Kesehatan
7 Penyebab Benjolan di Punggung yang Perlu Diketahui

Ilustrasi benjolan di punggung (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Penyebab benjolan di punggung perlu diketahui dengan segera. Sebab, munculnya benjolan di punggung bisa sangat menyakitkan dan mengganggu aktivitas harian. Untuk itu, kondisi munculnya benjolan di punggung perlu diwaspadai.
Ada sejumlah hal yang menjadi penyebab benjolan di punggung muncul. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari yang ringan hingga serius yang dapat membahayakan, seperti tumor hingga kanker.
Baca juga: 6 Cara Mengatasi Sakit Punggung Secara Alami
Lantas apa saja penyebab benjolan di punggung? Berikut beberapa kemungkinan penyebab benjolan di punggung yang telah faktualid.com rangkum dari Bouy Health dan sumber lainnya.
Daftar isi
1. Abses kulit
Penyebab benjolan di punggung yang pertama yaitu abses kulit. Abses merupakan kondisi dimana adanya benjolan berisi nanah yang terbentuk di bawah kulit. Hal ini dapat terjadi karena infeksi di bawah kulit. Umumnya, berawal dari luka kecil yang selanjutnya dapat berkembang biak.
Tubuh akan bereaksi dengan melawan sel darah putih yang nanti akan membunuh sejumlah jaringan yang terinfeksi. Sehingga, menimbulkan nanah di rongga yang tersisa. Penderita abses kulit akan mengalami gejala bengkak dan nyeri tetap di bawah kulit serta akan mengalami gejala lain, yakni demam dan menggigil.
2. Peradangan
Peradangan atau inflamasi ternyata dapat menjadi penyebab benjolan di punggung. Kondisi peradangan biasanya akan menimbulkan benjolan kecil berwarna merah atau jerawat yang bisa membengkak jika tidak segera diobati.
Peradangan pada kulit dapat menghasilkan benjolan yang diakibatkan beberapa kondisi medis. Kondisi medis tersebut diantaranya peradangan sendi (reumatik), dermatitis atopik (eksim), infeksi bakteri, infeksi jamur, dan infeksi virus.
3. Jerawat
Penyebab benjolan di punggung berikutnya jerawat. Umumnya, jerawat hanya tumbuh di sekitar area wajah saja. Namun, ternyata jerawat juga dapat muncul di area tubuh lainnya, seperti di area punggung. Jerawat memiliki karakteristik dengan benjolan kecil, berwarna merah muda atau merah.
Timbulnya jerawat terjadi karena erupsi kulit kecil yang berisi minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Saat hormon meningkatkan produksi minta di kulit dan tak jarang dapat menyumbat pori-pori.
4. Kista
Selain jerawat, ternyata penyebab benjolan di punggung bisa menandakan seseorang mengalami kista. Kista merupakan kantung atau benjolan yang berisi kotoran yang dapat tumbuh di bagain tubuh tanpa alasan, termasuk di bagian punggung.
Baca juga: Agar Tidak Sakit Punggung saat WFH selama PPKM Darurat
Munculnya kista disebabkan terbentuknya kelenjar minyak atau folikel rambut yang tersumbat. Kista umumnya tidak menimbulkan rasa sakit kecuali jika terinfeksi, yang akan memerah dan nyeri serta berisi nanah.
5. Traumatis
Salah satu penyebab benjolan di punggung bisa berasal dari traumatis. Munculnya benjolan di punggung dapat terjadi karena kejadian yang nantinya menyebabkan benjolan yang menyakitkan. Penyebab traumatis juga dapat dikaitkan dengan perdarahan yang terjadi, tergantung pada tingkat keparahan trauma.
Selain itu, penyebab traumatis juga dapat terjadi karena kelainan bentuk dan pendarahan. Punggung rentan terhadap cedera yang diakibatkan oleh gerakan berulang yang dapat menyebabkan cedera ringan namun menimbulkan rasa sakit signifikan.
6. Lipoma
Penyebab benjolan di punggung berikutnya yaitu lipoma. Lipoma adalah benjolan yang ditimbul sebagai tumor yang terdiri dari jaringan lemak. Namun, tumor ini bukan merupakan kanker. Lipoma dapat terjadi pada bagian di bawah kulit, dan tampak pucat atau tidak berwarna.
Secara umum lipoma tidak menimbulkan gejala. Hingga saat ini penyebab pasti lipoma masih belum diketahui pasti. Beberapa kondisi genetik, seperti sindrom Gardner, sering dikait-kaitkan bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami lipoma.
7. Dermatofibroma
Dermatofibroma ternyata dapat menjadi salah satu penyebab benjolan di punggung. Kondisi ini merupakan munculnya benjolan yang tumbuh di bawah kulit pada bagian kaki, lengan, dan punggung.
Dermatofibroma berkembang ketika sel-sel berlebih berkumpul di lapisan kulit yang paling tebal, yang disebut dermis. Gejalanya berupa pertumbuhan yang keras dan terangkat serta berwarna merah atau merah muda.***














