bawah payung Madinah sambil berdiskusi dengan Adi Wibowo.
Payung Madinah dan penataan kawasan alun-alun sendiri merupakan salah satu warisan pembangunan saat Gus Ipul ketika sebagai Wali Kota.
Ia menuturkan, suasana di sekitar Payung Madinah yang berada di depan Masjid Jami Kota Pasuruan mencerminkan kemajuan kota yang terus berkembang.
“Di depan Masjid Jami, yang punya sejarah panjang, ada alun-alun. Di belakangnya ada makam KH Abdul Hamid. Ini menjadi satu kawasan yang sangat bermakna,” katanya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang semakin baik harus diiringi dengan peningkatan kebersihan dan ketertiban masyarakat. Ia berharap berbagai sudut kota dapat menjadi ruang publik yang nyaman bagi siapa pun.
“Yang saya lihat hari ini adalah cerminan masa depan Kota Pasuruan. Infrastrukturnya makin bagus, kotanya makin bersih, masyarakatnya makin tertib. Sudut-sudut kota menjadi tempat yang nyaman untuk semua,” ujarnya.
Gus Ipul juga menyinggung sejumlah ikon lain di Kota Pasuruan, termasuk kawasan Krampyangan yang memiliki masjid bergaya khas.
“Di Krampyangan ada Masjid Mekah khas Kota Pasuruan. Ini hasil kolaborasi banyak pihak untuk menghadirkan nuansa religius sekaligus estetika kota,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyebut keberadaan Payung Madinah dan penataan alun-alun merupakan bagian dari legacy kepemimpinan Gus Ipul.
“Ini salah satu legacy Gus Ipul saat menjadi Wali Kota Pasuruan. Alhamdulillah beliau masih memantau perkembangan kota. Insya Allah kami terus saling mendukung untuk masa depan Kota Pasuruan yang lebih baik,” kata Adi.
Bahas Sekolah Rakyat Situbondo
Melanjutkan rangkaian silaturahmi Lebaran, Mensos Gus Ipul mengunjungi sejumlah kiai di Jawa Timur. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mempererat silaturahmi, memohon doa, sekaligus menyampaikan berbagai program pemerintah yang berpihak kepada rakyat.
Dalam agenda tersebut, Gus Ipul terlebih dahulu sowan ke kediaman KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam PBNU, di Situbondo. Silaturahmi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Setelah itu, Gus Ipul melanjutkan kunjungan ke kediaman KH Raden Muhammad Kholil As’ad (Ra Kholil) di Pesantren Wali Songo, Situbondo.
“Alhamdulillah, saya bisa sowan ke Ra Kholil hari ini. Sebelumnya juga ke beberapa ulama, beberapa kiai. Mulai dari ujung barat, sekarang di ujung timur,” kata Gus Ipul di kediaman Ra Kholil, Sabtu (28/3/2026).
Ia menuturkan, silaturahmi tersebut dilakukan secara khusus untuk memohon doa restu dari para ulama.
“Sebelum di sini tadi saya sowan ke Wakil Rais Aam KH Afifuddin Muhadjir. Tentu sowan saya ke sini secara khusus saya minta doa restu,” ujarnya.
Dalam pertemuan di Pesantren Wali Songo itu, yang juga dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Gus Ipul menyampaikan bahwa dukungan dari para ulama, kiai, dan pemerintah daerah sangat diperlukan dalam melaksanakan program-program pro rakyat.
“Yang kedua, tentu kami minta doa secara khusus. Ini berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat berbagai program dan bantuan-bantuan pemerintah melalui Kementerian Sosial. Dalam rangka menyukseskan itu, kita perlu dukungan, kita perlu bantuan dari ulama, dari kiai, dan juga dari pemerintah daerah,” kata Gus Ipul.
Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga menyinggung pentingnya penguatan konsolidasi data kesejahteraan sosial antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Situbondo agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.
“Hari ini saya didampingi oleh Bupati Situbondo Mas Rio, yang selama ini telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan kami sangat baik. Kami ingin ke depan Bupati Situbondo bersama Kementerian Sosial memperkuat konsolidasi data. Agar data kita akurat, sesuai dengan kenyataan, tidak ada lagi orang yang berhak menerima bantuan, tapi justru terabaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembenahan data penting dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak, dan tidak salah sasaran.
“Sebaliknya, orang-orang yang tidak memenuhi syarat malah menerima bantuan. Maka itu kami ingin bersama Pak Bupati melakukan konsolidasi data,” kata Gus Ipul.
Selain soal data, Gus Ipul juga membicarakan rencana penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Situbondo. Program tersebut diharapkan dapat mulai hadir pada tahun depan, baik melalui rintisan awal maupun dengan pembangunan gedung permanen.
Di Situbondo sendiri, Sekolah Rakyat permanen rencananya akan mulai dibangun di akhir tahun ini. Lahan sudah disiapkan dan sudah disetujui Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera dibangun.
“Salah satu yang kita harapkan, tahun depan di Situbondo harus ada penyelenggaraan Sekolah Rakyat, apakah nanti rintisan atau sudah menggunakan gedung permanen,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi ikhtiar untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Usai dari Situbondo, silaturahmi Lebaran dilanjutkan ke kediaman KH Idris Hamid di Pesantren Salafiyah, Kota Pasuruan. ***














