Kesehatan
Inilah 10 Gejala Awal HIV yang Mungkin Jarang Disadari

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Infeksi human immunodeficiency virus atau HIV merupakan penyakit yang dianggap menyeramkan. Seseorang yang mengalami penyakit ini akan mmelemahkan sistem kekebalan tubuh. Untuk itu, penting mengetahui gejala awal HIV yang mungkin jarang disadari.
Perlu diketahui, virus HIV akan menyerang sistem kekebalan yang membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk melawan penyakit, sehingga tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Penularan HIV/AIDS bisa terjadi melalui pertukaran cairan tubuh seperti air mani, cairan vagina, dan darah.
Bila seseorang mengalami sejumlah gejala awal HIV namun tidak segera diobati, nantinya akan menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). AIDS adalah penyakit mematikan yang timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV di dalam tubuh manusia.
Baca juga: Wanita Pertama Di Dunia Sembuh dari HIV setelah 14 Bulan Bebas Virus
Belakangan, topik mengenai infeksi HIV mendadak ramai diperbincangkan. Untuk meningkatkan kewaspadaan, kenali beragam gejala awal HIV sebelum berkembang menjadi AIDS.
Daftar isi
Gejala awal HIV
Jika mengetahui gejala awal dari suatu penyakit, tentunya seseorang akan dapat menanganinya dengan baik, termasuk HIV. Dilansir dari doktersehat, berikut ini beberapa gejala awal HIV:
- Suhu tubuh meningkat, penderita mengalami demam ringan. Ini adalah saat di mana virus mulai memasuki aliran darah dan menduplikasi diri.
- Muncul rasa nyeri di sendi, gejala awal HIV ini hampir serupa dengan gejala yang ditimbulkan oleh flu, hepatitis, maupun sifilis. Rasa nyeri ini disebabkan oleh kelenjar getah bening yang terletak di bawah pangkal paha, leher dan ketiak.
- Gejala awal HIV atau stadium awal yang mudah terdeteksi adalah rasa lelah yang berlebihan, lemah lesu yang disebabkan terganggunya sistem kekebalan tubuh. Virus sudah mulai mengacak-acak sistem pertahanan tubuh. Pada level ini penderita dapat mengalami gagal napas yaitu terhentinya aliran oksigen. Alhasil, pasien menjadi sesak napas.
- Sakit tenggorokan dan sakit kepala. Gejala penyakit HIV ini kerap dialami oleh pasien HIV, namun belum bisa dikatakan bahwa pasien yang mengalami sakit tenggorokan menderita HIV. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih jauh untuk memastikannya melalui uji laboratorium.
- Munculnya bercak-bercak merah pada kulit, umumnya ruam merah ini tampak pada awal terinveksi HIV. Ruam pada kulit bisa diindikasikan sebagai gejala penyakit HIV bila si penderita tidak memiliki riwayat alergi artinya gejala murni diakibatkan karena infeksi virus.
- Penderita penyakit HIV tahap awal cenderung mengalami diare berkepanjangan yang disertai rasa mual dan muntah, seperti penderita mag atau keracunan makanan.
- Gejala awal HIV lainnya yakni radang paru-paru atau pneumonia, gejalanya adalah batuk-batuk yang disertai penurunan berat badan.
- Terjadinya perubahan pada kuku, penderita HIV tahap awal umumnya akan mengalami penebalan kuku dan tumbuh melengkung. Pada beberapa kasus, kuku tampak berwarna kehitaman dan terdapat garis-garis cokelat vertikal.
- Munculnya infeksi pada mulut, coba perhatikan bagian seputar mulut penderita HIV, biasanya akan terlihat infeksi yang disebabkan oleh jamur. Penderita mengalami kesulitan menelan akibat adanya infeksi mulut ini.
- Gangguan konsentrasi merupakan salah satu gejala HIV, penderita menjadi mudah marah dan sensitif, sulit untuk berkonsentrasi dan mengalami kesulitan dalam beraktivitas.
Tahap HIV di awal penyakit

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Infeksi HIV memiliki tiga tahap. Yakni tahap awal, tahap kedua, dan tahap akhir atau AIDS. Tahap pertama HIV dikenal sebagai infeksi HIV akut atau primer. Ini juga disebut sindrom retroviral akut.
Selama tahap awal, kebanyakan orang mengalami gejala mirip flu yang mungkin sulit dibedakan dari infeksi saluran pencernaan atau pernapasan.
Baca juga: 6 Bahaya Infeksi Menular Seksual pada Ibu Hamil Beserta Cara Pencegahnya
Tahap kedua, virus menjadi kurang aktif. Selama tahap ini, orang tidak mengalami gejala sementara infeksi virus berlangsung pada tingkat yang sangat rendah. Periode latensi ini bisa bertahan satu dekade atau lebih lama. Banyak orang tidak menunjukkan gejala HIV selama periode 10 tahun ini.
Tahap ketiga, sistem kekebalan tubuh rusak berat dan rentan terhadap infeksi oportunistik. Setelah HIV berkembang menjadi tahap 3, gejala penyakit HIV yang terkait dengan infeksi dapat menjadi jelas. Gejala-gejala ini meliputi mual, muntah, kelelahan, dan demam.
Demikian penjelasan mengenai gejala awal HIV beserta tahapannya. Bila merasa mengalami salah satu gejala diatas, segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah HIV atau bukan.***














