Connect with us

Nasional

Asyik Bangun MRT, Eh Ketemu Rel Trem Jaman Batavia

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Petugas konstruksi MRT menemukan rel trem peninggalan zaman kolonial Belanda pada proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Glodok-Kota.

Petugas konstruksi MRT menemukan rel trem peninggalan zaman kolonial Belanda pada proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Glodok-Kota.

FAKTUAL-INDONESIA: Pembangunan MRT Fase 2A Glodok – Kota, Jakarta sudah mulai dilaksanakan. Di tengah asyik melakukan penggalian untuk pembangunan MRT itu, eh dikemtemukan jalur rel trem peninggalan zaman Jakarta masih bernama Batavia.

Dari penemuan ini dapat diperkirakan, zaman penjajahan dulu, Belanda sudah jaringan transportasi modern untuk Jakarta.

MRT yang sedang giat-giat dibangun dan mengundang kekaguman banyak orang ternyata seperti napak tilas karya orang jadul alias jaman dulu.

Seperti dipantau media antaranews.com,  pengguna Twitter @jalur5_ mencuit pada tanggal 23 Desember 2021 terkait penemuan jalur trem peninggalan klasik tersebut. Dalam cuitannya, rel trem itu ditemukan dalam pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Glodok-Kota.

Foto yang ditampilkannya menampakan rel trem tersebut masih utuh di balik beton yang baru saja dibongkar. Pemilik akun tersebut menuliskan jalur trem ini menjadi bagian dari sejarah Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD).

Advertisement

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan temuan rel trem peninggalan zaman Jakarta masih bernama Batavia, tidak akan menghambat pekerjaan proyek pembangunan MRT Fase 2A Glodok-Kota.

“Pembangunan MRT Fase 2A tetap berlanjut. Terkait temuan itu akan ditindaklanjuti BUMD PT MRT dan Dinas Kebudayaan,” kata Syafrin, di Balai Kota Jakarta, Selasa.

Syafrin tidak merinci proses penindaklanjutan temuan rel trem tersebut, termasuk ke mana akan dipindahkan, karena kewenangannya berada di PT MRT Jakarta dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. “Itu level pelaksanaannya di MRT dan Dinas Kebudayaan,” ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, PT MRT Jakarta (Perseroda) memulai pengerjaan penggalian terowongan (tunneling) pada Januari 2022 untuk proyek MRT Jakarta Fase 2A CP 201 dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) sampai Monas.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim menjelaskan saat ini progres kegiatan di proyek Stasiun Thamrin, yakni pembangunan D-Wall atau dinding bawah tanah serta penyiapan lubang (shaft) untuk mesin bor terowongan (tunnel boring machine/TBM).

Advertisement

“Kita sedang menyiapkan ‘TBM Shaft’, titik akan kita memulai kegiatan ‘tunneling’. Ini sedang berjalan di lapangan dan rencananya harus selesai di Desember, supaya kegiatan ‘tunneling’ kita bisa mulai Januari 2022,” kata Silvia.

Silvia menjelaskan bahwa mesin bor terowongan pertama telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada 20 November lalu.

Saat ini, TBM tersebut sedang dalam proses “custom clearance” di pelabuhan dan akan diangkut ke proyek Stasiun Thamrin untuk dirakit di lapangan.

Sementara itu, TBM kedua juga menunggu pengiriman ke Indonesia di Pelabuhan Shanghai.

Adapun TBM 1 yang telah tiba ini difabrikasi di salah satu pabrik milik perusahaan multinasional asal Jepang yaitu Kawasaki Heavy Industries, Ltd di Hangzhou dan Wuhu, Republik Rakyat China.

Advertisement

Pembangunan terowongan MRT Jakarta fase 2A nantinya akan menggunakan dua unit TBM yang didatangkan secara bertahap untuk penggalian di Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Thamrin serta Stasiun Monas.

Selain persiapan pekerjaan terowongan, progres kegiatan di Stasiun Thamrin juga meliputi pemindahan Tugu Jam Thamrin. Sementara di Stasiun Monas, pembangunan gardu listrik bawah tanah sudah dimulai dan pengecoran “base slab”.

Secara keseluruhan, progres fisik pembangunan MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI-Kota mencapai 25,83 persen atau masih dalam target yang sesuai. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca